Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Perempuan Ini Ceritakan Pengalaman Bisa Hamil Walau Punya PMOS!

Perempuan Ini Ceritakan Pengalaman Bisa Hamil Walau Punya PMOS!
instagram.com/weightloss
Intinya Sih
  • Perempuan ini berhasil hamil meski sebelumnya mengalami gejala berat seperti kista ovarium, pra-diabetes, dan gangguan ovulasi.

  • Disarankan konsumsi suplemen Inositol untuk membantu ovulasi, meningkatkan kualitas sel telur, serta mengatasi resistensi insulin.

  • Tallene juga menekankan pentingnya pola makan bebas gluten dan produk susu serta pengelolaan stres agar hormon tetap seimbang dan peluang kehamilan meningkat.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Perempuan yang mengalami polyendocrine metabolic ovarian syndrome (PMOS), umumnya akan mengalami peningkatan kadar hormon androgen pada tubuh yang memicu perubahan fisik. Terlihat dari pertumbuhan rambut berlebih pada wajah dan tubuh, siklus menstruasi tidak teratur, tumbuh jerawat parah, dan gangguan kesuburan. 

Dari sini, banyak perempuan usia reproduktif yang mulai khawatir serta sadar akan penyakit ini. Ternyata ada lho, pengalaman penderitanya yang masih bisa sembuh dan hamil walau mengidap PMOS. Mama satu anak, Tallene, merupakan influencer yang sering kali berbagi tips seputar PMOS berdasarkan pengalamannya. 

Seperti apa cerita pengalaman Tallene bisa hamil, walau punya PMOS? Popmama.com akan mengrangkumnya untuk Mama.

1. Cerita masa lalu saat mengidap PMOS

perempuan ini bisa hamil walau mengidap PMOS (2)
instagram.com/pcos.weightloss

Menerima begitu banyak pesan dari perempuan yang memiliki kekhawatiran yang sama, dikatakan bahwa dokter mereka bilang tidak bisa hamil karena mengidap PMOS. Ia menambahkan jika, beberapa tahun lalu dokternya tidak akan percaya bahwa sekarang Tallene bisa hamil pada percobaan pertama. Dalam video yang dibagikan, ia memberikan beberapa tips untuk kamu. 

“Karena dulu aku punya kista ovarium yang banyak (polycystic ovaries), tidak mengalami ovulasi (pelepasan sel telur), mengalami kondisi pra-diabetes, kista ovariumku pecah, rambutku rontok parah, dan berat badanku naik terus tanpa bisa dikontrol. Itu adalah gejala klasik dari PMOS. Jadi, pada masa-masa itu, kemungkinan besar aku memang tidak bisa hamil."

2. Konsumsi suplemen

perempuan ini bisa hamil walau mengidap PMOS (3)
instagram.com/weightloss

Tips pertama, dari Tallene adalah suplemen, jika kamu kini sedang berjuang untuk hamil. Maka, ia menyarankan untuk mulai mengonsumsi Inositol.

“Inositol adalah suplemen yang paling banyak diteliti untuk PMOS. Suplemen ini membantu proses ovulasi, meningkatkan kualitas sel telur, dan mengatasi resistensi insulin. Dan ini bukan sembarang inositol, melainkan kombinasi Myo & D-Chiro Inositol dengan rasio 40:1, dosisnya 4.000 mg per hari. Banyak dari kita yang mengidap PMOS memiliki bakat genetik resistensi insulin, dan perubahan diet saja terkadang tidak cukup. Jadi, menggabungkan keduanya adalah langkah yang paling ideal," lanjutnya.

3. Mulai mengubah pola makan

perempuan ini bisa hamil walau mengidap PMOS (4)
instagram.com/pcos.weightloss

Tips kedua, mulailah untuk mengubah pola makan. Bagi Tallene, berhenti mengonsumsi gluten dan produk susu (dairy free) dalam rutinas sehari-hari, benar-benar bisa mengubah segalanya. 

“Percayalah, ini sangat layak dicoba selama 30 hari untuk melihat apakah tubuhmu sensitif terhadap makanan-makanan tersebut. Lihat deh semua teman-teman di komunitas privatku, mereka berhasil menurunkan berat badan dan memulihkan gejala mereka hanya dengan menghindari gluten dan produk susu serta mengikuti tips-tips dariku. PMOS adalah kondisi peradangan, dan mengonsumsi makanan pemicu radang seperti gluten dan susu bisa memperparah gejalanya. Tapi karena kondisi tubuh setiap orang berbeda, silakan dicoba dulu dan lihat bagaimana efeknya di tubuhmu," ujarnya.

4. Mengelola tingkat stres dengan baik

perempuan ini bisa hamil walau mengidap PMOS (5)
instagram.com/pcos.weightloss

Tips ketiga, mengelola tingkat stres. Ia mengatakan pada bulan pertama mulai mencoba untuk hamil, Tallene benar-benar serius dalam mengelola stres. Ia merencanakan liburan tepat pada minggu ovulasi, bahkan ia membatalkan semua rencana pertemuan jika dirasa hal itu memicu stres. 

“Aku bahkan langsung keluar dari ruangan jika ada topik pembicaraan yang bikin stres. Aku sangat berhati-hati menjaga tingkat stresku karena aku tahu dari hasil pemantauan masa ovulasiku, bahwa aku bisa saja gagal ovulasi jika terlalu banyak pikiran atau stres,” tambahnya.

5. Hindari faktor pemicu stres kecil

perempuan ini bisa hamil walau mengidap PMOS (6)
instagram.com/pcos.weightloss

Ternyata, sebelum akhirnya Tallene berhasil mengontrol tingkat stres, ia mencoba berbagai cara dalam mengelolanya. Beberapa hal tanpa sadar bisa memicu stres pada perempuan, seperti olahraga berlebih, kurang tidur, terlalu sibuk kesana kemari tanpa meluangkan waktu hanya untuk meditasi 5 menit. 

Kamu, bisa sadari pentingnya pemicu stres kecil seperti ini sejak awal, sehingga keseimbangan hormon serta kemampuan tubuhmu lebih siap berovulasi ya, Ma.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More