Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Ibu Hamil Susah Tidur di Malam Hari? Ini Penyebabnya
Pexels/Polina
  • Insomnia sering dialami ibu hamil sejak trimester awal hingga menjelang persalinan, dipicu perubahan hormon yang mengganggu kenyamanan tidur dan menyebabkan tubuh terasa lelah keesokan harinya.
  • Perut membesar, nyeri punggung, serta sering buang air kecil membuat posisi tidur sulit nyaman dan menyebabkan ibu hamil kerap terbangun di malam hari.
  • Heartburn akibat asam lambung naik serta kecemasan menjelang persalinan turut memperburuk kualitas tidur, sehingga disarankan berkonsultasi dengan dokter bila gangguan berlangsung lama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Susah tidur atau insomnia menjadi salah satu keluhan yang paling sering dialami selama kehamilan. Kondisi ini dapat muncul sejak trimester pertama hingga menjelang persalinan, bahkan cenderung semakin sering terjadi seiring bertambahnya usia kehamilan.

Gangguan tidur saat hamil bukan hanya membuat tubuh terasa lelah pada keesokan harinya, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan ibu bila berlangsung terus-menerus. Karena itu, penting bagi ibu hamil untuk mengetahui penyebabnya agar dapat menemukan cara mengatasinya dengan tepat.

Berikut Popmama.com rangkum berbagai alasan kenapa ibu hamil susah tidur di malam hari.

1. Perubahan hormon mengganggu kualitas tidur

Pexels/Polina

Perubahan hormon menjadi salah satu penyebab utama insomnia pada awal kehamilan. Peningkatan hormon progesteron memang membuat ibu lebih mudah mengantuk pada siang hari, tetapi juga dapat menyebabkan tidur malam menjadi tidak nyenyak dan lebih sering terbangun.

Selain itu, peningkatan hormon estrogen dapat menyebabkan hidung tersumbat selama kehamilan (pregnancy rhinitis), sehingga pernapasan saat tidur menjadi kurang nyaman.

Dikutip dari Mayo Clinic, perubahan hormon selama kehamilan merupakan salah satu penyebab utama gangguan tidur yang dialami ibu hamil.

2. Perut yang membesar membuat posisi tidur tidak nyaman

Pexels/cottonbro studio

Memasuki trimester kedua dan ketiga, ukuran rahim yang semakin besar membuat ibu kesulitan menemukan posisi tidur yang nyaman.

Tak hanya itu, bertambahnya berat badan selama kehamilan juga memberikan tekanan pada punggung, panggul, dan persendian sehingga muncul rasa pegal atau nyeri saat berbaring. Pada trimester pertama, sebagian ibu juga masih mengalami nyeri payudara akibat perubahan hormon.

Kondisi tersebut membuat ibu hamil lebih sering berganti posisi tidur atau terbangun beberapa kali sepanjang malam.

3. Sering buang air kecil membuat tidur terganggu

Pexels/Miriam Alonso

Keinginan buang air kecil yang lebih sering juga menjadi penyebab umum ibu hamil susah tidur.

Pada awal kehamilan, peningkatan volume darah membuat ginjal menghasilkan lebih banyak urine. Sementara pada trimester ketiga, rahim yang semakin besar dan posisi kepala janin yang mulai turun akan menekan kandung kemih sehingga ibu lebih sering terbangun pada malam hari untuk ke toilet.

Meski mengganggu waktu istirahat, kondisi ini merupakan perubahan normal yang terjadi selama kehamilan.

4. Heartburn atau asam lambung naik saat malam hari

Pexels/Amina Filkins

Heartburn atau sensasi terbakar di dada juga sering menjadi penyebab ibu hamil sulit tidur.

Perubahan hormon membuat otot antara lambung dan kerongkongan menjadi lebih rileks sehingga asam lambung lebih mudah naik. Selain itu, rahim yang semakin membesar turut memberikan tekanan pada lambung sehingga keluhan ini sering muncul ketika ibu berbaring.

Untuk mengurangi gejalanya, ibu hamil disarankan menghindari makan dalam porsi besar menjelang tidur dan memberi jeda sekitar dua hingga tiga jam sebelum berbaring.

5. Kecemasan selama kehamilan membuat mata sulit terpejam

Pinterest.com/apaonpregnancy

Selain perubahan fisik, faktor emosional juga berperan besar terhadap kualitas tidur ibu hamil.

Banyak calon mama merasa cemas memikirkan proses persalinan, kesehatan bayi, hingga kesiapan menjadi orang tua. Pikiran yang terus aktif menjelang waktu tidur membuat sebagian ibu sulit memulai tidur atau sering terbangun di tengah malam.

Itu penjelasan kenapa ibu hamil susah tidur di malam hari. Jika insomnia berlangsung dalam waktu lama hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Kurang tidur yang berkepanjangan selama kehamilan dikaitkan dengan meningkatnya risiko beberapa komplikasi, seperti diabetes gestasional, preeklamsia, persalinan prematur, hingga depresi pasca persalinan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article