5 Cara Mengatasi Anak Cengeng

Si Kecil sering menangis dan membuat suasana jadi kacau, bagaimana cara mengatasinya?

17 Oktober 2018

5 Cara Mengatasi Anak Cengeng
Pexels/Pixabay

Ma, perasaan marah, malu atau sedih adalah bagian dari emosi yang normal pada masa kanak-kanak.

Apabila ia cengeng merupakan hal wajar yang terjadi pada mereka.

Pasalnya menangis merupakan salah satu reaksi yang diungkapkan dari perasaan seseorang, tangisan tersebut bisa mengartikan bahwa sedang emosi, baik sedih, atau marah yang diungkapkan dengan mengeluarkan air mata.

Jadi terkadang  untuk mengungkapkan apa yang dirasakannya, si Kecil mengekspresikannya dengan cara menangis.

Oleh sebab itu alasan mereka menangis tak lain sebagai ungkapan keinginan mereka.

Namun, jika sudah keseringan hingga buat orangtua kesal dan gemas ketika  si Kecil sering menangis karena hal yang sepele.

Sedangkan hal itu akan membuat orang lain terganggu akan tangisannya.

Perilaku tersebut mudah dicap orang sebagai anak cengeng. 

Untuk mengatasi anak yang cengeng, di bawah ini akan diulas beberapa tips agar si Kecil tak lagi keseringan menangis:

1. Komunikasi dengan anak

1. Komunikasi anak
Pexels/Brett Sayles

Pastinya anak cengeng tidak mampu mengungkapkan apa yang dia inginkan dan ia rasakan.

Sebagai orangtua sebaiknya berkomunikasi dengan si Kecil.

Ajaklah ia berkomunikasi dan berinteraksi ya Ma?

Sebab membangun komunikasi dengan anak adalah hal penting. 

Dengan sering mengajak anak berkomunikasi, maka mereka akan lebih terbuka pada orangtua.

Bahkan ia pun menerima kita untuk menjadi teman curhatnya.

Editors' Picks

2. Beri sentuhan hangat

2. Beri sentuhan hangat
Pexels/Bruce Mars

Ketika anak menangis sampai meraung-raung, pastinya yang Mama rasakan  itu panik dan langsung terbawa emosi.

Namun perlu diingat Ma, di mana orangtua harus bersikap netral ketika anak sedang bersikap cengeng.

Dengan begitu, anak akan belajar bahwa cara untuk mendapatkan perhatian orangtua adalah dengan bicara baik-baik.

Mama juga harus memberi sentuhan dan pelukan hangat.

Tak hanya itu, selalu berbicara satu sama lain dengan nada suara rendah dan lembut.

Hindarkan mengucapkan kata-kata bernada ancaman saat sedang marah atau kesal ya Ma?

3. Jangan terbawa emosi

3. Jangan terbawa emosi
Pexels/Alexander Dummer

Terkadang para orangtua akan marah saat  terus menerus menangis. Hal ini harus dihindari ya Ma?

Sebab jika orangtua marah, itu akan disalahartikan oleh anak.

Anak bisa saja mengira ini sebuah ancaman dan tanda bahwa orangtuanya tidak menyayangi anak.

Mama harus menenangkan diri secepat mungkin, dengan kata lain yaitu tidak terbawa emosi.

Sebaiknya Mama bertanya dengan lembut, apa yang membuatnya menangis.

Tapi tetap harus sabar, pasalnya ia membutuhkan waktu lama untuk mereka menjawab dan tidak menangis lagi.

4. Gunakan sistem time out

4. Gunakan sistem time out
Pexels/Pixabay

Apabila si Kecil tetap menangis terus, yang harus Mama lakukan ialah dudukan ia di sudut ruangan untuk beberapa waktu.

Katakan padanya, si Kecil sekarang boleh menangis dalam beberapa menit lagi.

Tapi dalam waktu dekat ia harus segera menghentikan tangisnya. 

Melakukan metode timeout ini, berharap akan membuat mereka tidak menangis terlalu lama. 

5. Bantu kecerdasan emosi anak

5. Bantu kecerdasan emosi anak
Pexels/Pixabay

Sudah sepatutnya orangtua bisa dengan baik membimbing sikap anaknya ke arah yang lebih baik.

Mama pun harus mengetahui dan mengembangkan kecerdasan emosional anak dengan cara yang tepat.

Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengelola perasaannya sendiri serta perasaan orang lain.

Jadi peran orangtua yang menghadapi anaknya cengeng, yaitu membantu pada  hal-hal apa saja yang disukainya dan yang tidak disukai.

Apabila si Kecil merasa ada sesuatu yang membuatnya kesal, ia bisa mengungkapkan perasaan tersebut dengan baik pada orangtuanya, bukannya lewat tangisan.

Ma, jangan sepelekan masalah karakter anak cengeng.

Mengingat usia si Kecil belum bisa atau sulit menjelaskan apa yang membuat mereka menangis, jadi Mama bisa menanganinya dengan 5 cara di atas. Semoga bermanfaat. 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.