TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

15 Obat Batuk untuk Bayi yang Aman untuk Dikonsumsi

Jangan abaikan batuk yang dialami bayi

Unsplash/Michal Bar Haim

Bayi mengalami batuk merupakan hal yang wajar. Penyebabnya pun beragam, mulai dari infeksi virus, infeksi bakteri, asma, atau gangguan saluran pernapasan.

Kendati demikian, orang tua tak perlu khawatir berlebihan. Biasanya, batuk pada bayi akan sembuh dengan sendirinya.

Batuk akan mereda di hari ke-7 sampai hari ke-9. Meski bukan tergolong sakit berat, tapi batuk menimbulkan gejala tidak nyaman pada bayi.

Ada baiknya, segera gunakan obat batuk untuk bayi agar mempercepat proses penyembuhan. Mama dapat menggunakan obat batuk untuk bayi yang alami maupun obat batuk yang tersedia di apotek.

Nah, apa saja obat batuk untuk bayi yang aman dikonsumsi? Simak ulasan Popmama.com, ya.

1. Anakonidin Syrup

Instagram.com/panduanbunda

Anakonidin Syrup dapat meredakan demam, batuk, sakit kepala, hidung tersumbat, dan alergi.

Dextromethrophan dalam obat batuk untuk bayi ini dapat mengurangi frekuensi batuk. Sementara itu, kandungan guaifenesin berfungsi sebagai obat batuk berdahak (ekspektoran) yang dapat mengencerkan dahak atau lendir.

Kandungan pseudoephedrine dapat melegakan hidung yang tersumbat. Sedangkan chlorpheniramine berfungsi sebagai antialergi. Terakhir, kandungan dextromethorpan bersifat antitusif (mengatasi batuk kering).

Untuk bayi usia kurang dari satu tahun, berikanlah 1/2 sendok teh sebanyak 3 kali sehari.

2. Anatuk

Instagram.com/obatbatukherbalanak

Anatuk merupakan obat batuk untuk bayi herbal yang berbahan dasar madu.

Selain madu, bahan aktif lainnya berasal dari tumbuhan senggugu (Rotheca serrata) yang dikenal sebagai salah satu obat untuk mengatasi masalah pernapasan.

Cara mengonsumsinya, berikan 1 sampai 2 sendok teh sebanyak 3 kali sehari.

3. Ibuprofen

Freepik/Racool Studio

Ibuprofen ternyata bisa jadi obat batuk untuk bayi.

Kandungan ibuprofen dapat mengurangi demam, nyeri tubuh, rasa sakit, dan peradangan.

Pilih obat batuk dengan kandungan ibuprofen ketika si Kecil sudah berumur 3 bulan atau beratnya setidaknya 5 kg.

Kandungan obat yang satu ini cenderung sedikit lebih kuat dari pada paracetamol. Untuk itu, berikan obat dengan kandungan ibuprofen tidak lebih dari tiga dosis dalam jangka waktu 24 jam dan jarak waktunya tidak kurang dari 6 jam.

Namun, ada baiknya konsultasikan pemberian obat batuk bayi dengan dokter dulu.

4. Mucos Drop

Instagram.com/apotek_ratna_farma24jam

Mucos Drops adalah obat batuk untuk bayi yang dapat mengobati masalah dalam saluran pernapasan. Umumnya, bagian tersebut dipenuhi lendir dan dahak.

Mucos Drops mengandung ambroxol, obat yang berfungsi mengencerkan dahak.

Berikan obat batuk bayi Mucos Drop pada si Kecil dengan dosis 0,5 ml sebanyak 2 kali sehari.

5. Mucera Drop

Tokopedia.com/Apotek Madani Farma Bekasi

Hampir sama dengan Mucos Drop, Mucera Drop juga berfungsi sebagai obat batuk untuk bayi.

Fungsinya meringankan penyakit pada saluran pernapasan seperti emfisema, radang paru kronis, bronkiektasis, eksaserbasi bronkitis kronis, bronkitis asmatik, asma bronkial serta penyakit radang rinofaringeal.

Mucera Drop mengandung ambroxol yang berfungsi sebagai mukolitik atau pengencer dahak. Obat ini juga digunakan untuk mengurangi rasa sakit pada tenggorokan.

Untuk anak berusia di bawah dua tahun, berikan Mucera Drop sebanyak 0,5 ml drops sebanyak dua kali sehari.

6. Sanmol drops

Tokopedia.com/Basmar Farmasi

Sanmol drops merupakan obat batuk untuk bayi dengan kandungan paracetamol. Sanmol bisa diberikan untuk meredakan gejala batuk, seperti nyeri dan pilek. Sehingga, bisa meringankan batuk yang dialami si Kecil.

Sanmol bisa didapatkan dengan harga berkisar Rp15.000 - Rp20.000.

7. Paracetamol

Freepik/Ipopba

Kandungan paracetamol pada obat batuk untuk bayi ini dapat meredakan demam dan nyeri. Namun, kandungannya tidak dapat meringankan pembengkakan dan peradangan.

Kandungan paracetamol cenderung lebih aman untuk perut bayi daripada ibuprofen.

Takaran pemberian obat dengan paracetamol dapat diberikan setiap empat jam sampai enam jam sekali, dan tidak lebih dari empat kali dalam jangka waktu 24 jam. 

Kendati demikian, ada baiknya konsultasikan pemberian paracetamol dengan dokter dulu, ya.

8. Uni Baby Cough Syrup

Instagram.com/klinieken55

Uni Baby Cough Syrup 60 ml adalah sirup obat batuk untuk bayi yang mengandung paracetamol, glyceryl guaiacols, chlorpheniramini maleat dan oleum anisi.

Kandungan tersebut dapat mengatasi gejala flu, meliputi demam, pilek, dan batuk pada bayi maupun balita.

Dosis pemakaian Uni Baby Cough Syrup 60 ml pada anak-anak di bawah satu tahun adalah 3 kali dalam sehari dengan takaran 2,5 ml.

9. ASI sebagai obat batuk alami

Pexels/Jonathan-borba

Selain obat-obatan di atas, obat batuk untuk bayi yang tak kalah ampuh adalah ASI.

ASI mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan bayi. Bahkan, ASI mengandung sel darah putih yang dapat melawan bakteri atau virus batuk. Sehingga, batuk pada bayi bisa segera sembuh.

Kunci utamanya, selalu penuhi nutrisi dan cairan bayi dengan memberikan ASI, agar bayi memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat.

10. Mandi air hangat

Pexels/Henley Design Studio

Mandi dengan air hangat adalah obat batuk untuk bayi yang alami.

Saat memandikan bayi, posisikan tubuh si Kecil tengkurap kemudian tepuk-tepuk punggung bagian atas agar dahak bisa keluar. Sebelum memandikan, pastikan airnya tidak terlalu panas agar bayi bisa merasa nyaman dan rileks.

11. Usapkan balsam khusus bayi

Dok. Transpulmin

Saat si Kecil terserang batuk, Mama juga bisa mengusapkan balsam khusus bayi di dada, punggung, dan leher. Gunakan balsam khusus bayi yang hanya mengandung bahan-bahan alami seperti ekstrak chamomile dan eucalyptol sehingga aman untuk kulitnya yang cenderung masih sensitif. Kedua bahan ini dikenal ampuh melegakan pernapasan anak dan berikan kehangatan. 

Pastikan Mama memilih produk balsam khusus bayi yang nyaman di kulit si Kecil, terpercaya, dan telah direkomendasikan oleh para ahli, seperti balsam khusus bayi dari Transpulmin Baby. 

Selain bantu melegakan pernapasan anak, balsam ini juga bisa dipakai untuk memijat si Kecil. Transpulmin Baby berbasis krim, nggak meninggalkan rasa lengket, dan nggak berminyak di kulit bayi Ma, jadi nyaman dipakai di kulit si Kecil.

Sebagai informasi, balsam berbasis krim ini dapat digunakan pada bayi newborn hingga anak usia 2 tahun. Berdasarkan data IQVIA Q4 di tahun 2022, Transpulmin Baby juga menjadi balsam bayi no. 1 pilihan ibu di Indonesia lho, Ma. 

Balsam ini bisa Mama dapatkan di e-commerce dengan kisaran harga Rp52.000 untuk ukuran 10 gr. Tertarik untuk beli Transpulmin Baby, Ma? Kalau iya, Mama bisa langsung checkout produknya di sini!

12. Berjemur

Freepik/Freepik

Berjemur merupakan obat batuk untuk bayi. Selain alami, cara ini juga tergolong efektif meredakan batuk bayi.

Caranya, ajak si Kecil berjemur di teras rumah sebelum jam 10 pagi.

Pastikan bayi tidak terkena sinar matahari secara langsung dan tetap gunakan pakaian. Jangan pula berjemur terlalu lama, 15 menit cukup untuk membuat tubuh si Kecil hangat.

13. Berikan pakaian yang nyaman

Freepik/Javi_indy

Perhatikan juga pakaian bayi, ya. 

Pakaian nyaman dapat menjadi obat batuk untuk bayi secara tidak langsung. Caranya, hindari memberikan pakaian tebal pada bayi.

Pasalnya, pakaian tersebut malah membuat bayi merasa tidak nyaman karena biasanya batuk disertai dengan demam.

Pastikan juga pakaiannya mudah menyerap keringat agar tidak ada keringat yang mengendap. Pilih pakaian yang sejuk, lembut, dan nyaman untuk bayi.

14. Atur posisi tidur

Freepik/Valuavitaly

Jangan lupa atur posisi tidur bayi untuk melegakan pernapasannya, ya.

Batuk sering kali disertai dengan hidung tersumbat. Ada baiknya atur posisi kepala bayi lebih tinggi agar saluran pernapasan lebih terasa ringan.

Gunakan tambahan bantal yang empuk. Namun, hindari membuat bantalan kepala yang terlalu tinggi.

Cara ini akan membantu bayi bernapas lebih dalam dan secara alami membuat batuknya berkurang, karena membantu mengeluarkan lendir.

Cara ini bisa dijadikan obat batuk untuk bayi yang simpel, tapi efektif. Namun, mengatur posisi tidur baru bisa diterapkan bila bayi berusia lebih dari 6 bulan.

15. Bersihkan udara kamar bayi

Freepik/PV Productions

Obat batuk untuk bayi yang alami selanjutnya adalah membersihkan udara kamar.

Pastikan kamar si Kecil tetap sejuk. Hindari udara kering karena bisa jadi tanda sirkulasi udara buruk. Akibatnya, batuk bayi semakin parah.

Gunakan humidifier untuk melembapkan udara. Selain membuat pernapasan lega, humidifier dapat mengurangi bakteri dalam ruangan.

Itulah beberapa pilihan obat batuk untuk bayi, mulai dari obat alami hingga obat yang dijual di apotek.

Selalu konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter agar perawatan batuk pada si Kecil tepat. Dan risiko efek samping pada bayi pun bisa dihindari.

Semoga bermanfaat ya, Mama!

Baca Juga:

The Latest