TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Mengenal Mindful Parenting, Mengasuh Anak Lebih Waras

Jenis pengasuhan yang mengedepankan fokus perhatian pada tingkah laku anak

Pexels/Monstera

Mama masih belum mengetahui cara yang tepat untuk mengasuh anak? Atau Mama selalu merasa ingin marah dengan tingkah laku anak hingga membutuhkan cara mengasuh yang 'waras' untuk mengatasinya?

Mengasuh anak memanglah tidak mudah. Karakter anak yang berbeda-beda menyebabkan tidak semua pola asuh cocok untuk mereka.

Terkadang dengan banyaknya pekerjaan di rumah di tambah anak yang susah diatur membuat Mama merasa seperti hilang kendali. Rasanya ingin marah dan tidak jarang sebagian orangtua merasa stres sendiri. 

Dalam mengasuh anak, orangtua secara fisik dan pikiran harus bisa dikatakan waras supaya didikan yang diberikan bisa diterima dengan baik oleh anak. Itulah sebabnya ada istilah mindful parenting dalam mengasuh anak. 

Sebenarnya apa sih yang dimaksud mindful parenting? Nah, dari pada Mama penasaran, yuk langsung simak saja penjelasan dari Popmama.com berikut ini. 

1. Apa sih 'Mindful Parenting' itu?

Pexels/Ketut Subiyanto

Sebelum memahami lebih dalam apa itumindful parenting, terlebih dahulu Mama harus memahami kata mindfulness. Mindfulness adalah praktik hidup di saat ini, yaitu Mama secara sadar mengetahui di mana posisi mama di hidup ini, apa yang Mama pikirkan dan apa yang Mama rasakan. 

Mindfulness juga sama artinya Mama tidak menghakimi dan lebih banyak menerima keadaan. Sedangkan ide mindful parenting sudah aja sejak tahun 1997 yang lebih mengedepankan prinsip perhatian pada banyak situasi dalam keluarga mama. 

Menerapkan perhatian ke dalam pengasuhan anak bertujuan untuk menanggapi perilaku ataupun tindakan anak dengan baik. Sehingga Mama bukan memberi reaksi saja. Dengan begitu, Mama bisa belajar lebih menerima. 

Bukan hanya menerima perilaku anak, tapi Mama juga menerima bagaimana cara Mama bersikap. Hal ini dapat membantu memperkuat hubungan orangtua dan anak karena Mama bisa lebih mengendalikan bagaimana harus merespon ketika perilaku anak tidak sesuai.

2. Kunci utama dari penerapan mindful parenting

Pexels/Ketut Subiyanto

Mindful parenting yang mengutamakan fokus dan penuh perhatian pada anak bertujuan untuk memahami perilaku mereka. Mulai dari sikap, bagaimana Mama tidak menghakimi, belajar berbelas kasih dan mempertimbangakan cara menanggapinya. 

Mindful parenting memang harus pelan-pelan dilakukan, karena di dalamnya ada banyak keterampilan yang dibutuhkan. Contohnya: 

  • Mendengarkan: artinya Mama benar-benar mendengarkan dan mengamati mereka. Keterampilan ini membutuhkan banyak kesabaran dan latihan, Ma. Mama juga akan belajar memperhatikan semuanya yang ada di sekeliling mama dan juga anak.
  • Menerima dan tidak menghakimi: artinya ketika anak merasakan suatu perasaan ataupun tingkah laku yang tidak sesuai, sebisa mungkin Mama tidak langsung menyudutkan dan menghakiminya. Di sini, sama halnya Mama melepaskan harapan yang Mama tanam sendiri untuk anak. 
  • Kesadaran emosional: menumbuhkan kesadaran untuk berinteraksi dengan anak apapun perasaan yang dialami anak dan Mama saat itu. Saat emosi terjadi, biasanya itu akan memengaruhi situasi yang ada. Sehingga Mama juga harus paham dengan emosi apa yang sedang Mama rasakan. 
  • Regulasi diri: di mana Mama tidak membiarkan emosi mama memicu reaksi secara langsung. Misalnya seperti berteriak, membentak, memukul dan sebagainya. Singkatnya Mama harus berpikir dulu sebelum bertindak untuk menghindari reaksi yang berlebihan. 
  • Kasih sayang: melibatkan empati dan memahami posisi anak pada saat itu, sehingga anak tidak menyalahkan diri sendiri. 

3. Mindful parenting apakah sama saja dengan memanjakan anak? 

Pexels/Ketut Subiyanto

Mindful parenting bukan memanjakan anak, Ma. Pola asuh ini justru salah satu cara meningkatkan bonding dengan anak karena terciptanya komunikasi dua arah dan perilaku saling memahami. 

Mama tetap mengajarkan kedisiplinan, ketegasan, namun bukan dengan cara memarahinya. Mindful parenting lebih pada memberi perhatian penuh. Sehingga cara ini tidak termasuk memanjakan anak. 

Mama akan banyak berdiskusi dengan anak tentang apa yang dia rasakan dan bagaimana cara mama meresponnya. 

4. Manfaat dari pola asuh mindful parenting

Pexels/Alex Green

Hal yang mungkin belum Mama ketahui adalah, bahwa mindful parenting bisa dilakukan sebelum memiliki anak. Kok bisa? 

Karena sebenarnya mindful parenting bukan hanya cara orangtua menyikapi anak, tetapi juga tentang bagaimana orangtua belajar menahan diri dari hal-hal yang mungkin tidak sesuai keinginan. 

Banyak sekali manfaat dari pola asuh ini jika Mama mulai menerapkannya, yaitu seperti mengurangi stres, gangguan mood, depresi dan juga kecemasan.

Manfaat mindful parenting tidak hanya meliputi anak dan keluarga, melainkan kesejahteraan keluarga secara luas.

Untuk anak-anak, pola asuh ini dapat membantu anak dalam pengambilan keputusan sosial, membantu anak-anak mengembangkan keterampilan hidup yang penting sejak usia sangat muda, mengurangi potensi perlakuan buruk seperti kekerasan fisik. 

Beberapa manfaat lainnya dari mindful parenting ialah: 

  • Meningkatkan komunikasi orang tua-anak
  • Mengurangi gejala hiperaktif
  • Meningkatkan kepuasan orang tua
  • Mengurangi agresi
  • Menurunkan perasaan depresi
  • Mengurangi stres dan kecemasan
  • Lebih banyak keterlibatan orang tua secara menyeluruh dalam pengasuhan

5. Apa bedanya mindful parenting dengan pola asuh lainnya? 

Pexels/Monstera

Sudah disinggung sebelumnya bahwa mindful parenting mengedepankan perhatian penuh hingga mendengarkan seksama pada anak.

Sedangkan pola asuh lain mungkin cenderung berfokus bagaimana cara mendekati anak atau menghadapi perilaku dan tindakan tertentu. 

Pola asuh ini cenderung meluangkan waktu lebih banyak dari pola asuh biasanya, karena perhatian yang dituangkan juga akan lebih banyak.

Mama harus memahami dan mengenali emosi mama dan anak pada saat itu. Mencari tahu hal-hal apa saja yang menjadi penyebabnya. 

Kata lain dari mindful parenting adalah orangtua berusaha melihat dunia melalui mata anak serta tidak menghakimi pengalaman yang mereka dapatkan.

Sedangkan pola asuh lain mungkin lebih tentang mengajar struktur dan rutinitas anak-anak, atau mengajarkan salah dan benar.

6. Contoh menerapkan mindful parenting pada anak yang sedang tantrum

Freepik

Ketika anak tantrum, Mama pasti merasa kewalahan untuk menenangkannya. Mama juga mungkin merasa khawatir kondisi tersebut bisa mengganggu orang lain ketika berada di luar rumah hingga akhirnya menimbulkan emosi sendiri. 

Contohnya saja ketika Mama mengajak anak ke sebuah toko, akan ada banyak hal yang menarik perhatian anak, namun tidak semuanya juga bisa Mama berikan pada anak. Nah, ketika anak tantrum, cobalah untuk mengamati akar dari apa yang terjadi Ma. 

Bisa jadi mereka merasa lelah karena seharian berada di luar sehingga ia tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

Sebelum Mama memutuskan untuk memukul atau menjewer anak ketika tantrum, alangkah baiknya untuk menerima dulu emosi anak. Mungkin saja mereka hanya lepas kendali karena tidak bisa mendapatkan sesuatu yang diinginkan, Ma. 

Pahami bahwa anak juga mungkin sedang berurusan dengan emosi mereka sendiri. Jadi, jangan langsung mengambil tindakan yang menyakitkan, tapi pahami, amati sekitar dan ajak bicara anak dengan cara yang baik. 

7. Bagaimana caranya menjadi orangtua yang penuh perhatian? 

Freepik/tirachardz

Untuk sebagian orangtua, memberikan perhatian penuh lebih dari biasanya mungkin akan sulit dilakukan. Nah untuk memulai menerapkan mindful parenting, Mama bisa mulai dengan beberapa cara di bawah ini: 

  • Perhatikan sekitar mama dan bagaimana perasaan mama baik di dalam diri ataupun di luar diri mama. Rasakan setiap momen yang ada di sekitar dengan menggunakan semua panca indra mama. Lakukan secara sadar ketika Mama menggunakan panca indra tersebut. 
  • Hiduplah di masa sekarang dengan tidak melihat pada masa lalu atau merencanakan terlalu serius untuk masa depan. Temukan setiap kebaikan yang terjadi di depan mata Mama. 
  • Mempraktikan untuk bisa lebih menerima emosi serta tindakan anak. Bahkan jika semua itu sampai membuat Mama frustasi, belajarlah untuk bersabar dan menerima, Ma. 
  • Meditasi perlu Mama lakukan dengan meluangkan beberapa menit saja setiap hari untuk benar-benar terhubung dengan diri sendiri mama. Bahkan jika mau, Mama bisa mengajak anak untuk melakukannya bersama-sama.

Jika Mama ingin tahu lebih banyak mengenai mindful parenting, jangan lupa untuk ikut serta dalam rangkaian acara POPAC 2021.

Akan ada kelas dengan tema "Mindful Parenting, Seimbang dan Optimal dalam Mengasuh si Kecil" bersama Raden Prisya. 

Kelas diadakan secara online melalui IG Live pada tanggal 27 Desember 2021. Bagi Mama yang tertarik untuk ikut, jangan lupa untuk hadir ya, Ma!

Baca juga: 

The Latest