Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

7 Pemicu Obesitas pada Ibu Hamil, Perhatikan Pola Makannya

7 Pemicu Obesitas pada Ibu Hamil, Perhatikan Pola Makannya
Freepik/shurkin-son
Intinya Sih
  • Obesitas pada ibu hamil disebabkan kombinasi perubahan hormon, pola makan berlebih, dan kurang aktivitas fisik yang dapat memicu komplikasi serius selama kehamilan.

  • Pola makan tidak teratur, konsumsi makanan rendah nutrisi, serta kebiasaan emotional eating menjadi faktor utama peningkatan berat badan berlebih pada ibu hamil.

  • Kurang tidur dan stres memperburuk metabolisme tubuh, meningkatkan nafsu makan, serta menambah risiko obesitas yang berdampak pada kesehatan ibu hamil dan perkembangan janin.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Obesitas pada ibu hamil bukan sekadar masalah estetika, melainkan kondisi medis kompleks yang sering kali dipicu oleh kombinasi perubahan hormon yang drastis, penurunan aktivitas fisik, serta asupan kalori yang jauh melebihi kebutuhan nutrisi janin

Jika tidak dikelola dengan bijak, akumulasi lemak berlebih ini dapat mengganggu metabolisme tubuh dan meningkatkan risiko komplikasi serius selama masa mengandung. Agar terhindar dari obesitas, tentunya Mama perlu mengetahui apa saja pemicu obesitas pada ibu hamil seperti yang telah Popmama.com rangkum lewat artikel di bawah ini.

Yuk, teliti lebih dalam!

Deretan Pemicu Obesitas pada Ibu Hamil

1. Pola makannya tidak teratur

7 Pemicu Obesitas pada Ibu Hamil
Freepik/pikisuperstar

Apabila Mama yang sedang hamil dan pola makannya tidak teratur, maka bisa berisiko memicu obesitas. Kebiasaan melewatkan waktu makan justru mendorong konsumsi porsi berlebih di sesi makan berikutnya karena rasa lapar yang sulit dikendalikan. 

Kondisi ini sering kali membuat ibu hamil lebih tertarik pada asupan tinggi kalori, lemak, dan gula, yang dapat menyebabkan lonjakan berat badan secara drastis.

Meskipun tambahan energi sangat diperlukan selama masa kehamilan, Mama disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terkait porsi yang tepat. Biasanya, pada trimester kedua dan ketiga, tambahan kalori harian yang dianjurkan hanya sekitar 300 kalori, di mana porsinya setara dengan segelas susu skim dan setengah porsi roti lapis.

2. Pola makan yang berlebihan

7 Pemicu Obesitas pada Ibu Hamil
Freepik

Jika sudah melewatkan waktu makan yang seharusnya sudah ditentukan, ibu hamil akan merasa porsi makan di sesi selanjutnya harus lebih dari biasanya. Hal inilah yang menyebabkan dirinya akan obesitas. 

Secara medis, meski ada kenaikan kebutuhan energi, jumlahnya tidak mencapai dua kali lipat dari porsi normal. Tanpa kontrol yang baik, surplus kalori tersebut akan tersimpan sebagai lemak dan memicu kelebihan berat badan yang membahayakan keselamatan ibu hamil maupun janin.

3. Mengonsumsi makanan yang rendah nutrisi

7 Pemicu Obesitas pada Ibu Hamil
Freepik

Penyebab obesitas pada ibu hamil bukan hanya soal porsi makan, melainkan juga kebiasaan mengonsumsi makanan padat kalori yang rendah nutrisi, seperti gorengan dan asupan tinggi gula. 

Padahal, masa kehamilan sangat membutuhkan asupan gizi penting seperti asam folat, zat besi, vitamin, protein, dan kalsium. Jika sulit mengatur pola makan, Mama bisa mengonsultasikannya dengan dokter. 

Perlu diingat juga, terlalu sering mengonsumsi camilan manis atau soda tidak hanya memicu kenaikan berat badan drastis, tetapi juga risiko diabetes gestasional yang membahayakan kesehatan.

4. Kurangnya aktivitas fisik

7 Pemicu Obesitas pada Ibu Hamil
Freepik/tirachardz

Perubahan fisik saat hamil sering kali memengaruhi suasana hati, sehingga Mama bisa menjadi malas untuk bergerak atau merasa cemas memilih olahraga yang aman, apalagi saat perut sudah mulai membesar. Padahal menjaga tubuh tetap aktif itu sangat penting.

Mama bisa memulainya dengan jalan kaki, berenang, atau aerobik ringan. Jika jarang berolahraga, mulailah dengan durasi singkat, yakni 5 menit sehari. Kemudian, tambah durasinya secara bertahap tiap minggu hingga mencapai target 30 menit sehari selama 5 hari dalam seminggu. 

Mama juga jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan dokter agar tetap aman dan terhindar dari kenaikan berat badan berlebih akibat penumpukan lemak.

5. Perubahan hormon

7 Pemicu Obesitas pada Ibu Hamil
Freepik/pch-vector

Kehamilan memicu perubahan hormon yang dapat memengaruhi metabolisme tubuh. Hormon tertentu juga dapat meningkatkan nafsu makan secara signifikan.

Akibatnya, ibu hamil lebih mudah merasa lapar dan cenderung makan lebih banyak. Jika tidak diimbangi dengan kontrol pola makan, kondisi ini dapat memicu obesitas.

6. Stres

7 Pemicu Obesitas pada Ibu Hamil
Freepik/dcstudio

Masa kehamilan sering kali memicu fluktuasi emosi, seperti rasa sedih atau cemas yang muncul tanpa alasan jelas. Jika tidak tertangani, kondisi ini berisiko berlanjut menjadi depresi dan memengaruhi pola makan. 

Ibu hamil juga cenderung melakukan emotional eating dengan mengonsumsi makanan tinggi gula, garam, dan kalori secara tidak terkontrol, yang pada akhirnya memicu obesitas.

Mengingat dampak jangka panjangnya terhadap perkembangan janin hingga dewasa, konsultasi dengan tenaga medis sangatlah penting. Melalui perencanaan kesehatan yang matang dan pemantauan indeks massa tubuh atau Body Mass Index (BMI) secara rutin, kenaikan berat badan dapat tetap terjaga dalam batas aman.

7. Kurang tidur

7 Pemicu Obesitas pada Ibu Hamil
Freepik

Selama masa kehamilan, perubahan fisik, hormon, serta faktor emosional sering kali memicu gangguan tidur pada ibu hamil. Kurangnya waktu istirahat ini berdampak langsung pada metabolisme, di mana terjadi peningkatan hormon lapar yang memicu pola makan berlebih atau konsumsi makanan tinggi kalori. 

Hubungan antara kurang tidur dan obesitas bersifat timbal balik, di mana keduanya tidak hanya berisiko pada kesehatan ibu dalam jangka panjang, tetapi juga berpotensi mengganggu pertumbuhan janin.

Itulah rangkuman terkait pemicu obesitas pada ibu hamil. Memahami pemicu obesitas sejak awal sangat penting agar kesehatan tetap terjaga dan tentunya janin dapat berkembang dalam lingkungan rahim yang optimal.

FAQ Obesitas pada Ibu Hamil

Berapa berat badan ibu hamil yang obesitas?

Obesitas pada calon ibu diukur dari BMI sebelum hamil, yaitu berat badan (kg) dibagi kuadrat tinggi badan (m). Kategori BMI ≥30 menandakan obesitas, yang memerlukan pengawasan ketat selama kehamilan.

Apa risiko obesitas bagi ibu hamil?

Risiko obesitas bagi ibu hamil dapat memicu keguguran, hipertensi, sesak napas, dan infeksi pasca persalinan.

Apa risiko yang dapat dialami janin jika ibu hamil obesitas?

Risikonya bisa lahir prematur, berat lahir besar, atau cacat bawaan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dimas Prasetyo
EditorDimas Prasetyo
Follow Us

Latest in Pregnancy

See More