Belakangan ini, kasus influenza A tengah menjadi perhatian seiring perubahan cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi daya tahan tubuh.
10 Gejala Influenza A saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

Influenza A pada ibu hamil dapat ditandai demam minimal 38°C, menggigil, batuk, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, nyeri tubuh, sakit kepala, lemas, muntah, atau diare.
Perubahan sistem kekebalan saat hamil meningkatkan kerentanan terhadap influenza A, dengan risiko rawat inap, persalinan prematur, serta dampak demam tinggi pada perkembangan janin.
Pencegahan utama ialah vaksin influenza setelah konsultasi tenaga kesehatan; bila bergejala, segera periksa ke dokter, hindari obat bebas tanpa arahan, cukup istirahat, dan penuhi cairan.
Kondisi tersebut perlu diwaspadai oleh ibu hamil karena perubahan sistem kekebalan selama kehamilan dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit.
Influenza A pada ibu hamil tidak boleh dianggap sepele karena dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan Mama maupun janin. Untuk itu, Mama pun perlu mengenali tanda-tanda influenza A selama kehamilan agar dapat lebih waspada.
Yuk, simak gejala influenza A saat hamil, yang Popmama.com telah siapkan di bawah ini, Ma!
1. Influenza A pada ibu hamil

Popmama.com/Nindiani Rizka Dwiningtyas/AI Influenza A merupakan salah satu jenis virus flu yang paling umum menginfeksi manusia. Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), virus influenza A menjadi satu-satunya jenis virus influenza yang diketahui dapat menyebabkan pandemi, yaitu penyebaran penyakit secara luas hingga ke berbagai negara.
Meski termasuk infeksi yang umum terjadi, ibu hamil tetap perlu mewaspadai penularan influenza A. Mengutip dari Healthline, berikut sejumlah gejala yang dapat muncul dan perlu Mama kenali:
Demam dengan suhu 38 derajat Celsius atau lebih
Menggigil
Sakit tenggorokan
Batuk
Hidung tersumbat
Nyeri tubuh atau otot
Sakit kepala
Tubuh terasa lemas dan mudah lelah
Muntah
Diare
2. Risiko terkena influenza A saat hamil

Popmama.com/Nindiani Rizka Dwiningtyas/AI Kehamilan dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh, sehingga ibu hamil lebih rentan terkena infeksi seperti influenza. Saat mengalami flu selama kehamilan, risiko terjadinya beberapa komplikasi juga dapat meningkat, seperti:
Harus menjalani perawatan di rumah sakit
Persalinan prematur sebelum usia kehamilan 37 minggu
Kelahiran prematur
Dalam kasus yang sangat jarang, meningkatkan risiko kematian akibat influenza
Selain berdampak pada kesehatan Mama, influenza selama kehamilan juga dapat memengaruhi kondisi janin. Demam tinggi yang menyertai infeksi saat hamil dikaitkan dengan risiko kelainan bawaan tertentu, seperti kelainan tabung saraf dan perubahan pada perkembangan jantung janin.
3. Cara mencegah terkena influenza A saat hamil

Popmama.com/Nindiani Rizka Dwiningtyas/AI Salah satu langkah utama untuk mencegah influenza A selama kehamilan adalah mendapatkan vaksin influenza. CDC merekomendasikan ibu hamil untuk menerima vaksin influenza, tetapi Mama tetap disarankan berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan terlebih dahulu untuk menentukan jenis vaksin yang sesuai.
Konsultasi dengan tenaga kesehatan juga penting dilakukan, terutama bagi Mama yang memiliki riwayat alergi atau pernah mengalami reaksi setelah mendapatkan vaksin sebelumnya.
Studi yang diterbitkan dalam Clinical Infectious Diseases pada 2018 menunjukkan bahwa vaksinasi influenza selama kehamilan dapat menurunkan risiko ibu hamil menjalani rawat inap akibat flu rata-rata hingga 40 persen.
Selain melindungi Mama, vaksinasi selama kehamilan juga dapat memberikan perlindungan bagi bayi setelah lahir dan membantu menurunkan risiko terkena influenza atau dirawat di rumah sakit akibat flu pada beberapa bulan pertama kehidupannya.
4. Tips meredakan gejala influenza A saat hamil

Popmama.com/Nindiani Rizka Dwiningtyas/AI Jika Mama mulai mengalami gejala influenza atau merasakan keluhan yang tidak biasa dan mengkhawatirkan, segera periksakan diri ke dokter.
Sebelum mengonsumsi obat yang dijual bebas selama kehamilan, Mama juga perlu berkonsultasi dengan dokter kandungan karena tidak semua obat aman atau direkomendasikan untuk ibu hamil.
Selain mendapatkan penanganan yang tepat, istirahat yang cukup juga penting agar tubuh memiliki waktu untuk memulihkan diri dan melawan infeksi.
Mama juga perlu memastikan kebutuhan cairan harian tetap terpenuhi serta mengonsumsi makanan bergizi untuk membantu mendukung proses pemulihan tubuh.
Nah, itu dia rangkuman mengenai gejala influenza A saat hamil. Semoga informasinya dapat membantu, ya, Ma!















-JJbxGSTv3ohaSAEKEjBfnEz8vIvZmemi.png)





-n5iLyXMs9vKIPSPR34aLXgS0ovWCR8ib.jpg)