7 Tips Memilih Baju Lebaran Untuk Ibu Hamil yang Nyaman

Menjelang Lebaran, ibu hamil disarankan memilih busana yang nyaman dan aman karena perubahan tubuh membuat mereka lebih mudah lelah serta sensitif.
Artikel Popmama.com membagikan tujuh tips penting.
Kenyamanan dan keamanan menjadi prioritas utama.
Menjelang lebaran, banyak ibu hamil ingin tetap tampil rapi dan cantik saat berkumpul bersama keluarga. Momen silaturahmi yang hangat sering membuat Mama ingin mengenakan busana terbaik. Namun, di tengah semangat memilih pakaian yang menarik, kenyamanan tetap perlu menjadi perhatian utama.
Hal ini karena selama kehamilan tubuh mengalami berbagai perubahan, termasuk perubahan hormon yang dapat membuat ibu hamil lebih cepat lelah, mudah merasa gerah, dan berkeringat. Kondisi tersebut membuat pemilihan pakaian tidak bisa sembarangan, terutama jika akan dikenakan dalam waktu lama.
Untuk membantu Mama menentukan pilihan, berikut Popmama.com sajikan tips memilih baju lebaran untuk ibu hamil. Yuk simak, Ma!
Table of Content
1. Pilih baju yang tidak terlalu ketat

Pada trimester pertama dan kedua, sebagian ibu hamil mungkin masih bisa mengenakan pakaian yang biasa dipakai sehari-hari. Namun, seiring bertambahnya usia kehamilan, terutama memasuki trimester ketiga, pakaian yang terlalu ketat bisa membuat tubuh terasa sesak dan tidak nyaman.
Baju yang sempit juga dapat membatasi ruang gerak, sehingga Mama akan lebih sulit beraktivitas, seperti saat duduk, berdiri, atau berjalan. Bahkan ketika makan saat berkumpul bersama keluarga, pakaian yang ketat bisa membuat perut terasa semakin penuh dan menimbulkan rasa pengap.
2. Sesuaikan panjang baju

Keselamatan menjadi hal penting yang perlu diperhatikan selama kehamilan. Salah satu cara mengantisipasinya adalah dengan tidak memilih baju lebaran yang terlalu panjang atau menjuntai hingga menyentuh lantai.
Pakaian yang terlalu panjang berisiko membuat Mama tersangkut atau tersandung saat berjalan, yang tentu dapat membahayakan kehamilan. Selain itu, baju yang terlalu panjang juga bisa membuat ibu hamil tidak leluasa bergerak. Mama mungkin harus terus mengangkat atau memperhatikan ujung pakaian saat berjalan, sehingga lebih cepat merasa lelah.
3. Pilih baju dengan bahan yang fleksibel

Saat memilih baju lebaran, Mama sebaiknya memperhatikan bahan pakaian yang digunakan. Usahakan memilih bahan yang fleksibel atau sedikit elastis agar dapat menyesuaikan dengan perubahan bentuk tubuh selama kehamilan. Dengan begitu, pakaian tidak terasa terlalu ketat, tetapi juga tidak terlihat terlalu longgar saat dikenakan.
Bahan yang fleksibel juga membantu Mama bergerak lebih nyaman saat beraktivitas, misalnya saat duduk, makan bersama keluarga, atau bersandar untuk beristirahat sejenak. Pakaian yang mudah menyesuaikan dengan gerakan tubuh akan membuat Mama tetap merasa nyaman meski harus mengenakannya dalam waktu cukup lama.
4. Pilih baju yang lembut dan menyerap keringat

Sebaiknya hindari baju dengan bahan yang kasar atau tidak mudah menyerap keringat. Jenis bahan seperti ini bisa membuat kulit terasa panas, lengket, dan tidak nyaman, terutama jika dikenakan dalam waktu lama.
Ibu hamil juga cenderung lebih mudah berkeringat karena perubahan hormon. Jika bahan pakaian tidak mampu menyerap keringat dengan baik, tubuh bisa terasa semakin gerah dan tidak nyaman. Karena itu, Mama dapat memilih bahan yang lembut dan adem seperti katun, rayon, atau linen.
Bahan-bahan tersebut dikenal lebih ringan, mudah menyerap keringat, dan terasa nyaman di kulit. Selain membantu menjaga tubuh tetap sejuk, bahan yang lembut dapat mengurangi risiko iritasi pada kulit ibu hamil yang biasanya menjadi lebih sensitif.
5. Pilih baju yang mudah dilepas saat ingin ke kamar mandi

Saat hamil, Mama biasanya lebih sering ingin buang air kecil. Karena itu, penting memilih baju lebaran yang mudah dilepas agar Mama tidak kesulitan ketika harus ke kamar mandi.
Pilihlah model pakaian yang praktis, misalnya dress dengan kancing depan, gamis dengan resleting, atau atasan dan bawahan yang terpisah. Model seperti ini akan memudahkan Mama saat ingin buang air kecil atau buang air besar tanpa perlu repot membuka pakaian.
6. Hindari baju dengan terlalu banyak aksesori

Baju lebaran sering hadir dengan berbagai model yang menarik. Beberapa di antaranya dilengkapi detail tambahan seperti renda, pita, tali yang menjuntai, atau hiasan lainnya agar terlihat lebih cantik dan elegan.
Mama sebaiknya menghindari pakaian yang terlalu ramai dengan aksesori. Detail yang berlebihan bisa membuat pakaian terasa lebih berat dan kurang praktis saat dikenakan. Selain itu, aksesori yang menjuntai atau terlalu banyak juga berisiko tersangkut pada benda di sekitar.
7. Perhatikan kualitas jahitan

Selama kehamilan, pakaian akan lebih sering tertarik mengikuti perubahan bentuk tubuh, terutama saat Mama duduk, berdiri, atau bergerak. Karena itu, kualitas jahitan pada baju lebaran perlu diperhatikan terutama untuk ibu hamil yang sudah memasuki trimester ketiga.
Jahitan yang kurang kuat bisa membuat pakaian terasa tertarik atau bahkan berisiko robek saat digunakan. Sebelum membeli, pastikan jahitan pakaian terlihat rapi dan kuat. Dengan begitu, baju tetap nyaman dipakai dan Mama bisa bergerak lebih leluasa.
Nah, itu dia tips memilih baju lebaran untuk ibu hamil. Yuk mulai persiapkan untuk lebaran, Ma!


















