TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Cara Membantu Anak Belajar Bahasa Kedua Sejak Dini

Belajar bahasa kedua sedini mungkin ternyata memiliki manfaat yang besar, lho!

Pexels/Pixabay

Belajar bahasa kedua dapat dilakukan anak di sekolah. Namun, ternyata belajar bahasa kedua sedini mungkin memiliki manfaat yang besar.

Dilansir dari laman parents.com, anak yang belajar bahasa kedua dari kecil tumbuh dengan empati yang lebih tinggi. Anak yang bilingual sejak kecil cenderung lebih baik dalam memahami perspektif, pikiran, keinginan, dan niat orang lain.

Dalam hal ini, penting untuk mengajari anak cara mengatasi perasaan empatinya dan membedakan kebutuhannya sendiri dengan kebutuhan orang lain agar ia tidak kewalahan.

Menjadi bilingual pun dapat meningkatkan fungsi otak, terutama dalam hal perencanaan, pemecahan masalah, konsentrasi, dan multitasking. Sebab, mempelajari bahasa dapat meningkatkan kemampuan otak untuk berimprovisasi.

Ketika dewasa, orang bilingual mampu mencegah demensia dan Alzheimer rata-rata 4 tahun lebih lama karena mempelajari bahasa dapat mencegah kerusakan otak.

Dalam bidang akademik, anak yang belajar bahasa kedua dapat belajar membaca lebih cepat dan cenderung lebih berprestasi dalam ujian.

Ternyata, manfaatnya sangat besar, ya! Mama bisa membantu anak untuk belajar bahasa kedua sejak kecil, lho.

Bagaimana caranya? Lebih lanjut, Popmama.com akan bahas di bawah ini.

1. Mulailah sedini mungkin

Pexels/Helena Lopes

Mama dapat membantu anak mempelajari bahasa kedua sedini mungkin, bahkan ketika anak belum lahir. Sebab, manusia mulai bisa menguasai bahasa sekitar usia 30 minggu dalam kandungan.

Pada usia tersebut, otak anak sudah bisa memproses suara bahasa. Ketika melakukannya, terjadi perubahan spesifik pada pusat bahasa di otak.

Hal ini membuat anak dapat menyerap berbagai bahasa, tapi ia akan lebih cepat menyerap bahasa ibu.

2. Carilah alat bantu

Pexels/Monika Balciuniene

Mama dapat meningkatkan latihan bahasa kedua di rumah dengan menggunakan bantuan alat atau orang lain. Bisa dengan menyediakan buku bilingual, menyewa babysitter bilingual, mendapatkan teman bilingual untuk anak, dan memiliki waktu khusus berbicara menggunakan bahasa kedua.

Ada pula sekolah yang fokus meningkatkan bahasa lain. Mama dapat memasukkan anak ke sekolah seperti itu jika memungkinkan.

Jika salah satu orangtua merupakan bilingual, disarankan agar salah satu orangtua berbicara menggunakan bahasa asli, sedangkan yang lainnya berbicara menggunakan bahasa asing.

Cara cukup efektif untuk meningkatkan kosakata bahasa anak.

3. Tidak perlu berkecil hati menjadi orangtua yang monolingual

Pexels/Gustavo Fring

Jika Mama dan Papa merupakan orang yang monolingual, tidak perlu khawatir. Mama tetap bisa membantu anak belajar bahasa keduanya, meskipun harus berhati-hati.

Belajar bahasa kedua bersama anak adalah pendekatan yang bagus. Mama bisa belajar dasar dari bahasa tersebut bersama anak, lalu mendapatkan pelajaran lebih untuk Mama sendiri.

Belajar bahasa kedua bisa melalui buku dan film berbahasa tersebut. Kini, ada pula aplikasi-aplikasi seperti Duolingo dan Cake untuk membantu belajar bahasa asing.

4. Bilingualisme tidak membingungkan anak

Pexels/Alex Green

Bilingualisme tidak membingungkan anak-anak. Anak yang tengah belajar dua atau lebih bahasa secara bersamaan, wajar tampak tertinggal dalam pengembangan kosakata bahasa aslinya pun bahasa lain yang tengah dipelajari.

Namun, itu hanya akan terjadi di awal. Jadi, Mama tidak perlu khawatir.

Itulah cara yang dapat Mama lakukan untuk membantu anak belajar bahasa keduanya. Tidak perlu terburu-buru, ya!

Perlahan-lahan saja, asalkan konsisten pasti bisa. Semangat mempraktikkannya, Mama!

Baca juga:

The Latest