TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Usia Berapakah Anak Bisa Ditinggal Sendiri di Rumah? Yuk, Bahas Disini

Ini bukan tanggungjawab kecil yang main-main lho, Ma

Pexels/Emir Kaan Okutan

Ada kalanya, situasi mengharuskan kita untuk meninggalkan anak sendirian di rumah. Entah itu karena urusan mendesak dan mendadak sehingga Mama tak sempat menghubungi pengasuh anak untuk menjaga, atau pertimbangan lain yang mengharuskan Mama meninggalkan anak di rumah tanpa pengawasan orang dewasa.

Rasanya tidak tega dan khawatir ya, Ma? Tetapi, pada saatnya Mama memang harus melepaskan mereka tinggal sendiri di rumah, meski hanya beberapa jam, karena nantinya mereka harus menghadapi kenyataan hidup mandiri saat dewasa.

Lalu, usia berapa sih anak bisa ditinggal sendiri di rumah? Apa yang perlu dipersiapkan? Berikut Popmama.com merangkum serba-serbinya, dilansir dari sheknows.com:

Usia Berapakah Anak Boleh Ditinggalkan Sendiri di Rumah?

Freepik

Di Indonesia, masih belum ada aturan secara resmi yang menetapkan batasan usia minimal anak boleh ditinggalkan sendiri di rumah. Tetapi, di Amerika Serikat, setidaknya ada 3 negara bagian yang memiliki aturan jelas terkait hal ini, yaitu Illinois, Oregon, dan Maryland.

Illinois menetapkan usia 14 tahun sebagai batas minimal anak boleh ditinggalkan sendiri di rumah. Sementara itu, Oregon menetapkan usia 10 tahun anak boleh di rumah sendiri. Di Maryland, anak usia 8 tahun sudah diperbolehkan sendirian di rumah. 

Namun, dari penelitian yang dimuat di SheKnows.com, sebagian besar para orangtua pekerja menyepakati bahwa anak seharusnya tidak ditinggalkan sendirian di rumah tanpa pengawasan orang dewasa di bawah usia 12 tahun, selama empat jam atau lebih. Bagi mereka, usia 12-15 tahun adalah yang paling ideal.

Jika Mama berencana meninggalkan anak sendirian di rumah dalam waktu cukup lama, berikut ini beberapa hal yang harus dipertimbangkan dan dipersiapkan:

1. Tanggungjawab dan keberanian

Pixabay/ambermb

Sebelum membiarkan anak sendirian di rumah, tanyakan hal-hal ini pada diri Anda sendiri, Ma:

  • Apakah anak Mama sudah cukup bertanggungjawab untuk mengetahui dan mengikuti aturan dasar yang diterapkan di rumah?
  • Apakah ia berani sendirian di rumah?

Bagi sebagian anak, berada di rumah kosong sendirian untuk pertama kalinya bisa jadi sangat menakutkan. Jadi, pastikan anak tak hanya sudah bisa diberi tanggungjawab, tetapi juga bisa mengatasi perasaannya sendiri saat sendirian. 

2. Berikan batasan yang tak boleh dilanggar

Pixabay.com/AnnaKovalchuk

Pertama kali meninggalkan anak sendirian di rumah itu artinya harus menetapkan batasan secara tegas yang tak boleh dilanggar. Misalnya: dilarang membukakan pintu dan mempersilakan orang asing masuk, tidak boleh menyalakan api dan peralatan elektronik yang berpotensi bahaya, tidak boleh mengundang teman-teman ke rumah untuk menginap, dan lain-lain.

3. Persiapkan semua hal secara mendetil

Freepik/Angelina-Zinovieva

Sebelum Mama meninggalkan rumah, pastikan anak tahu ke mana Mama pergi serta nomor-nomor telepon darurat yang bisa dihubungi jika terjadi sesuatu. Jika Mama cukup dekat dengan tetangga sekitar, beritahu mereka kalau anak Mama sedang sendirian di rumah selama beberapa waktu dan minta tolong untuk mengawasi mereka bila ada sesuatu yang tampak tidak beres. 

Pastikan Mama menyediakan semua keperluan anak, misalnya makanan yang tinggal disantap. Jadi, mereka tidak perlu menyalakan kompor untuk memanaskan makanan, yang dapat berpotensi bahaya.

Sementara anak di rumah sendirian, pastikan ponsel selalu ada dalam jangkauan Mama ya!

4. Dorong anak agar percaya diri dan berani

Freepik/Tirachardz

Meski baru pertama kalinya meninggalkan anak sendirian di rumah, sebaiknya Mama tak menunjukkan kekhawatiran yang berlebihan. Karena anak bisa jadi merasa ciut nyalinya. Berikan kepercayaan padanya bahwa ia sudah besar dan bisa melalui situasi ini dengan baik.

Sesampainya kembali ke rumah, berikan pujian pada anak karena telah berhasil melewati tanggungjawab besar ini. Yakinlah, anak Mama lambat laun akan semakin mandiri dan mampu bertanggungjawab akan dirinya sendiri. 

Bagaimana, Ma, sudah siap memberikan tanggungjawab besar pada anak Mama? Di usia berapakah Mama berani melepas anak sendirian di rumah? Yuk berikan pendapat Mama di kolom komentar di bawah ini. 

Baca juga:

The Latest