“Ngerokok itu bisa menyebabkan satu kecacatan pada janin yang dikandungnya. Bisa cacat otak, syaraf, jantung,” ujar dr. Arie.
Paparan Asap Rokok saat Hamil Bisa Tingkatkan Risiko Cacat Janin

Paparan asap rokok pada ibu hamil, termasuk dari perokok di sekitar, dapat mengganggu perkembangan otak, saraf, dan jantung janin serta meningkatkan risiko cacat lahir.
Risiko kehamilan akibat asap rokok mencakup keguguran, tekanan darah tinggi, solusio plasenta, kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, hingga gangguan perkembangan paru-paru bayi.
Ibu hamil disarankan menghindari area perokok dan residu thirdhand smoke, memakai masker sebagai perlindungan tambahan, menerapkan pola hidup sehat, serta berhenti merokok dengan bantuan dokter bila diperlukan.
Kehamilan merupakan masa ketika Mama perlu lebih waspada terhadap lingkungan sekitar, termasuk paparan asap rokok. Tidak hanya membahayakan kesehatan ibu hamil, asap rokok juga berpotensi mengganggu tumbuh kembang janin di dalam kandungan.
Melalui unggahan video di Instagram @spog.arie, dr. Arie Aldila Pratama, Sp.OG, mengingatkan bahwa merokok di sekitar ibu hamil dan anak kecil bukanlah kebiasaan yang bisa dianggap sepele.
Lantas, apa saja bahayanya? Berikut Popmama.com rangkum informasinya untuk Mama.
Table of Content
Paparan Asap Rokok pada Ibu Hamil Bisa Sebabkan Janin Cacat

Magnific Paparan asap rokok selama kehamilan dapat meningkatkan risiko bayi mengalami cacat lahir. Kandungan bahan kimia dalam rokok dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin, termasuk perkembangan otak, saraf, dan jantung.
Kecacatan yang terjadi dapat berupa bibir sumbing hingga gangguan yang lebih serius pada struktur jantung, otak, dan saraf.
Risiko tersebut tidak hanya perlu diperhatikan oleh ibu hamil yang merokok, tetapi juga Mama yang sering berada di sekitar perokok.
Risiko Lain yang Mengintai

Magnific Selain meningkatkan risiko cacat lahir, paparan asap rokok juga dapat memicu sejumlah komplikasi selama kehamilan. Berikut beberapa risiko yang perlu Mama ketahui.
1. Meningkatkan risiko keguguran
Paparan asap rokok dapat meningkatkan risiko keguguran, terutama pada trimester pertama. Bahan kimia dari rokok dapat masuk ke aliran darah ibu hamil dan janin, sehingga mengganggu perkembangan janin.
Kondisi tersebut dapat berujung pada keguguran.
“Terus yang berikutnya, bisa menyebabkan keguguran juga,” kata dr. Arie.
2. Menyebabkan tekanan darah tinggi
Asap rokok juga dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi pada ibu hamil. Kondisi ini termasuk salah satu komplikasi yang perlu diperhatikan selama kehamilan.
“Salah satu komplikasinya adalah bisa menyebabkan darah tinggi pada ibu hamil,” jelas dr. Arie.
3. Memicu solusio plasenta
Solusio plasenta adalah kondisi ketika plasenta terlepas dari rahim sebelum waktu persalinan. Komplikasi ini dapat menyebabkan perdarahan hebat pada ibu dan mengancam keselamatan Mama maupun janin.
“Bahkan sampai solusio plasenta atau lepasnya plasenta,” tutur dr. Arie.
4. Meningkatkan risiko kelahiran prematur
Paparan asap rokok selama kehamilan dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur. Bayi yang lahir prematur berpotensi mengalami gangguan kesehatan karena perkembangan organ tubuhnya belum sempurna.
Beberapa masalah yang dapat terjadi meliputi infeksi, kesulitan menyusu, penyakit kuning, gangguan pernapasan dan pencernaan, serta gangguan tumbuh kembang.
5. Menyebabkan berat badan lahir rendah
Bayi yang terpapar asap rokok selama kehamilan memiliki risiko lebih tinggi lahir dengan berat badan rendah atau BBLR.
BBLR merupakan kondisi ketika berat badan bayi saat lahir kurang dari 2,5 kilogram. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan, otak, pernapasan, infeksi, hipotermia, dan hipoglikemia atau kekurangan gula darah.
6. Mengganggu perkembangan paru-paru bayi
Kebiasaan merokok atau sering terpapar asap rokok selama kehamilan dapat meningkatkan risiko bayi memiliki paru-paru yang lebih lemah.
Apabila perkembangan paru-paru terganggu, bayi juga berisiko mengalami masalah kesehatan lainnya.
Cara yang Bisa Dilakukan Ibu Hamil untuk Menghindari Asap Rokok

Magnific Menghindari asap rokok bukan hanya berarti menjauh dari orang yang sedang merokok. Residu asap rokok juga dapat menempel pada pakaian, sofa, karpet, tembok, dan berbagai permukaan lainnya. Paparan residu ini dikenal sebagai thirdhand smoke atau asap rokok tangan ketiga.
Agar risiko paparan dapat diminimalkan, berikut beberapa langkah yang bisa Mama lakukan.
- Hindari tempat yang banyak perokok. Mama sebaiknya memilih tempat yang bebas asap rokok, terutama ketika berada di ruang tertutup. Jika ada orang yang hendak merokok di sekitar Mama, mintalah mereka untuk melakukannya di area khusus merokok yang jauh dari ibu hamil dan anak-anak.
- Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Masker dapat menjadi salah satu perlindungan tambahan ketika Mama beraktivitas di luar rumah dan berpotensi terpapar polusi udara. Namun, masker tidak sepenuhnya menghilangkan paparan asap rokok, sehingga tetap penting untuk menjauh dari sumber asap.
- Terapkan pola hidup sehat. Menjaga pola makan bergizi, beristirahat cukup, dan melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin dapat membantu mendukung kesehatan Mama dan janin. Langkah ini sebaiknya disertai upaya menghindari asap rokok.
- Hentikan kebiasaan merokok sedini mungkin. Bagi Mama yang masih merokok, berhenti sedini mungkin merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko terhadap kehamilan. Mama yang kesulitan berhenti dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan bantuan yang sesuai.
dr. Arie juga mengingatkan pentingnya keberanian menegur orang yang merokok di tempat umum ketika ada ibu hamil dan anak-anak di sekitarnya.
“Terus normalisasi untuk menegur orang yang masih ngerokok di tempat umum yang ada ibu hamilnya dan anak-anaknya,” ujar dr. Arie.
Dengan begitu, menciptakan lingkungan bebas asap rokok bukan hanya menjadi tanggung jawab ibu hamil, tetapi juga orang-orang di sekitarnya.
Nah, itu dia pembahasan soal paparan asap rokok pada ibu hamil bisa sebabkan janin cacat. Yuk, Mama dan orang-orang di sekitar lebih peduli untuk menjaga lingkungan tetap bebas asap rokok.





















