TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

5 Fakta tentang Bayi yang Minum Susu Formula

Yuk, kita cek faktanya di sini!

Unsplash/Lucy Wolski

Tidak semua Mama dapat memberikan ASI untuk anaknya. Terkadang, ada kondisi tertentu yang membuat sang Mama tidak bisa menyusui langsung bayinya, seperti ASI tidak keluar, ibu meninggal usai melahirkan, atau kondisi penyakit tertentu yang membuatnya tidak dapat memberikan ASI untuk buah hatinya.

Sebagai gantinya, susu formula bisa dijadikan alternatif pengganti ASI. Namun, terkadang masih ada stigma yang menganggap susu formula berpengaruh buruk terhadap kesehatan bayi.

Tak bisa dipungkiri bahwa ASI memang sumber gizi terbaik bagi bayi yang baru lahir. Namun, bukan berarti susu formula buruk untuk kesehatan si Kecil.

Maka dari itu, kali ini Popmama.com akan mengulas fakta tentang bayi yang minum susu formula, dilansir dari berbagai sumber.

1. Bayi yang minum susu formula tetap bisa bonding dengan Mama

Freepik/shurkin_son

Menyusui bayi secara langsung memang dapat membuat Mama dan si Kecil memiliki banyak waktu untuk kontak skin-to-skin. Namun, itu bukan berarti bayi yang minum susu formula tidak memiliki ikatan kepada sang Mama. 

Faktanya, Mama tetap bisa menghabiskan banyak waktu untuk meningkatkan ikatan antara ibu dan anak saat menyusui bayi dengan susu formula. Bahkan, tak hanya Mama, Papa pun juga bisa menjalin ikatan dengan bayi selama menyusui. 

Tidak ada kontak skin-to-skin juga bukan menjadi alasan bayi yang minum susu formula tidak bisa bonding dengan Mama.

Pasalnya, Mama tetap bisa melakukan kontak skin-to-skin tanpa menyusui langsung, dengan cara meletakkan Si Kecil di dada tanpa dihalangi oleh pakaian, sehingga kulitnya langsung bersentuhan dengan kulit Mama. Bahkan ini juga bisa dilakukan oleh Papa, lho!

2. Bayi yang minum susu formula bukan berarti kekurangan nutrisi

Freepik/jcomp

Terkadang ada orangtua yang berkecil hati saat memberi anaknya susu formula. Alasannya karena merasa tidak bisa memberikan nutrisi yang cukup untuk buah hatinya. Padahal, susu formula bukanlah sumber gizi yang buruk untuk si Kecil.

Memang terdapat perbedaan kandungan antara ASI dan susu formula, tetapi bukan berarti susu formula tidak memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi.

Faktanya, banyak sekali susu formula yang mengandung protein, energi, kalsium, vitamin, dan mineral yang sudah teruji kualitasnya.

Jadi, Mama tidak perlu khawatir si Kecil kekurangan nutrisi karena diberi susu formula. Pasalnya, setiap susu formula yang dijual tentunya wajib memenuhi kebutuhan nutrisi bayi yang sedang dalam masa pertumbuhan.

3. Susu formula tidak selalu menyebabkan obesitas

Freepik/atlascompany

Terdapat beberapa bukti yang mengaitkan susu formula dengan meningkatnya risiko obesitas pada bayi. Namun, pada dasarnya, yang meningkatkan risiko obesitas bayi adalah pola pengasuhan terhadap bayi.

Meningkatnya risiko obesitas disebabkan oleh orangtua yang memberikan susu dalam jumlah yang berlebihan. Apalagi, bayi tidak terbiasa untuk mengendalikan berapa banyak susu yang diinginkannya.

Jadi, risiko obesitas bisa dikurangi dengan memerhatikan pemberian jumlah susu dan pengawasan dokter anak.

4. Mama bisa mengombinasikan pemberian ASI dan susu formula

Freepik/jcomp

Siapa bilang Mama hanya bisa memberikan satu pilihan sumber gizi untuk bayi? Dalam situasi tertentu, Mama juga bisa mengkombinasikan ASI dan susu formula untuk si Kecil.

Mengombinasikan ASI dan susu formula bukan dengan cara mencampur ASI dan susu formula menjadi satu ya, Ma. Tetapi memberikan ASI dan susu formula berselang-seling dan jangan dicampur agar masing-masing nutrisi tetap utuh.

Beberapa orangtua memberikan ASI dan susu formula karena dapat menyesuaikan jadwal dan kebutuhan pribadi mereka. Selain itu, mengombinasikan ASI dengan susu formula juga bisa membantu Mama yang memiliki ASI yang sedikit sehingga tidak memenuhi kebutuhan bayi.

5. Terkadang, pemberian susu formula penting dan dibutuhkan

Freepik/atlascompany

Tahukah Mama bahwa terkadang ada kalanya pemberian susu formula itu penting bagi bayi? Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ada sebagian Mama yang tidak mampu menghasilkan ASI yang cukup untuk bayinya.

Selain itu, ada juga kondisi tertentu di mana sang Mama mengalami masalah kesehatan yang menyebabkan mereka tidak memungkinkan untuk memberikan ASI.

Hingga kini, ASI memang merupakan suber gizi terbaik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Namun, bukan berarti susu formul buruk untuk kesehatan bayi.

Yang terpenting, pastikan Mama memilih susu formula yang terbaik untuk bayi. Selain itu, penting juga bagi Mama untuk berkonsultasi dengan dokter anak mengenai kandungan susu formula yang tepat untuk si Kecil.

Demikianlah informasi terkait fakta mengenai bayi yang mengonsumsi susu formula. Jadi, tidak perlu berkecil hati, ya, jika Mama belum bisa memberikan ASI kepada si Kecil dan harus memberinya susu formula. 

Perlu diingat bahwa memberikan susu formula bukan berarti peran Mama sebagai seorang ibu berkurang nilainya!

Baca juga:

The Latest