“Kami akan embrio transfer,” jelas dr. Gia di Threads, Minggu (13/9/2026)
Cerita Dokter Gia Pratama dan Istri Jalani IVF, Kini Embrio Transfer

dr. Gia Pratama dan Syafira Imaniar kembali menjalani IVF setelah sekitar delapan tahun menanti momongan dan pengalaman program bayi tabung sebelumnya belum berhasil.
Pada Maret 2026, stimulasi hormon menghasilkan 26 sel telur,dengan 16 matang untuk pembuahan. Pasangan ini juga menggunakan teknologi Zymot dalam seleksi sperma.
Sebanyak 16 embrio terbentuk dan program kini memasuki tahap transfer embrio ke rahim. Pasangan tersebut masih menunggu apakah embrio berhasil menempel dan berkembang.
Perjuangan dr. Gia Pratama dan sang Istri, Syafira Imaniar, untuk memiliki buah hati terus berlanjut. Setelah bertahun-tahun menanti dan menjalani berbagai ikhtiar, pasangan ini kembali menjalani program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF).
Perjalanan tersebut kini telah memasuki salah satu tahap penting yakni transfer embrio. Hal itu disampaikan dr. Gia di Threads. Sebelumnya, dr. Gia telah membagikan sejumlah cerita mengenai proses IVF yang mereka jalani, mulai dari stimulasi hormon hingga proses pembuahan.
Berikut Popmama.com rangkum cerita dan perjalanan IVF dr. Gia Pratama dan Syafira Imaniar yang telah dilalui.
Table of Content
1. Sudah delapan tahun berjuang untuk memiliki buah hati

Instagram.com/giapratamamd Di media sosialnya, dr. Gia Pratama mengungkap bahwa ia dan Syafira telah menjalani rumah tangga selama sekitar 8 tahun tanpa dikaruniai anak. Keduanya pun terus berusaha melalui berbagai cara untuk mendapatkan momongan.
Dalam salah satu kesempatan, dr. Gia menceritakan bahwa mereka pernah menjalani program bayi tabung sebelumnya, tetapi belum membuahkan hasil.
Perjuangan tersebut kemudian kembali dilanjutkan melalui program IVF yang dijalaninya dari awal 2026 ini. Kali ini, dr. Gia dan Syafira kembali menjalani serangkaian proses dengan harapan mendapatkan hasil yang lebih baik.
2. Istri dr. Gia menjalani stimulasi sel telur, ada 16 yang matang!

Threads.com/@giapratamamd Pada Maret 2026 kemarin, dr. Gia menceritakan kalau istrinya menjalani stimulasi hormon untuk membantu pematangan sel telur. Dari proses tersebut, diperoleh 26 sel telur. Namun, tidak seluruh sel telur dapat langsung digunakan untuk proses berikutnya.
Setelah melalui proses seleksi, terdapat 16 sel telur yang dinyatakan matang dan siap melanjutkan ke tahap pembuahan. Jumlah tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan IVF yang dijalani pasangan ini.
3. dr. Gia menggunakan teknologi Zymot untuk seleksi sperma

Instagram.com/giapratamamd Selain mempersiapkan sel telur, proses IVF juga melibatkan pemilihan sperma. Di sebuah podcast, dr. Gia sempat menceritakan penggunaan teknologi Zymot dalam program yang mereka jalani.
Ia menggambarkan proses seleksi tersebut seperti sebuah rintangan yang harus dilewati sperma sebelum akhirnya dipilih untuk membantu proses pembuahan. Penggunaan teknologi tersebut menjadi salah satu ikhtiar pasangan ini dalam menjalani program bayi tabung.
4. Dari sel telur berkembang menjadi embrio

Instagram.com/giapratamamd Setelah melalui proses pembuahan, perjalanan IVF mereka berlanjut ke tahap perkembangan embrio. Informasi mengenai proses tersebut menyebutkan bahwa 16 embrio berhasil terbentuk dan kemudian menunggu tahap berikutnya, yakni dimasukkan ke dalam rahim.
Tahap ini menjadi perkembangan penting setelah sebelumnya Syafira menjalani stimulasi dan pasangan tersebut mempersiapkan proses pembuahan.
5. Kini memasuki tahap transfer embrio

Instagram.com/giapratamamd Perjalanan IVF dr. Gia dan Syafira kini telah sampai pada transfer embrio, yaitu proses memasukkan embrio ke dalam rahim. Tahap ini tentu menjadi momen yang dinantikan setelah serangkaian proses panjang yang telah mereka jalani.
Setelah proses tersebut, masih diperlukan waktu untuk mengetahui apakah embrio berhasil menempel dan berkembang di dalam rahim.
Perjuangan dr. Gia dan Syafira pun masih berlanjut. Setelah melewati berbagai tahapan IVF, keduanya kini kembali menanti hasil dari ikhtiar yang telah dilakukan.





















