Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Keputihan saat Hamil Trimester Kedua, Apakah Berbahaya? Ini Faktanya!

Keputihan saat Hamil Trimester Kedua, Apakah Berbahaya? Ini Faktanya!
Vecteezy/Ecaterina Tolicova
Intinya Sih
  • Keputihan saat hamil trimester kedua umumnya normal akibat perubahan hormon dan peningkatan aliran darah, namun tetap perlu diperhatikan bila ada perubahan warna, bau, atau gejala lain.
  • Keputihan tidak normal ditandai warna kuning atau hijau, bau menyengat, gatal, nyeri buang air kecil, atau pembengkakan yang bisa menandakan infeksi dan perlu pemeriksaan medis segera.
  • Ibu hamil disarankan menjaga kebersihan area intim dengan pakaian dalam katun bersih, menghindari sabun beraroma, serta menjaga pola makan bergizi untuk mencegah infeksi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Selama kehamilan, tubuh bumil (ibu hamil) akan mengalami berbagai perubahan. Meski sebagian besar merupakan proses yang normal, perubahan tersebut terkadang menimbulkan kekhawatiran, mulai dari spotting, flek, hingga keputihan yang muncul selama masa kehamilan.

Memasuki trimester kedua, banyak ibu hamil mulai merasa lebih nyaman karena keluhan di awal kehamilan, seperti mual dan muntah, biasanya mulai berkurang. Namun, beberapa perubahan pada tubuh masih dapat terjadi, salah satunya adalah keputihan. Lantas, apakah keputihan saat hamil trimester kedua merupakan kondisi yang normal?

Dikutip dari Healthline, peningkatan keputihan selama kehamilan umumnya merupakan hal yang normal akibat perubahan hormon dan meningkatnya aliran darah ke area vagina. Meski demikian, ibu hamil tetap perlu mewaspadai perubahan pada warna, bau, jumlah, maupun gejala yang menyertainya karena dapat menjadi tanda infeksi atau kondisi tertentu yang memerlukan penanganan medis.

Berikut Popmama.com telah merangkum informasi mengenai keputihan saat hamil trimester kedua beserta fakta-fakta yang perlu diketahui.

1. Keputihan yang normal di trimester kedua kehamilan

Ilustrasi keputihan
Pexels/Sora Shimazaki

Selama trimester kedua, ibu hamil dapat mengalami peningkatan cairan yang keluar dari vagina, anus, maupun puting payudara akibat perubahan hormon dan proses alami kehamilan. Sebagian besar kondisi ini normal, tetapi perubahan warna, bau, jumlah, atau munculnya keluhan lain perlu diwaspadai karena dapat menjadi tanda infeksi atau masalah kehamilan.

Mengutip dari Healthline, keputihan normal dialami selama kehamilan umumnya berwarna putih susu atau bening, bertekstur agak kental seperti putih telur, dan memiliki bau yang ringan. Selama mengalami gejala di atas, keputihan yang Mama alami masih tergolong normal.

2. Ciri-ciri keputihan di trimester kedua yang tidak normal

Ilustrasi keputihan
Pexels/Sora Shimazaki

Meski keputihan di trimester kedua tergolong normal, tetapi ada keputihan yang tidak normal. Keputihan di trimester kedua yang tidak normal yakni berwarna kuning, hijau, atau menyerupai nanah, berbau menyengat, disertai rasa gatal, nyeri saat buang air kecil, atau pembengkakan pada area genital.

Kondisi di atas dapat mengindikasikan infeksi, seperti infeksi jamur atau infeksi menular seksual, sehingga perlu segera diperiksakan ke dokter. Selain itu, keluarnya cairan bening dalam jumlah banyak atau terus-menerus dapat menjadi tanda ketuban pecah dini dan memerlukan penanganan medis segera. 

3. Mengapa ibu hamil trimester kedua mengalami keputihan?

Ilustrasi keputihan
Pexels/Nataliya Vaitkevich

Ada beberapa alasan mengapa ibu hamil mengalami peningkatan keputihan pada usia kehamilan 13-26 minggu:

  • Perubahan hormon: Peningkatan kadar hormon estrogen dan progesteron memicu kelenjar di leher rahim dan dinding vagina untuk memproduksi lebih banyak cairan.
  • Aliran darah: Aliran darah ke area panggul dan vagina meningkat secara signifikan selama kehamilan, yang merangsang produksi lendir lebih banyak.
  • Fungsi perlindungan: Cairan ini berfungsi sebagai mekanisme pertahanan alami untuk menjaga vagina tetap bersih, menjaga keseimbangan pH, dan mencegah bakteri atau mikroorganisme berbahaya masuk ke rahim yang dapat menginfeksi janin.

4. Tips menjaga kebersihan area intim saat hamil 

Ilustrasi keputihan
Vecteezy/Suningsih

Keputihan normal selama kehamilan umumnya tidak memerlukan pengobatan. Namun, untuk mengurangi rasa tidak nyaman sekaligus menurunkan risiko infeksi, ibu hamil perlu menjaga kebersihan area kewanitaan dengan baik.

Berikut adalah tips menjaga kebersihan area intim saat hamil:

  • Gunakan celana dalam berbahan katun yang longgar dan mudah menyerap keringat
  • Ganti secara rutin jika terasa lembap
  • Bersihkan area genital dari arah depan ke belakang untuk mencegah perpindahan bakteri dari anus ke vagina
  • Hindari penggunaan pembersih kewanitaan beraroma, sabun antiseptik, maupun douching karena dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di vagina
  • Ibu hamil juga dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi, termasuk yogurt yang mengandung probiotik
  • Mengelola stres dengan baik karena keduanya dapat membantu menjaga kesehatan tubuh dan mendukung keseimbangan flora normal vagina

Itulah tadi informasi mengenai keputihan saat hamil trimester kedua beserta fakta-fakta yang perlu diketahui. Semofa informasi ini bermanfaat!

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara

Related Articles

See More