Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Benarkah Demam saat Hamil Bisa Menyebabkan Anak Autis?
Magnific
  • Penelitian mengaitkan demam selama kehamilan dengan peningkatan risiko ASD, terutama pada trimester kedua, tetapi demam tidak memastikan anak akan mengalami autisme.

  • Risiko ASD dilaporkan meningkat hingga 34 persen, mencapai 40 persen pada demam trimester kedua, dan lebih tinggi bila demam terjadi lebih dari tiga kali setelah minggu ke-12.

  • Demam umumnya menandakan infeksi. Respons imun ibu diduga memengaruhi perkembangan janin, namun bukan satu-satunya penyebab ASD. Demam perlu ditangani dengan istirahat, cairan, dan menjaga tubuh nyaman.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat hamil, berbagai perubahan yang terjadi pada tubuh membuat Mama perlu lebih memperhatikan kondisi kesehatan. Salah satunya ketika tubuh mengalami demam, terlebih jika disertai infeksi atau terjadi berulang.

Kondisi ini mungkin membuat Mama bertanya-tanya karena demam bukan hanya membuat tubuh terasa tidak nyaman, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran mengenai kondisi si Kecil yang masih berkembang di dalam kandungan.

Kekhawatiran tersebut semakin muncul setelah sejumlah penelitian menemukan adanya hubungan antara demam selama kehamilan dan autism spectrum disorder (ASD) atau gangguan spektrum autisme pada anak.

Lantas, benarkah demam saat hamil bisa menyebabkan anak autis? Berikut Popmama.com telah merangkum penjelasannya untuk membantu Mama memahami hubungan antara demam selama kehamilan dan ASD.

Benarkah Demam saat Hamil Bisa Menyebabkan Anak Autis?

Magnific

Demam selama kehamilan memang dikaitkan dengan peningkatan risiko ASD, tetapi tidak berarti Mama yang pernah demam saat hamil pasti melahirkan anak dengan autisme.

Studi dalam Journal of Autism and Developmental Disorders pada 2013 menemukan bahwa demam yang terjadi pada trimester ketiga berkaitan dengan risiko ASD yang lebih tinggi pada anak.

Temuan serupa juga terlihat dalam penelitian yang diterbitkan di Molecular Psychiatry pada 2017. Penelitian tersebut menemukan bahwa demam pada trimester pertama dan kedua sama-sama berkaitan dengan peningkatan risiko ASD, dengan hubungan paling kuat ketika demam terjadi pada trimester kedua.

Secara keseluruhan, demam selama kehamilan dilaporkan berkaitan dengan peningkatan risiko autisme hingga 34 persen. Khusus demam pada trimester kedua, peningkatan peluang terjadinya ASD dilaporkan mencapai 40 persen.

Risikonya juga dilaporkan lebih tinggi ketika Mama mengalami demam lebih dari tiga kali setelah usia kehamilan memasuki minggu ke-12. Kondisi tersebut disebut dapat meningkatkan risiko ASD hingga tiga kali lipat.

Meski demikian, temuan tersebut tidak berarti setiap Mama hamil yang mengalami demam akan memiliki anak dengan ASD. Menurut World Health Organization (WHO), diperkirakan sekitar satu dari 100 anak mengalami autisme atau ASD.

Infeksi dan Respons Kekebalan Tubuh Diduga Berperan

Magnific

Demam sebenarnya merupakan tanda bahwa tubuh sedang berusaha melawan infeksi. Saat kondisi ini terjadi, tubuh mama bisa sedang menghadapi infeksi akibat virus maupun bakteri.

Ketika sistem kekebalan tubuh melawan infeksi, jumlah sitokin inflamasi dalam darah dan cairan ketuban dapat menjadi lebih tinggi dari biasanya.

Hal inilah yang kemudian diduga berkaitan dengan perkembangan janin. Para ahli meyakini bahwa autisme tidak hanya berkaitan dengan faktor genetik, tetapi juga dapat dipengaruhi faktor lingkungan, termasuk infeksi dan polusi.

Respons sistem kekebalan tubuh mama ketika melawan infeksi virus atau bakteri diduga dapat memengaruhi perkembangan sistem saraf dan otak janin sebelum lahir.

Seorang peneliti juga menyebutkan bahwa hubungan tersebut kemungkinan berkaitan dengan respons imunitas mama terhadap virus penyebab demam yang kemudian dapat memengaruhi perkembangan janin.

Meski begitu, hubungan antara demam, infeksi, dan ASD belum dapat dipastikan sebagai satu-satunya faktor penyebab autisme.

Demam pada Trimester Kedua Memiliki Kaitan yang Lebih Kuat

Magnific

Dari beberapa penelitian yang ada, waktu terjadinya demam selama kehamilan juga menjadi perhatian. Demam pada trimester pertama dan kedua sama-sama dikaitkan dengan peningkatan risiko ASD, tetapi hubungan tersebut paling kuat ketika demam terjadi pada trimester kedua.

Alasan pastinya sampai sekarang belum diketahui. Namun, trimester kedua merupakan masa ketika perkembangan otak janin berlangsung cukup pesat.

Pada periode yang sama, sistem kekebalan tubuh mama juga cenderung menurun. Kondisi tersebut bertujuan agar tubuh mama tidak menolak proses perkembangan janin yang sedang berlangsung.

Berbagai kondisi yang terjadi selama trimester kedua tersebut diduga dapat membuat gangguan perkembangan janin lebih mungkin terjadi, termasuk autisme.

Meski penelitian menemukan adanya peningkatan risiko, sebagian besar Mama yang mengalami demam atau flu selama kehamilan tidak kemudian memiliki anak dengan autisme. Jadi, demam saat hamil tidak bisa dianggap sebagai satu-satunya penyebab ASD.

Cara Menangani Demam saat Hamil

Magnific

Walaupun kaitan demam saat hamil dengan autisme disebut relatif rendah, kondisi ini tetap perlu diperhatikan dan ditangani dengan tepat.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu menurunkan demam, yaitu:

  1. Berbaring sambil meletakkan kain lap lembap dan dingin pada dahi.

  2. Merendam kaki menggunakan air hangat. Hindari air dingin karena dapat membuat tubuh menggigil.

  3. Memperbanyak minum air putih karena tubuh kehilangan banyak cairan ketika demam.

  4. Menggunakan selimut tipis ketika tubuh menggigil atau merasa kedinginan.

  5. Menjaga kondisi rumah tetap sejuk dan teduh serta memastikan sirkulasi udara di dalam ruangan berjalan dengan baik.

Jadi, meski beberapa penelitian menemukan adanya hubungan antara demam saat hamil dan risiko autisme, bukan berarti demam saat hamil pasti menyebabkan anak mengalami ASD. Mama tetap perlu memperhatikan kondisi tubuh dan menangani demam dengan tepat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article