TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Jumlah Pasien Gangguan Ginjal Akut yang Sembuh Meningkat

Dalam satu minggu angka kesembuhan pasien GGAPA telah naik 13 persen.

Pexels/Polina Tankilevitch

Angka kesembuhan pasien Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) terus bertambah. Kementerian Kesehatan RI melaporkan per tanggal 31 Oktober 2022 tercatat dari 304 kasus GGAPA, terdapat 99 pasien atau 33 persen dinyatakan sembuh.

Angka ini mengalami kenaikan yang signifikan dalam kurun waktu satu minggu terakhir. Angka kesembuhan yang dilaporkan pada 26 Oktober 2022 sebanyak 39 kasus. Berarti terdapat 60 pasien sembuh dalam satu minggu. 

Naiknya angka kesembuhan tentu saja berita bahagia yang sangat penting. Maka dari itu, kali ini Popmama.com telah merangkum beberapa fakta terkait meningkatnya jumlah pasien GGAPA yang sembuh.

Yuk, disimak!

1. Kasus GGAPA banyak dialami anak berusia 1-5 tahun

Freepik/pressfoto

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dr. Muhammad Syahril mengatakan, terjadi kenaikan signifikan selama satu minggu ini dari sebelumnya 20 persen naik menjadi 33 persen pasien yang dinyatakan sembuh. 

Sementara, dari persentase tersebut sebanyak 65 kasus masih dalam perawatan, dan untuk kasus meninggal tercatat 153 kasus (CFR 51 persen).

Kasus Gangguan Ginjal Akut pada Anak paling banyak terjadi pada anak berusia 1-5 tahun sebanyak 173 kasus. Kasus terbanyak tercatat di provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Aceh, Jawa Timur, Sumatera Barat, Banten, dan Bali.

2. Upaya pemerintah menangani GGAPA

Freepik/Stefamerpik

Syahril menambahkan, terjadi penurunan kasus GGAPA yang signifikan pada anak setelah adanya Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan per tanggal 18 Oktober 2022 yang meminta tenaga kesehatan dan apotik untuk tidak memberikan obat dalam bentuk sirop kepada masyarakat

Kebijakan antisipatif terus dilakukan Kementerian Kesehatan dalam menekan angka kesakitan dan kematian akibat GGAPA di Indonesia. Salah satunya dengan mendatangkan ratusan vial obat Antidotum (penawar) Fomepizole injeksi yang didatangkan dari Singapura, Australia, Kanada, dan Jepang.

“Sebanyak 146 vial sudah disebarkan ke 17 rumah sakit di 11 provinsi, sementara 100 vial disimpan sebagai stok di instalasi farmasi pusat," imbuh Syahril.

3. Daftar rumah sakit yang mendapat Fomepizole

Pexels/Pixabay

Berikut daftar rumah sakit yang sudah mendapatkan distribusi Fomepizole antara lain:

  • RSUD Zainoel Abidin Aceh
  • RSUP Prof Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Bali
  • RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta
  • RSAB Harapan Kita  
  • RSUP Fatmawati,
  • RSCM Jakarta
  • RSUP Hasan Sadikin
  • RSUD Dr. Hafiz
  • RSU Hermina Mekarsari, Jawa Barat
  • RSUD Bangli dan RSUD Dr. Saiful Anwar, Jawa Timur
  • RSUD Dr. Soedarso Pontianak, Kalimantan Barat
  • RSUD Kuala Pembuang, Kalimantan Tengah
  • RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Sulawesi Selatan 
  • RSUP Dr. M Djamil, Sumatera Barat 
  • RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang, Sumatera Selatan 
  • RSUP H. Adam Malik, Sumatera Utara.

4. Surat edaran berikutnya dari pemerintah

paperkawaii.com

Mengikuti pembagian surat edaran terkait obat sirup layak minum untuk anak, pemerintah mengeluarkan kembali surat edaran petunjuk penggunaan obat sirup pada anak. 

Petunjuk penggunaan obat sirup kepada anak berguna mencegah peningkatan kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) No. HK.02.02/III/3515/2022 pada tanggal 24 Oktober 2022 yang ditujukan kepada seluruh dinas kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan organisasi profesi kesehatan.

5. Kontribusi semua pihak dibutuhkan

Pexels/cottonbro

Terbaru, pada tanggal 26 Oktober 2022, Kementerian Kesehatan juga sudah melakukan pembaharuan Keputusan Dirjen Yankes tentang Tata laksana Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal Pada Anak di Rumah Sakit No. HK.02.02/III/3542/2022, dengan ditambahkan tatalaksana pemberian Fomepizole.

Terakhir, Jubir Syahril menekankan bahwa dukungan seluruh pihak juga sangat menentukan keberhasilan penanganan GGAPA di Indonesia.

“Diharapkan semua pihak untuk dapat bersinergi dan berkolaborasi untuk menyelamatkan nyawa anak Indonesia sebagai prioritas utama. Tujuan kita adalah demi kesehatan masa depan anak anak kita,” tutup Syahril.

Nah Ma, itu tadi berita terkait meningkatnya jumlah pasien GGAPA yang sembuh. Semoga saja jumlah pasien yang sembuh semakin banyak lagi ya, Ma. 

Baca juga: 

The Latest