TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

3 Negara yang Penduduknya Paling Jujur di Dunia, Bagaimana Indonesia?

Dengan sosial eksperimen ini, terjawab sudah mana negara yang penduduknya paling jujur

globalexpandia.com

Kebaikan dari lubuk hati kini jadi hal yang mahal. Di mana kejujuran juga jadi hal yang tak kalah mahal. 

Sebuah percobaan dibuat untuk melihat penduduk mana yang masih mementingkan hati nurani dibanding keegoisan diri. Dalam percobaan ini, dibuat skenario mengenai dompet jatuh. 

Untuk lengkapnya, mari lihat seperti yang dilansir dari laman Boredpanda berikut ini:

1. Menjatuhkan dompet di 335 kota besar dunia

Pixabay/free-photos

Percobaan ini dilakukan dengan menyebar dompet ke 355 kota besar di dunia. Mereka menjatuhkan di tempat yang ramai agar kemungkinan dompet ditemukan orang akan besar. 

Siapa yang "menjatuhkannya"? Tugas ini dibagi pada 11 laki-laki dan 2 perempuan yang ditugaskan keliling 40 negara.

Tujuan utamanya adalah untuk melihat berapa banyak prosentase pengembalian dompet terssebut. Apakah mereka akan mengembalikannya? Apakah uangnya akan diambil? Serta, apa motif di balik pengembalian tersebut. 

2. Ada tiga tipe dompet yang dijatuhkan

Pexels/Rawpixel

Dalam percobaan ini ada 1.700 dompet yang dijatuhkan. Masing-masing dompet berisi kertas catatan bertuliskan daftar belanjaan dalam bahasa sesuai kota tempat dompet dijatuhkan, lalu ada kartu nama pemilik, serta uang. 

Yang membedakan adalah, salah satu jenis dompet terdapat uang dan kunci. Sementara satunya lagi tidak ada uangnya namun ada kunci.

Yang terakhir, dompet berisi uang banyak namun tidak ada kunci. Uang yang berada di dompet berjumlah sekitar Rp 150 ribu yang disesuaikan dengan mata uang di mana dompet itu dijatuhkan. 

3. Dompet dengan kunci paling banyak dikembalikan

boredpanda.com

Setelah melakukan percobaan ini, terlihat hasilnya adalah banyaknya angka pengembalian dompet yang berisi kunci. Mengapa mereka mau menghubungi pemilik, atau berusaha mengembalikan dompet meski tak ada uangnya? 

Ternyata, menurut sang peneliti Christian Lukas Zund, para pelapor ini peduli dengan pemilik dompet yang mungkin kehilangan kunci. Karena kunci dianggap barang personal yang cukup penting. 

Sekitar 40% orang mau menghubungi pemilik dompet meski tidak ada uangnya. Sementara ada sekitar 51% orang yang menghubungi untuk mengembalikan saat melihat ada uang di dompet tersebut.

4. Negara yang paling jujur adalah...

boredpanda.com

Dari 44 negara yang jadi bahan uji coba, ada beberapa yang memiliki penduduk jujur. Untuk kategori dompet yang tidak berisi uang, angka pengembalian tertinggi dimiliki oleh negara Swiss. Sekitar 70% laporan pengembalian dompet yang tidak memiliki uang di dalamnya, dan 75% laporan pengembalian dompet dengan uang di dalamnya. 

Denmark memiliki angka pengembalian dompet paling tinggi untuk kategori dompet dengan uang. Setidaknya laporan pengembalian ada sekitar 80%. 

Negara lain yang sejenis adalah Norwegia, dan Belanda. Penduduk di sini akan dengan senang hati melaporan kehilangan dompet baik ada atau tidak ada uang di dalam dompet tersebut. 

5. Negara dengan penduduk yang paling tidak jujur adalah...

Temblor.net

Penduduk di Peru, Chili dan Meksiko tergolong yang anomali. Di mana angka pengembalian dompet berisi uang atau tidak sangat berdekatan. 

Bahkan angka pengembalian dompet di Meksiko, lebih banyak dompet tanpa uang yang dikembalikan, dibanding dompet yang berisi uang. Jika ada uangnya, maka dompet itu tidak akan kembali. 

Angka pengembalian dompet dengan uang paling rendah dimiliki Meksiko. Yaitu hanya 15% saja. Sementara angka pengembalian dompet tanpa uang paling rendah dimiliki oleh China yaitu kurang dari 10%.

6. Bagaimana dengan Indonesia?

IDNMedia.com/ayowiraswasta.com

Indonesia juga masuk dalam percobaan ini. Angka pengembalian dompet yang tanpa uang ada sekitar 15%. Sementara angka pengembalian dompet dengan uang ada sekitar 35%.

Sepertinya, uang masih jadi hal yang lebih penting dibanding kepemilikan seperti kunci. 

Apapun hasilnya, sangatlah penting mengutamakan kejujuran dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi untuk mengajarkannya ke anak. Harus dimulai dengan diri sendiri. 

The Latest