TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

7 Kekurangan Anak dengan Kepribadian Ekstrovert

Berlebihan dalam sesuatu bisa mendatangkan masalah bagi anak ekstrovert

Pexels/Julia M Cameron

Setiap manusia tentu dilahirkan dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Ada beberapa anak yang memiliki kepribadian mudah bersosialisasi alias ekstrovert, ada juga yang cenderung lebih suka mendengarkan alias introvert. Kepribadian inilah yang membuat setiap anak unik. 

Anak yang ekstrovert kerap mudah bersosialisasi hingga mendapatkan banyak perhatian dari sekitarnya. Namun dari kelebihannya tersebut, ternyata juga bisa mendatangkan kekurangan.

Jika Mama memiliki anak yang ekstrovert, penting sekali untuk mencari tahu apa saja kekurangan yang dimilikinya. Agar Mama bisa mengenal anak lebih dalam dan membantunya menemukan keterampilan untuk mengatasi kekurangan dirinya.

Untuk membantu Mama mengenali apa saja kekurangannya, berikut ini Popmama.com telah merangkum 7 kekurangan anak dengan kepribadian ekstrovert. 

Yuk simak!

1. Mudah kesepian

Pexels/Ron Lach

Terlepas dari berbagai keuntungan menjadi seorang anak ekstrovert, ada juga beberapa kerugian terkait dengan bentuk perilaku ini.

Faktanya, salah satu masalah utama menjadi anak ekstrovert adalah ia sering membutuhkan orang-orang di sekitarnya sepanjang waktu. Jika anak tidak memiliki cukup teman, ia akan sering sedih dan merasa kesepian.

Ini bisa menjadi masalah serius, terutama jika anak sedang tidak memiliki siapa pun yang ingin menghabiskan waktu.

2. Mengandalkan orang lain untuk merasa bahagia

Freepik/Pressfoto

Kekurangan lainnya dari anak ekstrovert adalah bahwa ia sering mengandalkan orang lain untuk merasa bahagia.

Faktanya, sementara anak introvert sering membangun kehidupannya secara independen dari orang lain, anak yang ekstrovert cukup bersemangat untuk membuat banyak koneksi baru setiap saat.

Namun, mengandalkan pihak ketiga ini untuk bahagia bukanlah ide yang sehat. Karena ini dapat dengan mudah membuat orang lain memanfaatkan anak dan berpotensi mengambil kebahagiaan yang anak butuhkan.

3. Jika terlalu berlebihan, anak yang ekstrovert justru bisa mengganggu

Freepik/Pressfoto

Sementara anak yang ekstrovert ahli dalam komunikasi, ada beberapa anak yang terlalu berlebihan.

Terlalu banyak bicara bisa sangat mengganggu orang lain, dan ada beberapa orang yang mungkin menyalahpahami kepribadian anak ekstrovert sehingga tidak lagi ingin bergaul dengannya.

Oleh karena itu, jika anak ekstrovert menarik tipe orang yang salah ke dalam hidupnya, kemungkinan besar itu dapat memiliki konsekuensi serius bagi kehidupan masa depan anak.

4. Kesulitan untuk mengetahui kapan waktunya untuk diam

Freepik

Meski anak ekstrovert pandai untuk menyatakan pendapatnya, ia terkadang juga tidak tahu kapan saatnya untuk diam.

Mama mungkin memahami bahwa ada saat-saat tertentu dalam hidup di mana kita harus lebih banyak diam daripada banyak berbicara, ini kerap dilakukan saat berdiskusi dan bernegosiasi.

Namun, anak yang ekstrovert sering mengalami kesulitan dengan itu karena selalu ingin menyatakan pendapatnya tanpa ingin mendengarkan orang lain.

5. Bisa dianggap sombong

Freepik/wayhomestudio

Sementara beberapa tingkat kepercayaan diri bisa sangat membantu dalam situasi tertentu, terlalu banyak percaya diri juga dapat dianggap sebagai kesombongan dan arogansi, yang tidak pernah dianggap menjadi hal baik.

Memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi dan kepiawaian dalam berbicara bisa membuat anak yang ekstrovert dianggap arogan dan angkuh. Jika anak mama memiliki masalah ini dengan teman-temannya, ada kemungkinan besar anak harus sedikit melambat dan bersikap santai.

6. Kerap mengambil risiko yang terlalu banyak

Freepik/cookie_studio

Selain kepercayaan diri yang tinggi bisa menyebabkan anak yang ekstrovert dianggap sombong, kepercayaan diri ini juga mengarahkan anak lebih berani mengambil risiko, dibandingkan dengan anak introvert.

Meskipun pengambilan risiko dapat membuahkan hasil baik, terlalu banyak risiko tanpa adanya pengalaman dan pemahaman yang kuat juga bisa menimbulkan risiko serius pada kehidupan anak.

Tak jarang juga, anak yang ekstrovert bisa menyebabkan orang lain terkena risiko.

7. Sering mengalami tekanan akibat terlalu banyak informasi

Freepik

Karena anak ekstrovert yang sering memiliki banyak koneksi, ia juga mendapatkan banyak pesan dan telepon sepanjang hari. 

Walau ini dapat mencegah anak agar tidak bosan, terlalu banyak pesan yang didapatkan membuat anak kemungkinan besar akan menderita informasi yang berlebihan cepat atau lambat.

Ini dapat menyebabkan masalah mental yang serius dalam jangka panjang, terlebih lagi jika anak sampai lupa dengan keadaan emosionalnya sendiri.

Nah itulah beberapa kekurangan anak dengan kepribadian ekstrovert yang perlu diketahui. Meski kelebihan bisa bermanfaat bagi anak, sesuatu yang berlebihan tentu bisa membawa dampak yang buruk.

Sehingga ingatkan anak untuk terus berhati-hati dan bisa menjaga batas privasi saat bersama orang lain.

Baca juga:

The Latest