Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Tanda-Tanda Melahirkan Sudah Dekat meski Belum Kontraksi

4 min read
Tanda-Tanda Melahirkan Sudah Dekat meski Belum Kontraksi
Popmama.com/Sofya Wardhani/AI
  • Tanda melahirkan tanpa kontraksi yang jelas bisa meliputi keluarnya lendir bercampur darah, perut terasa turun, dan air ketuban merembes.

  • Pembukaan serviks, tekanan panggul, nyeri punggung bawah, serta mual atau diare juga bisa terjadi menjelang persalinan, tetapi tidak selalu menandakan persalinan segera dimulai.

  • Jika terjadi perdarahan, gerakan janin berkurang, atau muncul dorongan mengejan, segera hubungi tenaga kesehatan tanpa menunggu kontraksi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menjelang persalinan, Mama mungkin mulai memperhatikan berbagai perubahan pada tubuh yang menandakan si Kecil akan segera lahir. Namun, tanda-tanda tersebut tidak selalu disertai kontraksi atau rasa mulas yang jelas, sehingga terkadang sulit dikenali. 

Bahkan, sebagian ibu hamil mungkin baru mengetahui leher rahimnya mulai membuka saat menjalani pemeriksaan kehamilan. Kondisi ini disebut silent labor, yaitu ketika perubahan menuju persalinan berlangsung tanpa kontraksi yang jelas.

Lantas, apa saja tanda-tanda melahirkan sudah dekat meski belum kontraksi? Berikut Popmama.com telah merangkum informasinya.

  1. 1. Keluar lendir bercampur darah (bloody show)

    Keluar lendir bercampur darah (bloody show)
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Salah satu tanda yang dapat muncul menjelang persalinan adalah keluarnya lendir kental dari vagina yang berwarna bening, merah muda, atau disertai sedikit bercak darah. Kondisi ini dikenal sebagai bloody show dan terjadi ketika sumbat lendir yang melindungi leher rahim mulai terlepas seiring perubahan serviks menjelang persalinan.

    Keluarnya lendir bercampur darah bisa terjadi sebelum kontraksi terasa atau pada tahap awal persalinan. Namun, tanda ini tidak berarti Mama akan langsung melahirkan karena persalinan masih dapat berlangsung beberapa hari kemudian.

  2. 2. Posisi perut terlihat lebih turun

    Posisi perut terlihat lebih turun
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Menjelang persalinan, Mama mungkin menyadari posisi perut tampak lebih rendah dibandingkan sebelumnya. Perubahan ini dapat terjadi ketika kepala si Kecil mulai turun dan masuk ke rongga panggul sebagai persiapan menuju kelahiran. Mama mungkin merasa napas lebih lega karena tekanan pada diafragma berkurang.

    Meski begitu, posisi perut yang turun tidak selalu berarti persalinan akan segera dimulai. Perubahan ini bisa terjadi beberapa minggu hingga beberapa jam sebelum persalinan, terutama pada kehamilan pertama. Mama juga mungkin merasakan tekanan yang lebih besar di panggul atau perut bagian bawah meski belum mengalami kontraksi yang teratur. 

  3. 3. Air ketuban merembes tanpa kontraksi

    Air ketuban merembes tanpa kontraksi
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Air ketuban tidak selalu keluar dalam jumlah banyak. Pada sebagian ibu hamil, cairan ketuban dapat merembes perlahan atau menetes melalui vagina sehingga terkadang sulit dibedakan dari urine maupun keputihan. Cairan ketuban umumnya bening atau berwarna pucat dan terus merembes meski Mama sudah mengganti pakaian dalam.

    Pecahnya ketuban bisa terjadi sebelum kontraksi dimulai. Karena itu, jika Mama menduga air ketuban telah merembes, segera hubungi dokter atau bidan dan ikuti arahan untuk menjalani pemeriksaan, meskipun belum merasa mulas. Jangan menunggu kontraksi muncul, terutama jika cairan berwarna kehijauan, kecokelatan, berbau tidak biasa, atau disertai perdarahan. 

  4. 4. Ditemukan pembukaan serviks saat pemeriksaan

    Ditemukan pembukaan serviks saat pemeriksaan
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Sebagian ibu hamil tidak menyadari adanya perubahan pada leher rahim karena pembukaan awal dapat terjadi tanpa rasa mulas yang jelas. Kondisi ini bisa diketahui ketika dokter atau bidan melakukan pemeriksaan serviks untuk menilai apakah leher rahim mulai menipis dan membuka sebagai bagian dari proses persalinan.

    Namun, pembukaan serviks saja tidak dapat memastikan kapan si Kecil akan lahir. Perkembangan persalinan juga dinilai berdasarkan perubahan serviks dari waktu ke waktu serta kondisi Mama dan janin.

  5. 5. Lebih sering buang air kecil atau merasa Ingin BAB

    Lebih sering buang air kecil atau merasa Ingin BAB
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Ketika kepala si Kecil turun ke panggul, tekanan pada kandung kemih dapat meningkat sehingga Mama lebih sering ingin buang air kecil. Tekanan pada usus bagian bawah juga bisa menimbulkan sensasi ingin buang air besar, bahkan saat Mama belum benar-benar perlu BAB.

    Meski demikian, sering buang air kecil juga merupakan keluhan umum selama kehamilan sehingga tidak bisa dijadikan patokan bahwa persalinan sudah dekat. Mama perlu lebih waspada jika muncul dorongan mengejan yang kuat, terutama jika disertai tekanan panggul yang intens. 

  6. 6. Nyeri atau pegal di punggung bagian bawah

    Nyeri atau pegal di punggung bagian bawah
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Menjelang persalinan, sebagian ibu hamil mengalami nyeri atau pegal di punggung bagian bawah. Keluhan ini bisa terasa seperti nyeri tumpul yang menetap atau muncul sesekali, sehingga terkadang dianggap sebagai pegal biasa akibat bertambahnya berat badan dan perubahan postur selama kehamilan.

    Nyeri punggung dapat menyertai proses persalinan, tetapi tidak selalu menandakan bahwa pembukaan sudah terjadi. Mama perlu memperhatikan jika rasa nyeri muncul bersama tekanan panggul, kram perut, atau cairan yang merembes dari vagina.

  7. 7. Mual atau diare

    Mual atau diare
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Perubahan pencernaan, seperti mual atau diare ringan, terkadang dilaporkan menjelang persalinan. Keluhan ini bisa membuat Mama mengira sedang mengalami gangguan pencernaan biasa, terlebih jika belum ada kontraksi yang terasa. Pada sebagian ibu hamil, kram perut atau diare juga dapat muncul bersama tanda-tanda awal persalinan.

    Namun, mual dan diare bukan tanda pasti bahwa persalinan sudah dekat karena keduanya dapat disebabkan oleh berbagai kondisi lain, termasuk makanan atau infeksi saluran cerna. Mama perlu segera berkonsultasi jika diare atau muntah berlangsung terus-menerus, sulit minum, mengalami tanda dehidrasi, atau disertai demam dan nyeri perut. 

    Itulah tadi tanda-tanda melahirkan sudah dekat meski belum kontraksi. Semoga informasi ini membantu, ya, Ma.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More