Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Perut Terasa Keras saat Hamil 8 Bulan? Ini Penyebabnya
Popmama.com/Sofya Wardhani/AI
  • Perut keras pada hamil 8 bulan umum terjadi akibat rahim dan janin yang semakin membesar, peregangan jaringan, serta kontraksi palsu atau braxton hicks.

  • Perut yang keras juga bisa disebebkan oleh penumpukan gas di dalam perut akibat metabolisme pencernaan yang melambat selama kehamilan.

  • Ketidaknyamanan dapat dibantu dengan istirahat, minum yang cukup, dan mandi air hangat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perut terasa keras saat hamil 8 bulan merupakan kondisi yang cukup umum dialami ibu hamil. Sensasi ini bisa muncul secara tiba-tiba, berlangsung selama beberapa saat, dan terkadang disertai rasa tidak nyaman atau nyeri ringan. 

Dalam beberapa kondisi, sensasi tersebut bisa berkaitan dengan kontraksi yang perlu diperhatikan. Karena itu, penting untuk Mama mengetahui apa saja penyebab munculnya sensasi perut keras dan kencang di usia kehamilan tersebut.

Berikut Popmama.com telah merangkum alasan kenapa perut terasa keras saat hamil 8 bulan. Yuk, simak informasinya, Ma!

1. Pertumbuhan janin yang mendorong perut

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Memasuki bulan ke-8, ukuran janin semakin besar sehingga rahim terus membesar untuk memberikan ruang bagi pertumbuhannya. Perubahan ini membuat otot dan jaringan di sekitar rahim mengalami peregangan. Akibatnya, Mama mungkin merasakan perut bagian bawah atau sisi perut terasa keras.

Selain itu, gerakan janin juga bisa membuat bentuk dan kekencangan perut berubah untuk sementara. Ketika si Kecil menendang, meregangkan tubuh, atau mengubah posisi, bagian tertentu dari perut mama mungkin terasa lebih menonjol dan keras. 

2. Penumpukan gas di saluran pencernaan

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Selama hamil, hormon progesteron membuat otot-otot saluran pencernaan lebih rileks sehingga pergerakan makanan menjadi lebih lambat. Akibatnya, Mama bisa mengalami perut kembung, sering buang angin, atau sensasi penuh yang membuat perut terasa lebih keras.

Rahim yang semakin membesar juga memberikan tekanan pada organ-organ di sekitarnya, termasuk saluran pencernaan. Kondisi ini dapat menambah rasa tidak nyaman, terutama setelah makan dalam porsi besar atau mengonsumsi makanan yang memicu gas.

3. Dehidrasi

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Kekurangan cairan juga dapat memicu kontraksi rahim sehingga perut terasa mengeras. Saat hamil, tubuh membutuhkan cairan yang cukup untuk mendukung sirkulasi darah, fungsi organ, dan kebutuhan mama serta janin. Jika asupan cairan tidak mencukupi, Mama bisa mengalami dehidrasi yang terkadang disertai rasa haus, pusing, atau lemas.

Namun, jangan langsung menganggap semua perut keras disebabkan oleh dehidrasi. Jika keluhan terus berulang, tidak mereda, atau muncul secara teratur, terutama sebelum usia kehamilan 37 minggu, segera konsultasi ke dokter kandungan untuk memastikan tidak ada tanda persalinan prematur.

4. Kontraksi palsu atau braxton hicks

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Kontraksi Braxton Hicks merupakan kontraksi rahim yang dapat muncul selama kehamilan, termasuk pada trimester ketiga. Kontraksi ini sering membuat perut terasa keras atau menegang selama beberapa saat sebelum kembali rileks. Umumnya, kontraksi palsu tidak muncul dengan pola yang teratur dan tidak semakin kuat atau sering seiring berjalannya waktu.

Kontraksi palsu biasanya terasa setelah Mama beraktivitas banyak, mengalami dehidrasi, menahan buang air kecil, atau mengubah posisi tubuh. Meski biasanya tidak menandakan persalinan, Mama tetap perlu memperhatikan pola dan intensitasnya, ya.

Cara Mengatasi Perut yang Terasa Keras saat Hamil 8 Bulan

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Ada beberapa langkah yang bisa Mama lakukan untuk membantu meredakan rasa tidak nyaman akibat perut yang terasa keras. Berikut beberapa cara yang bisa dicoba:

  1. Istirahat dengan posisi nyaman. Hentikan aktivitas sejenak ketika perut mulai terasa kencang. Mama bisa duduk atau berbaring miring sambil memperhatikan apakah sensasinya berkurang.

  2. Penuhi kebutuhan cairan. Minumlah air putih secara teratur sepanjang hari untuk membantu mencegah dehidrasi. Kebutuhan cairan setiap orang bisa berbeda, jadi sesuaikan dengan kondisi tubuh dan anjuran dokter.

  3. Ubah posisi tubuh secara perlahan. Jika perut terasa kencang setelah duduk atau berdiri terlalu lama, cobalah berganti posisi. Gerakan ringan dapat membantu Mama merasa lebih nyaman selama tidak menimbulkan keluhan.

  4. Makan dalam porsi lebih kecil. Jika perut terasa penuh atau kembung setelah makan, Mama bisa mencoba makan dengan porsi lebih kecil tetapi lebih sering. Perhatikan pula makanan yang membuat perut terasa bergas.

  5. Mandi air hangat. Air hangat dapat membantu tubuh terasa lebih rileks. Pastikan suhunya nyaman dan tidak terlalu panas.

Nah, itu dia alasan kenapa perut terasa keras saat hamil 8 bulan beserta cara mengatasinya. Semoga informasi ini bermanfaat, ya, Ma.

Curated For You

Editorial Team

Related Article