Yoghurt merupakan olahan susu yang dibuat melalui proses fermentasi menggunakan bakteri baik, seperti Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. Dengan rasa segar dan tekstur creamy, yoghurt bisa menjadi pilihan camilan sehat untuk ibu hamil karena mengandung kalsium, protein, dan probiotik yang baik untuk membantu menjaga kesehatan tubuh.
Cara Membuat Yoghurt Homemade untuk Camilan Ibu Hamil

Yoghurt mengandung kalsium, protein, dan probiotik yang bermanfaat bagi ibu hamil untuk menjaga kesehatan tubuh serta mendukung pertumbuhan tulang dan gigi janin.
Terdapat dua cara membuat yoghurt rumahan, yaitu tanpa dipanaskan menggunakan susu UHT dan versi dipanaskan dengan susu cair, keduanya melalui proses fermentasi hingga mengental.
Yoghurt homemade bisa dikreasikan dengan topping sehat seperti buah segar, pemanis alami, granola, atau biji-bijian agar lebih lezat dan bernutrisi.
Kandungan kalsiumnya juga berperan dalam mendukung pertumbuhan tulang dan gigi janin, sekaligus membantu menjaga fungsi jantung, saraf, dan otot tetap optimal. Menariknya, yoghurt bisa dibuat sendiri di rumah dengan bahan sederhana dan cara yang praktis. Selain lebih hemat, Mama juga bisa menyesuaikan topping sesuai selera.
Berikut Popmama.com sajikan cara membuat yoghurt homemade untuk camilan ibu hamil. Yuk, simak langkah-langkahnya, Ma!
Table of Content
Yoghurt Homemade tanpa Dipanaskan (Tanpa Direbus)

Bahan-bahan
1 liter susu UHT full cream (plain)
4 sendok makan yoghurt plain yang mengandung live culture
Cara membuat
Siapkan susu UHT full cream yang masih baru dan belum pernah dibuka agar tetap higienis.
Campurkan yoghurt yang mengandung live culture dengan sedikit susu UHT, lalu aduk perlahan hingga lebih cair dan tercampur rata.
Tuangkan campuran yoghurt kembali ke dalam kemasan susu UHT, lalu kocok perlahan secukupnya. Hindari mengaduk atau mengocok terlalu kuat agar bakteri baik tetap aktif selama proses fermentasi.
Bungkus kemasan susu menggunakan kain tebal atau handuk bersih agar suhu tetap hangat.
Simpan di tempat gelap dengan suhu ruang selama sekitar 24–35 jam hingga yoghurt mengental.
Setelah proses fermentasi selesai, yoghurt siap disantap. Agar terasa lebih segar dan teksturnya lebih set, simpan terlebih dahulu di dalam kulkas sebelum dikonsumsi. Penyimpanan di kulkas juga membantu yoghurt bertahan lebih lama.
Yoghurt Homemade Dipanaskan

Bahan-bahan
1 liter susu cair full cream atau low fat
2–3 sendok makan yoghurt plain dengan live active culture
Cara membuat
Tuang susu ke dalam panci bersih, lalu panaskan dengan api sedang sambil diaduk perlahan hingga hampir mendidih.
Setelah panas, matikan api dan diamkan susu hingga suhunya hangat sekitar 40–45°C.
Campurkan sedikit susu hangat dengan yoghurt starter, lalu aduk perlahan sampai rata.
Tuangkan campuran yoghurt ke dalam susu hangat, kemudian aduk perlahan hingga semua bahan tercampur merata.
Pindahkan campuran susu ke dalam wadah bersih yang tertutup rapat, seperti toples kaca atau wadah food grade.
Simpan di tempat hangat selama 6–10 jam sampai yoghurt mengental dan proses fermentasi selesai.
Setelah jadi, simpan yoghurt di dalam kulkas minimal dua jam sebelum dikonsumsi agar teksturnya lebih set dan segar.
Variasi dan Topping yang Bisa Mama Tambahkan

Yoghurt homemade bisa dinikmati langsung, tetapi akan terasa lebih lezat dan menarik jika dipadukan dengan berbagai topping favorit. Selain menambah rasa, topping juga bisa membuat yoghurt menjadi camilan yang lebih mengenyangkan dan kaya nutrisi.
Potongan buah segar seperti:
Mangga matang, pisang, stroberi, blueberry, kiwi, anggur tanpa biji, apel, atau pir.Pemanis alami seperti:
Madu, sirup maple, kurma blender, gula aren cair, atau selai buah tanpa tambahan gula berlebih.Granola dan sereal seperti:
Granola panggang, cornflakes rendah gula, muesli, dan sereal gandum utuh.Tambahan serat dan nutrisi seperti:
Chia seeds, oat, flaxseed, almond cincang, kacang mede, atau walnut.
Nah, itu dia cara membuat yoghurt homemade untuk camilan ibu hamil. Yuk, coba buat di rumah, Ma!


















