TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Bolehkah Bayi Makan Paprika untuk MPASI?

Ternyata, rasa paprika tidak sepedas yang dibayangkan jika diberikan pada bayi

Pixabay/Jeshoots-com

Tahukah Mama, di dunia ini terdapat 5.000 varietas paprika? Berasal dari Amerika Tengah, paprika menyebar ke seluruh penjuru dunia sebagai salah satu bahan makanan yang digemari oleh banyak orang karena rasanya yang unik dan menambah rasa sedap.

Selama ini mungkin kita berasumsi paprika adalah sayuran keluarga cabe yang terasa pedas dan panas di lidah. Tetapi, sebaliknya paprika rasanya manis, tergantung warnanya. 

Ternyata, paprika juga bisa diberikan kepada bayi sebagai MPASI lho, Ma. Berikut ini Popmama.com merangkum serba-serbi paprika untuk MPASI bayi, dilansir dari Solid Starts:

Kandungan Gizi dalam Paprika

Pexels/Kai Pilger

Sayur yang termasuk dalam keluarga lada ini mengandung vitamin A dan C, dua jenis vitamin yang diperlukan bayi untuk mendukung kesehatan penglihatan, kulit, dan perkembangan sistem imunnya.

Faktanya, vitamin C dalam paprika lebih tinggi ketimbang buah jeruk lho! Selain itu, paprika mengandung vitamin B6 yang bermanfaat untuk bahan bakar energi si Kecil dan membantu tubuh memproduksi hormon yang mengatur suasana hati, siklus tidur, dan fungsi-fungsi tubuh lain. 

Beda Warna, Beda Kandungan Vitaminnya

Lifeforstock / Freepik

Di pasaran, ada beberapa jenis paprika yang bisa ditemukan berdasarkan warnanya. Yang umum dijual adalah paprika hijau, merah, kuning, dan oranye. Selain itu, ternyata masih banyak paprika warna lain yang unik, misalnya ungu.

Bukan sekadar warnanya yang cantik lho, Ma. Ternyata beda warna paprika, beda pula kandungan vitaminnya. Paprika merah dan paprika kuning tinggi akan vitamin C yang cocok dipadukan dengan makanan yang kaya zat besi seperti kacang-kacangan. Sedangkan paprika oranye, kuning, dan merah juga tinggi akan beta-karoten yang diperlukan untuk menghasilkan vitamin A. Sementara paprika berwarna ungu dan coklat kaya antosianin, jenis antioksidan yang sama pada blueberry dan blackberry.

Kapan Bayi Boleh Mengonsumsi Paprika?

Freepik/prostooleh

Pada dasarnya, paprika sudah bisa diberikan pada bayi sejak usia enam bulan atau saat bayi sudah siap makan MPASI pertamanya. Tetapi yang harus diperhatikan, paprika dan sayur-sayuran lain sejenis yang diberikan dalam kondisi mentah bisa membuat bayi tersedak, jadi pastikan kesiapan bayi dalam menelan dan mengunyahnya sebelum memberikan paprika padanya ya, Ma.

Apakah Paprika Termasuk Alergen?

Unsplash/John Hoang

Tidak, alergi terhadap paprika jarang terjadi. Tetapi paprika termasuk dalam keluarga tanaman nightshade, yang meliputi terong, huckleberry, goji berry, paprika, tomat, serta cabe rawit. Sensitivitas terhadap kandungan alkaloid pada tanaman nightshade relatif umum. 

Untuk melihat adanya reaksi alergi, saat memperkenalkan makanan baru mulailah dengan memberikannya dalam porsi sedikit untuk pertama kali. Perhatikan baik-baik saat bayi memakannya. Jika tidak ada reaksi alergi yang serius, secara bertahap Mama bisa meningkatkan porsinya. 

Tips Menyajikan Paprika untuk Bayi

Freepik/timolina

Setiap bayi punya kemampuan mengunyah dan mencerna yang berbeda-beda. Tergantung usianya, penyajian bahan makanan untuk MPASI pun harus disesuaikan. 

Untuk bayi berusia enam hingga sembilan bulan, berikan seperempat paprika yang dipanggang hingga matang. Sisihkan biji, kulit, dan batangnya. Mama bisa memperkenalkan paprika mentah dengan membuang batang dan bijinya, kemudian iris dengan sangat tipis.

Untuk bayi berusia sembilan hingga 12 bulan yang sudah mulai mengembangkan kemampuan menjepit dan menjumputnya, Mama bisa memberikan paprika yang sudah dipotong-potong kecil dan dibuang kulit, biji, dan batangnya. 

Rasa paprika yang manis dan terkadang ada sedikit rasa getirnya sangat cocok dipasangkan dengan makanan yang gurih, seperti keju, yoghurt, kacang-kacangan, ayam, daging sapi, dan kerang-kerangan. 

Semoga informasi mengenai paprika untuk MPASI bayi ini menginspirasi Mama dalam memperkenalkan berbagai jenis makanan untuk si Kecil ya!

Baca juga:

The Latest