5 Manfaat Kentang untuk MPASI Bayi, Bisa Tambah Energi

Apa saja manfaat kentang untuk tumbuh kembang bayi?

2 Januari 2021

5 Manfaat Kentang MPASI Bayi, Bisa Tambah Energi
Pixabay/MarkoPaak

Apakah Mama saat ini sedang bingung memilih resep MPASI untuk si Kecil? Memang ada kalanya bayi akan bosan dengan menu MPASi. Oleh karena itu, Mama harus memiliki banyak ide resep makanan agar bayi tetap mau mengonsumsi MPASI untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. 

Apabila Mama sedang bingung memilih menu untuk MPASI bayi, maka tak ada salahnya untuk mencoba mengolah kentang. Kentang selama ini sering dikenal sebagai pengganti nasi. Kentang mengandung karbohidrat kompleks yang dapat menambah energi si Kecil saat beraktivitas. 

Selain karbohidrat, kentang juga mengandung vitamin A, vitamin C, zat besi, kalium, folat, sodium, fosfor, kalsium, dan seng. Lantas, apa saja manfaat kentang untuk bayi? Berikut Popmama.com rangkum lima manfaat kentang dan cara mengolahnya menjadi MPASI.

1. Mencegah serangan radikal bebas

1. Mencegah serangan radikal bebas
Pixabay/RitaE

Kentang mengandung senyawa antioksidan seperti flavonoid, karotenoid, dan asam fenolik. Senyawa antioksidan bermanfaat untuk menetralkan molekul berbahaya akibat serangan radikal bebas. Sehingga, bayi tidak mudah sakit atau terserang penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, atau kanker ketika beranjak dewasa. 

2. Menurunkan kadar gula darah

2. Menurunkan kadar gula darah
Pixabay/MapleHorizons

Bagi orang dewasa, kentang kerap digunakan sebagai pengganti nasi karena mampu mengontrol kadar gula dalam darah. Bukan hanya orang dewasa, kentang ternyata juga dapat menurunkan kadar gula darah pada bayi. 

Kentang mengandung pati khusus yang dikenal sebagai pati resisten yang tidak mudah dipecah dan diserap secara menyeluruh oleh tubuh. Oleh karena itu, bayi yang rutin mengonsumsi kentang tidak mudah terserang penyakit diabetes. 

Editors' Picks

3. Melancarkan sistem pencernaan

3. Melancarkan sistem pencernaan
Pixabay/MarkoPaak

Selain berguna untuk menurunkan kadar gula darah, kentang juga mengandung serat yang dapat melancarkan pencernaan bayi. Seperti Mama ketahui bahwa sistem pencernaan bayi belum dapat bekerja optimal. 

Pati khusus dalam kentang juga mampu memperkuat pertahanan usus besar dari serangan sel kanker sekaligus mengurangi risiko tumbuhnya sel kanker kolorektal. 

4. Sumber energi

4. Sumber energi
Freepik/prostooleh

Seperti dijelaskan sebelumnya, kentang merupakan sumber energi yang baik untuk bayi khususnya bayi berusia 7-12 bulan. Sebab, bayi berusia 7-12 bulan umumnya aktif bergerak sehingga membutuhkan lebih banyak energi. 

Kentang memang tergolong makanan yang mudah dicerna tubuh. Oleh karena itu, bayi memiliki cadangan energi lebih banyak saat beraktivitas, sehingga mereka pun tidak mudah lemas.

5. Sumber vitamin dan mineral

5. Sumber vitamin mineral
Pixabay/HolgersFotografie

Perlu Mama ketahui, kentang juga dikenal sebagai sumber vitamin dan mineral, termasuk kulitnya. Oleh karena itu, Mama sebaiknya tidak mengupas kulit kentang yang hendak dikukus agar kandungan vitamin dan mineralnya tetap terjaga. 

Meskipun begitu, pastikan kentang telah dicuci bersih sehingga tak ada kuman maupun bakteri yang menempel pada kulit kentang. 

Cara Mengolah Kentang

Cara Mengolah Kentang
Pexels/Marco Fischer

Pertama, Mama bisa mengolah kentang dengan cara dikukus. Mengukus kentang lebih baik dibanding merebus karena kandungan nutrisi di dalamnya tetap terjaga. 

Kedua, Mama juga bisa memberikan bubur kentang dengan menghaluskan kentang yang telah dikukus. Bubur kentang umumnya diberikan kepada bayi yang belum memiliki gigi. Ketika si Kecil berusia lebih dari 9 bulan, Mama bisa membuat bubur kentang dengan tekstur lebih kasar untuk melatih kekuatan gusinya. 

Terakhir, Mama bisa memberikan kentang sebagai camilan bayi. Pastikan kentang telah dipotong dalam porsi kecil agar bayi tidak mengalami kesulitan untuk menelannya. 

Itulah manfaat kentang untuk bayi. Apakah Mama masih ragu untuk memberikan kentang kepada si Kecil?

Baca juga :

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.