Tips Mengolah Kacang Hijau Menjadi MPASI Bayi yang Kaya Gizi

Mengolah kacang hijau menjadi makanan pendamping tentu tidak mudah

18 Februari 2021

Tips Mengolah Kacang Hijau Menjadi MPASI Bayi Kaya Gizi
Pixabay/PDPics

Memasuki usia enam bulan, bayi sudah siap mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI). Mama pun sebaiknya selektif dalam memilih jenis MPASI yang akan diberikan kepada si Kecil karena makanan harus mengandung nutrisi tinggi untuk tumbuh kembang bayi. 

Salah satu jenis makanan yang dapat diberikan kepada bayi adalah kacang hijau. Kacang hijau memang cocok dijadikan makanan pendamping karena kaya akan nutrisi di antaranya vitamin, mineral, protein, zat besi, magnesium, dan kalsium. 

Meskipun begitu, mengolah kacang hijau menjadi makanan pendamping tentu tidak mudah. Sebab, bayi membutuhkan makanan bertekstur lembut agar tidak membahayakan sistem pencernaannya. Untuk memudahkan Mama, Popmama.com telah merangkum tips mengolah kacang hijau menjadi MPASI si Kecil. 

Manfaat Kacang Hijau untuk Bayi

Manfaat Kacang Hijau Bayi
Pixabay/1035352

Sebelum membahas cara pengolahan, alangkah baiknya Mama mengetahui terlebih dahulu manfaat dari kacang hijau. Alasan utama Mama dianjurkan memberikan kacang hijau sebagai makanan pendamping adalah teksturnya yang lembut dan mudah dikunyah oleh bayi. Hal ini tentu saja memudahkan sistem pencernaan si Kecil untuk memproses kacang hijau. 

Selain itu, kacang hijau juga salah satu makanan yang berperan penting untuk kesehatan hati. Bayi yang rutin mengonsumsi kacang hijau berisiko lebih rendah untuk terserang gangguan kesehatan hati. 

Terakhir, kandungan nutrisi dalam kacang hijau dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi. Kondisi ini tentu saja kabar baik bagi Mama karena si Kecil tidak akan mudah terserang penyakit, terutama yang disebabkan virus atau bakteri. Lalu, bagaimana cara mengolah kacang hijau sebagai MPASI?

Editors' Picks

1. Pilih kacang hijau yang sudah dikupas kulitnya

1. Pilih kacang hijau sudah dikupas kulitnya
Pexels/Simon Köhler

Mama dianjurkan memilih kacang hijau yang sudah dihilangkan kulitnya sehingga tampak berwarna kuning. Hal ini bertujuan untuk memudahkan si Kecil mencerna kacang hijau. 

Apabila Mama sulit menemukan kacang hijau yang sudah dikupas kulitnya, Mama bisa melakukannya sendiri dengan cara merendam kacang hijau terlebih dahulu. Mama harus merendam kacang hijau selama 1-2 hari, pisahkan kacang hijau dari kulitnya, kemudian direbus.  

Kacang hijau pun siap disajikan sebagai MPASI bayi. Namun, pemberian kacang hijau rebus sebaiknya mulai diberikan kepada bayi berusia di atas delapan bulan. 

2. Jadikan kacang hijau sebagai bubur

2. Jadikan kacang hijau sebagai bubur
Freepik

Mama pun dapat mengolah kacang hijau tanpa perlu mengupas kulitnya dengan cara dijadikan bubur. Mama perlu merebus kacang hijau hingga empuk. Perbandingan air rebusan dan kacang hijau adalah satu banding dua. Sebab, kacang hijau menyerap banyak air ketika direbus. 

Setelah empuk, Mama bisa menghaluskan kacang hijau dengan blender. Namun, jangan haluskan kacang hijau dalam kondisi panas. Tiriskan kacang hijau terlebih dahulu dan diamkan hingga dingin. Terakhir, campurkan susu formula atau ASI ke dalam kacang hijau yang telah dihaluskan. 

3. Haluskan kacang hijau dengan sendok

3. Haluskan kacang hijau sendok
Freepik

Apabila Mama tidak memiliki blender, tak perlu khawatir karena Mama masih bisa menghaluskan kacang hijau dengan sendok. Teksturnya tentu lebih kasar dibanding kacang hijau yang dihaluskan menggunakan blender.

Oleh karena itu, berikan kacang hijau bertekstur kasar sebagai makanan pendamping ketika bayi sudah berusia di atas delapan bulan. 

4. Campur kacang hijau dan buah-buahan

4. Campur kacang hijau buah-buahan
Freepik

Terakhir, Mama bisa membuat bubur kacang hijau yang telah dicampur buah-buahan. Jenis buah yang dapat dicampur dengan kacang hijau adalah pisang, stroberi, hingga kurma. Mama juga dapat mencampur bubur kacang hijau dengan air jeruk manis secukupnya. 

Semoga tips mengolah kacang hijau untuk MPASI di atas dapat menginspirasi Mama, ya. Selamat mencoba. 

Baca juga :

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.