Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Melahirkan Caesar Tetap Bisa IMD, Ibu Hamil Perlu Tahu Faktanya
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
  • IMD bisa dilakukan setelah operasi caesar asalkan kondisi ibu dan bayi sehat serta didukung oleh tim medis dan fasilitas rumah sakit.

  • Proses IMD membantu bayi beradaptasi, menjaga suhu tubuh, merangsang produksi ASI, dan menurunkan risiko kematian bayi baru lahir.

  • Bagi ibu, IMD mempercepat kontraksi rahim, memperkuat ikatan emosional dengan bayi, serta meningkatkan kepercayaan diri dalam menyusui.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Proses Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dilakukan segera setelah bayi lahir dengan metode skin-to-skin contact, yaitu bayi diletakkan di dada Mama selama minimal 30–60 menit atau hingga bayi mulai menyusu. IMD menjadi langkah awal untuk memulai pemberian ASI dan membantu bayi beradaptasi setelah lahir.

Masih banyak yang mengira IMD hanya dapat dilakukan setelah persalinan normal. Padahal, IMD juga dapat dilakukan pada Mama yang melahirkan melalui operasi caesar. Dengan penanganan yang tepat, proses menyusui dini tetap bisa dimulai,  sehingga manfaat IMD tetap dapat diperoleh.

Berikut Popmama.com rangkum informasi penjelasan lebih lanjut soal melahirkan tetap bisa IMD.

Melahirkan Caesar Tetap Bisa IMD

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

dr. I Gede Bagus Arya Maharta, Sp.OG melalui akun Instagram @dokter_kandungan_tabanan menjelaskan bahwa IMD tetap dapat dilakukan setelah operasi sesar. Namun, ada beberapa kondisi yang perlu dipenuhi agar IMD dapat dilakukan, yaitu:

  • Kondisi mama dalam keadaan sehat.

  • Bayi lahir sehat dan menangis kuat.

  • Mama maupun bayi tidak memerlukan tindakan medis darurat.

  • Tim medis serta rumah sakit mendukung pelaksanaan protokol IMD.

Kapan IMD Dilakukan saat Melahirkan Caesar?

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Pada persalinan caesar, IMD dapat dilakukan setelah bayi lahir. Bahkan, proses ini dapat dimulai saat Mama masih berada di ruang operasi, ketika dokter kandungan masih menyelesaikan tindakan operasi.

Selama IMD berlangsung, bayi akan diletakkan di dada mama untuk melakukan kontak kulit. Bidan dan perawat akan membantu mengatur posisi bayi sekaligus memastikan jalan napasnya tetap terbuka dan bayi berada dalam kondisi aman selama proses IMD berlangsung.

Manfaat IMD bagi Bayi

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Ada berbagai manfaat IMD untuk bayi, di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatkan peluang ASI eksklusif
    Bayi yang menjalani IMD memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan. Kontak langsung dengan sejak lahir membantu bayi lebih cepat mengenali payudara dan memulai proses menyusu, sehingga pemberian ASI dapat berlangsung lebih optimal.

  2. Membantu menjaga suhu tubuh bayi tetap stabil
    Kontak kulit antara mama dan bayi saat IMD membantu menjaga suhu tubuh bayi tetap stabil. Hal ini penting karena bayi baru lahir belum mampu mengatur suhu tubuhnya dengan baik, sehingga IMD dapat membantu menurunkan risiko hipotermia.

  3.  Merangsang produksi ASI
    Saat bayi mulai mencari puting dan menyusu, tubuh mama akan melepaskan hormon oksitosin. Hormon ini berperan dalam merangsang pengeluaran ASI sehingga proses menyusui dapat dimulai lebih cepat dan produksi ASI menjadi lebih lancar.

  4.  Menurunkan risiko kematian bayi baru lahir
    Menurut WHO, pemberian ASI segera setelah lahir dapat membantu menurunkan risiko kematian bayi baru lahir hingga 22 persen. Oleh karena itu, IMD menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung kesehatan dan keselamatan bayi sejak awal kehidupannya.

Manfaat IMD bagi Mama

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Selain memberikan manfaat bagi bayi, IMD juga membawa berbagai manfaat bagi Mama setelah melahirkan. Beberapa manfaatnya antara lain:

  1. Membantu rahim berkontraksi lebih cepat
    Saat bayi mulai menyusu, tubuh Mama akan melepaskan hormon oksitosin. Hormon ini membantu rahim berkontraksi sehingga proses pemulihan setelah melahirkan berlangsung lebih baik dan risiko perdarahan dapat berkurang.

  2. Memperkuat ikatan emosional dengan bayi
    Kontak kulit saat IMD membantu membangun kedekatan emosional antara Mama dan bayi. Momen ini membuat Mama dan bayi saling mengenali melalui sentuhan, suara, dan aroma tubuh sehingga hubungan keduanya menjadi lebih erat.

  3. Meningkatkan kepercayaan diri Mama dalam menyusui
    Pengalaman menyusui sejak awal kelahiran dapat membuat Mama lebih siap memberikan ASI secara eksklusif dan mengatasi berbagai tantangan menyusui pada hari-hari pertama setelah persalinan.

Cara Mempersiapkan IMD pada Persalinan Caesar

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Mama yang berencana menjalani operasi sesar sebaiknya mempersiapkan pelaksanaan IMD sejak masa kehamilan. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mendukung IMD setelah persalinan caesar, yaitu:

  1. Pilih fasilitas kesehatan yang mendukung IMD
    Pastikan Mama memilih rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang memiliki kebijakan dan tenaga medis yang mendukung pelaksanaan IMD, termasuk pada persalinan caesar.

  2. Pelajari informasi tentang IMD
    Cari tahu manfaat, prosedur, dan pelaksanaan IMD sebelum hari persalinan. Mama juga dapat berdiskusi dengan dokter atau bidan agar memahami proses yang akan dijalani.

  3. Libatkan suami dan keluarga
    Beritahukan kepada suami maupun keluarga bahwa Mama ingin menjalani IMD setelah melahirkan. Dukungan mereka dapat membantu menyampaikan keinginan tersebut kepada tim medis bila diperlukan.

  4. Jaga kondisi fisik selama kehamilan
    Menjaga kesehatan selama kehamilan dengan mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat cukup, dan rutin memeriksakan kehamilan dapat membantu mempersiapkan tubuh menghadapi persalinan sekaligus mendukung pelaksanaan IMD.

Itu tadi penjelasan soal melahirkan caesar tetap bisa IMD. Semoga informasi ini bisa jadi wawasan baru bagi ibu hamil.

Curated For You

Editorial Team

Related Article