Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hasil USG Perempuan, tapi Bayi Lahir Laki-Laki? Ini Penyebabnya
Magnific
  • USG menilai bentuk organ kelamin luar, bukan DNA atau kromosom. Sebelum 18 minggu, organ janin laki-laki dan perempuan masih mirip sehingga dapat sulit dibedakan.

  • Posisi janin, paha yang rapat, tali pusar di antara kaki, serta bayangan gelombang USG dapat menghalangi tampilan organ kelamin dan memengaruhi penilaian dokter.

  • Akurasi penentuan jenis kelamin lewat USG dapat mencapai 95-99 persen pada waktu tepat. USG ulang usia 22-28 minggu membantu mengonfirmasi hasil lebih jelas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat hamil, pemeriksaan USG menjadi salah satu momen yang dinantikan Mama untuk melihat perkembangan janin, termasuk mengetahui jenis kelaminnya. Namun, bagaimana jika hasil USG menunjukkan janin berjenis kelamin perempuan, tetapi saat lahir ternyata bayi berjenis kelamin laki-laki?

Kondisi ini mungkin membuat Mama bertanya-tanya, apakah dokter salah membaca hasil USG atau ada masalah pada alat pemeriksaannya? Menurut dr. Aditya Surya Pratama, MARS, FISQua, ada beberapa faktor yang bisa membuat hasil pemeriksaan jenis kelamin berbeda dengan kondisi saat bayi lahir.

Lantas, kenapa hal ini bisa terjadi? Berikut Popmama.com sudah merangkum penjelasannya untuk Mama. Yuk, disimak sampai habis!

Bentuk Organ Kelamin Janin Masih Mirip pada Awal Kehamilan

Magnific

Salah satu alasan hasil USG bisa berbeda dengan kondisi saat bayi lahir adalah bentuk organ kelamin janin yang masih mirip pada awal kehamilan. Pemeriksaan USG 2 dimensi maupun 4 dimensi hanya menilai bentuk organ kelamin bagian luar, bukan memeriksa DNA atau kromosom janin.

dr. Adit menjelaskan bahwa sebelum usia kehamilan 18 minggu, bentuk organ kelamin janin laki-laki dan perempuan terkadang masih sangat mirip. Hal ini karena penis dan klitoris berasal dari struktur embrio yang sama.

Akibatnya, bagian yang terlihat seperti bibir vagina atau labia pada layar USG bisa saja sebenarnya merupakan skrotum yang belum turun. Ukuran organ kelamin yang masih sangat kecil juga dapat membuat dokter kesulitan membedakannya.

Posisi Janin Bisa Memengaruhi Hasil Pemeriksaan USG

Magnific

Selain perkembangan organ kelamin, posisi janin selama pemeriksaan juga dapat memengaruhi ketepatan hasil USG. Menurut dr. Adit, hasil yang berbeda tidak selalu disebabkan oleh alat yang bermasalah, tetapi bisa terjadi karena posisi janin membuat area organ kelamin sulit terlihat.

Misalnya, ketika kedua paha janin terlalu rapat, area selangkangannya akan tertutup sehingga organ kelamin tidak terlihat dengan jelas. Kondisi serupa juga bisa terjadi ketika tali pusar berada di antara kedua kaki janin.

Posisi janin yang menunduk atau seperti sedang sujud juga dapat menyulitkan proses pemeriksaan. Selain itu, pantulan gelombang suara USG bisa menimbulkan bayangan (shadowing) yang membuat tampilan organ kelamin terlihat berbeda dari kondisi sebenarnya.

Akurasi USG untuk Menentukan Jenis Kelamin Bisa Mencapai 95-99 Persen

Magnific

Meski hasilnya terkadang berbeda, bukan berarti pemeriksaan USG hanya mengandalkan perkiraan. dr. Adit menjelaskan bahwa akurasi USG untuk menentukan jenis kelamin janin sebenarnya dapat mencapai 95-99 persen jika dilakukan pada waktu yang tepat.

“Jadi yang bikin meleset biasanya bukan salah alatnya, tapi posisi janin,” ujarnya dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya, @adityaspratama.

Artinya, pemeriksaan USG memiliki tingkat ketepatan yang tinggi, tetapi tetap ada kemungkinan terjadi kekeliruan. Posisi janin, ukuran organ kelamin, dan bagian tubuh yang terlihat di layar dapat memengaruhi penilaian dokter.

Oleh karena itu, hasil pemeriksaan USG perlu dipahami sesuai dengan kondisi saat pemeriksaan berlangsung. Jika organ kelamin janin belum terlihat dengan jelas, penentuan jenis kelamin bisa menjadi lebih sulit.

Pemeriksaan Ulang pada Usia Kehamilan 22-28 Minggu Bisa Membantu

Magnific

Jika Mama ingin memastikan kembali jenis kelamin janin, pemeriksaan USG ulang dapat membantu memberikan gambaran yang lebih jelas. Menurut dr. Adit, konfirmasi pada usia kehamilan 22-28 minggu melalui USG fetomaternal dapat menekan kemungkinan kekeliruan hingga mendekati 100 persen.

Ia juga menjelaskan bahwa sejumlah penelitian menunjukkan pemeriksaan pada trimester ketiga memiliki tingkat ketepatan visual yang paling optimal untuk menilai organ kelamin bagian luar.

Dengan demikian, Mama tidak perlu terburu-buru memastikan semua perlengkapan bayi berdasarkan hasil pemeriksaan awal. Jika ingin mulai berbelanja sebelum memasuki trimester ketiga, Mama bisa memilih perlengkapan dengan warna netral terlebih dahulu.

Hasil USG yang Berbeda Tidak Selalu Berarti Dokter Kurang Teliti

Magnific

Ketika hasil USG menunjukkan janin perempuan, tetapi bayi lahir dengan jenis kelamin laki-laki, Mama mungkin merasa bingung atau kecewa karena hasilnya tidak sesuai perkiraan. Namun, dr. Adit mengingatkan agar Mama tidak langsung menyalahkan dokter yang melakukan pemeriksaan.

Ada sejumlah faktor yang dapat menyulitkan penentuan jenis kelamin melalui USG, mulai dari bentuk organ kelamin yang belum terlihat jelas hingga posisi janin selama pemeriksaan.

Oleh karena itu, perbedaan hasil tersebut perlu dipahami dengan mempertimbangkan kondisi saat USG dilakukan. dr. Adit juga mengingatkan bahwa hal terpenting adalah bayi lahir dengan selamat dan sehat, begitu pula dengan Mama.

Nah, itu dia penjelasan soal hasil USG perempuan, tapi bayi lahir laki-laki. Jadi, Mama tidak perlu langsung khawatir karena ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi hasil pemeriksaan USG.

Curated For You

Editorial Team

Related Article