- Kafein
Apakah Ibu Hamil Boleh Minum Minuman Energi? Ini Risiko dan Batas Aman Kafein

- Minuman berenergi mengandung kafein, gula, karbohidrat, dan natrium dalam kadar tinggi
- Konsumsi minuman berenergi dapat membahayakan kesehatan ibu hamil dan janin
- Sebaiknya hindari minuman berenergi saat hamil, cari cara alami untuk meningkatkan energi
Saat hamil, Mama mungkin sering mengalami kelelahan atau merasa tidak bertenaga. Beberapa penyebabnya antara lain karena perubahan hormon, berkurangnya tekanan darah, stres, cemas atau perubahan suasana hati.
Menjelang akhir kehamilan, kelelahan dapat disebabkan penambahan berat badan dan perut yang semakin membesar. Selain itu juga Mama harus mempersiapkan banyak hal untuk menyambut si Kecil.
Minuman berenergi sering kali dikonsumsi untuk menambah tenaga. Tetapi, apakah minuman ini aman untuk ibu hamil? Simak ulasan mengenai konsumsi minuman berenergi saat hamil pada ulasan Popmama.com berikut ini, Ma
Table of Content
Kandungan Minuman Berenergi

Sebelum memutuskan untuk mengonsumsinya, ketahui kandungannya terlebih dahulu. Secara umum, minuman berenergi memiliki kandungan sebagai berikut ini:
Konsumsi kafein yang berlebihan saat hamil dapat menimbulkan beberapa risiko, salah satunya menghambat tumbuh kembang janin. Setelah dilahirkan, bayi juga berpotensi mengalami kondisi tertentu, antara lain ADHD. Kafein juga menyebabkan Mama mengalami sulit tidur, cemas, mudah marah, peningkatan tekanan darah, hingga jantung berdebar-debar.
- Gula
Terlalu banyak mengonsumsi gula dapat membuat berat badan bertambah dan membuat kadar gula turun drastis setelah makan. Perlu diingat, meski Mama tidak memiliki riwayat diabetes sebelumnya, ibu hamil berisiko terkena diabetes gestasional. Jadi, hindari konsumsi gula berlebihan, Ma.
- Karbohidrat
Karbohidrat dalam kadar berlebih dapat membuat berat badan saat hamil naik berlebihan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil yang mengonsumsi terlalu banyak minuman berenergi memiliki risiko mengalami keguguran atau melahirkan bayi dengan berat badan rendah. Minuman ini juga dapat menimbulkan komplikasi bagi ibu hamil yang memiliki hipertensi atau penyakit jantung.
- Natrium
Natrium atau sodium dalam kadar tinggi dapat menambah pembengkakan pada kaki dan tangan yang sering dialami ibu hamil serta perut kembung. Batasi kadar natrium tidak lebih dari 2300 miligram per hari.
Apakah Minuman Berenergi Aman untuk Ibu Hamil?

Jawabannya adalah tidak, Ma. Pada botol atau kemasan minuman berenergi, biasanya ditulis peringatan bahwa minuman ini sebaiknya tidak dikonsumsi oleh ibu hamil dan penderita penyakit tertentu.
Ketika hamil, plasenta akan tumbuh di rahim dan memasok janin dengan makanan dan oksigen melalui tali pusat. Semua yang Mama makan dan minum akan dikonsumsi oleh janin, termasuk minuman berenergi.
Minuman energi tidak dianjurkan selama kehamilan karena mengandung kadar kafein tinggi dan bahan-bahan lain yang tidak direkomendasikan untuk ibu hamil.
Efek Minuman Berenergi pada Ibu Hamil

Konsumsi minuman berenergi dapat menimbulkan risiko kesehatan yang membahayakan ibu hamil dan janin.
Bila dikonsumsi lebih dari 950 ml, minuman berenergi diketahui dapat membawa perubahan tekanan darah dan perubahan fungsi jantung berbahaya.
Studi yang dilakukan Sachin A. Shah dari University of the Pacific dan tim menemukan bahwa minuman berenergi lebih berbahaya karena mengandung banyak stimulan selain kafein.
Cara Alami Meningkatnya Energi saat Hamil

Alih-alih mengandalkan minuman khusus untuk meningkatkan energi atau mengatasi rasa lelah saat hamil, berikut beberapa cara alami yang dapat Mama lakukan:
- Pastikan Mama mendapatkan tidur dan istirahat yang cukup
- Mengurangi aktivitas yang menguras energi, termasuk mengubah durasi atau jenis olahraga yang biasa dilakukan
- Mengonsumsi nutrisi seimbang
- Penuhi asupan cairan
- Hindari terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung tepung dan karbohidrat
Jika Mama terus-terusan mengalami kelelahan meski sudah melakukan beberapa hal untuk mengatasinya, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Kelelahan bisa jadi merupakan indikasi komplikasi atau kondisi tertentu, misalnya anemia.
Itulah informasi keamanan konsumsi minuman berenergi saat hamil. Nah, karena efeknya buruk bagi ibu hamil dan janin, hindari konsumsi minuman berenergi ya, Ma!
FAQ Seputar Bolehkah Ibu Hamil Minum Minuman Energi
| Apakah ibu hamil boleh minum minuman energi? | Secara umum, ibu hamil tidak disarankan mengonsumsi minuman energi karena kandungan kafein dan zat tambahan lainnya cukup tinggi. Konsumsi kafein berlebihan saat hamil dapat meningkatkan risiko gangguan pada kehamilan. |
| Berapa batas aman kafein untuk ibu hamil? | Sebagian besar ahli menyarankan batas konsumsi kafein maksimal sekitar 200 mg per hari selama kehamilan. Jumlah ini setara dengan sekitar satu cangkir kopi, namun kadar kafein dalam minuman energi bisa bervariasi dan sering kali lebih tinggi. |
| Apa risiko minuman energi bagi janin? | Kandungan kafein dan gula tinggi dalam minuman energi dapat meningkatkan risiko berat badan lahir rendah, gangguan pertumbuhan janin, hingga peningkatan detak jantung pada ibu hamil jika dikonsumsi berlebihan. |
| Apa alternatif minuman yang lebih aman untuk ibu hamil? | Sebagai pengganti minuman energi, ibu hamil bisa memilih air putih, susu, jus buah tanpa tambahan gula, atau infused water. Minuman tersebut membantu menjaga energi tanpa risiko kadar kafein berlebih. |


















