“Nah, ibu hamil boleh nggak? Boleh, boleh makan takoyaki. Asalkan yang pertama, guritanya dimasak matang sempurna,” kata dr. Buha Sabar Eduwart P. Sihombing, Sp.OG yang dikutip Popmama.com dari akun TikTok @dr.buha.spog.
Bolehkah Ibu Hamil Makan Takoyaki? Ini Kata Dokter!

- Ibu hamil boleh makan takoyaki asal guritanya dimasak matang sempurna untuk mencegah risiko infeksi atau keracunan bakteri.
- Penting memastikan tidak ada alergi terhadap gurita dan memilih mayones dari telur matang atau terpasteurisasi agar aman dikonsumsi.
- Hindari takoyaki yang terlalu asin dan pastikan proses memasak serta penyajiannya bersih demi menjaga kesehatan ibu dan janin.
Takoyaki menjadi salah satu camilan khas Jepang yang banyak digemari karena memiliki tekstur lembut dengan isian gurita. Tak heran jika sebagian ibu hamil juga sesekali ingin menikmati makanan ini saat mengidam.
Demi memastikan kesehatan tubuh dan janin di dalam kandungan, ada kalanya ibu hamil bertanya-tanya apakah makanan satu ini boleh dikonsumsi saat tengah mengandung.
Simak pembahasan tentang bolehkah ibu hamil makan Takoyaki, yang telah Popmama.com siapkan berdasarkan penjelasan dokter kandungan.
Table of Content
1. Ibu hamil boleh makan takoyaki asalkan guritanya matang sempurna
Kabar baiknya, ibu hamil tetap diperbolehkan menikmati takoyaki. Akan tetapi, keamanan makanan ini sangat bergantung pada cara pengolahannya, terutama pada isian gurita yang digunakan.
Perlu diketahui, gurita harus dimasak hingga benar-benar matang sebelum dikonsumsi oleh ibu hamil. Proses pemasakan yang sempurna penting untuk mengurangi risiko paparan bakteri atau kuman dapat membahayakan kesehatan ibu hamil maupun janin.
“Kalau nggak dimasak matang sempurna, bisa berisiko mengakibatkan infeksi, ya, ataupun keracunan kuman-kuman bakteri yang ada di gurita tersebut,” lanjutnya.
2. Pastikan tidak memiliki alergi terhadap gurita dan mayones yang digunakan aman

Selain memastikan gurita matang, ibu hamil juga perlu mengetahui kondisi tubuhnya sendiri sebelum mengonsumsi takoyaki. Jika memiliki riwayat alergi terhadap makanan laut, khususnya gurita, sebaiknya hindari camilan ini agar tidak memicu reaksi alergi.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah memperhatikan jenis mayones yang digunakan sebagai pelengkap. Pilih takoyaki yang menggunakan mayones berbahan telur matang atau telur telah melalui proses pasteurisasi, sehingga lebih aman dikonsumsi selama kehamilan.
“Kemudian, Mams tidak punya alergi terhadap gurita, ya. Mayonaisenya juga terbuat dari telur yang matang ataupun sudah terpasteurisasi,” ujar dr. Buha.
3. Sebaiknya tidak mengonsumsi takoyaki yang terlalu asin

Meski hanya camilan, kandungan garam dalam takoyaki juga perlu diperhatikan oleh ibu hamil. Takoyaki biasanya disajikan dengan berbagai saus dan taburan yang dapat meningkatkan kadar natrium dalam satu porsi.
Mengonsumsi makanan yang terlalu asin secara berlebihan kurang dianjurkan selama kehamilan. Oleh karena itu, sebaiknya pilih takoyaki dengan penggunaan saus dan bumbu secukupnya agar asupan garam tetap terkontrol.
“Jangan terlalu asin, ya. Jangan terlalu berlebihan garamnya,” ungkapnya.
4. Kebersihan proses memasak dan penyajian menjadi hal yang paling penting

Selain bahan dan bumbu, faktor kebersihan juga menjadi perhatian utama saat membeli takoyaki. Pastikan makanan diolah di tempat yang higienis, mulai dari proses memasak hingga penyajiannya.
Peralatan memasak dan bahan makanan yang disimpan dengan baik dapat membantu mengurangi risiko kontaminasi bakteri penyebab penyakit. Hal ini penting karena ibu hamil lebih rentan mengalami infeksi akibat makanan yang kurang higienis.
“Dan terakhir, tapi sebenarnya paling penting adalah harus bersih. Bersih pada saat pengolahannya, memasaknya, maupun penyajiannya,” jelas dr. Buha
Demikian informasi mengenai bolehkah ibu hamil makan takoyaki. Intinya, ibu hamil tetap boleh makan takoyaki selama guritanya matang sempurna, tidak memiliki alergi, menggunakan bahan yang aman, tidak terlalu asin, serta diolah dan disajikan secara higienis.




















