TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Lewat Film Koki-Koki Cilik 2, Pesan Moral Ini Bisa Ditiru Anak-Anak

Film dengan pesan moral perlu ditonton saat liburan sekolah nih, Ma!

Youtube.com/MNCP Movie

Film anak-anak di liburan panjang sekolah kembali hadir menemani. Kali ini Christian Sugiono, Ringgo Agus Rahman dan Kimberly Rider bermain dalam sebuah film anak-anak berjudul Koki-Koki Cilik 2. 

Ketiganya pun beradu akting dengan pemeran anak-anak seperti Farras Fatik, Alifa Lubis, Marcello Mahesa, Romaria Simbolon, Muhammad Adhiyat, Ali Fikri dan Clarice Cutie. Film Koki-Koki Cilik 2 termasuk sebuah sekuel dari film terdahulunya yang sama-sama menceritakan tentang kehidupan di dalam cooking camp.

Di sekuel ini menceritakan para anak-anak yang sudah menjadi alumni cooking camp kembali berkumpul dan berencana untuk mengunjungi Chef Grant. Namun, kenyataan di luar ekspetasi mereka karena lahan cooking camp seperti tak lagi terurus. 

Sebuah makna pertemanan, kerjasama dan saling menolong menjadikan film Koki Koki Cilik 2 memililki banyak nilai positif. Misi penyelamatan cooking camp pun dilakukan dengan terencana melalui kemampuan para alumninya di bidang memasak. 

Jika Mama ingin mengetahui berbagai pembelajaran positif yang bisa diambil dari film Koki-Koki Cilik 2, kali ini Popmama.com telah merangkumnya. 

Disimak ya!

1. Kegiatan memasak di dapur bersama keluarga bisa menyenangkan 

Youtube.com/MNCP Movie

Film yang didominasi adegan memasak ini juga memperlihatkan keseruan dari Muhammad Adhiyat sebagai Adit ketika memasak di dapur bersama sang Mama. Kebersamaan di dapur ini tentunya dapat menjadi salah satu tempat yang nyaman untuk meningkatkan bonding apalagi ketika memiliki hobi memasak. 

Melalui film ini, anak mama pun akan semakin berkeinginan besar untuk belajar memasak di dapur. Apalagi liburan sekolah masih cukup lama, sehingga Mama dan si Kecil pun bisa banyak eksplorasi dalam membuat berbagai macam menu makanan. 

Perlu disadari bahwa kebersamaan saat memasak di dapur memang terlihat sederhana, namun cara seperti ini dapat meningkatkan kualitas hubungan menjadi lebih baik. 

Selain itu, ketika anak-anak mengetahui berbagai proses memasak selama di dapur dirinya akan mendapatkan banyak pembelajaran baru seperti:

  • Membantu meningkatkan rasa kepercayaan diri.
  • Belajar berproses dalam hidup karena semua tidak bisa instan. 
  • Mendorong kemampuan anak untuk bekerja sama dengan tim.
  • Mengasah tingkat kreativitas semakin tajam, salah satunya dalam menciptakan sesuatu yang baru. 

Walau hanya membantu atau menemani Mama menyiapkan hidangan keluarga, tanpa disadari ada beragam manfaat positif sebagai bentuk pengembangan diri. Bisa dicontoh sebagai kegiatan positif di rumah dalam mengisi waktu liburan nih, Ma. 

2. Membiasakan diri untuk ikhlas ketika memaafkan kesalahan orang lain

Youtube.com/MNCP Movie

Film keluarga yang satu ini sangat cocok ditonton oleh si Kecil karena banyak pembelajaran positif, salah satunya tentang belajar ikhlas saat memaafkan kesalahan orang lain.

Perlu disadari juga kalau untuk beberapa orang, memaafkan akan lebih sulit dibandingkan meminta maaf. Apalagi anak-anak yang usianya masih kecil tak jarang masih belum tahu cara memaafkan, sehingga ia akan tumbuh menjadi orang yang lebih memilih untuk melupakan masalahnya dengan orang lain daripada memaafkan. 

Kelak saat dirinya dewasa, anak mama pun akan lebih sering dengan menemui berbagai macam masalah. Kondisi inilah yang membuat proses belajar memint maaf dan memaafkan menjadi perlu dipupuk sejak dini. 

Selain belajar melalui film, anak-anak umumnya akan mencontoh orang lain termasuk kedua orangtua di rumah. Mama pun harus bisa memberikan teladan perilaku terbaik untuknya. 

3. Mengajarkan untuk memecahkan masalah dengan berbagai pilihan

Youtube.com/MNCP Movie

Liburan panjang sekolah tentunya akan membosankan bagi anak-anak tanpa diisi dengan kegiatan positif. Setuju nggak nih, Ma? 

Saat menonton Film Koki-Koki Cilik 2, Mama dan si Kecil akan melihat aksi menggemaskan dari Alifa, Romaria hingga Adhiyat yang berusaha mengembalikan cooking camp agar berjaya lagi seperti sediakala. Jika diperhatikan, film anak-anak ini mengajarkan penontonnya untuk belajar memecahkan masalah melalui berbagai cara. 

Dalam hidup ini semua orang tidak akan pernah lepas dari masalah, termasuk anak-anak. Hal inilah yang perlu ditanamkan oleh orangtua agar anaknya kelak mampu berdiri sendiri dan menyelesaikan semua permasalahan yang ada. 

Sebagai orangtua, Mama pun perlu mengawasi proses anak dalam menyikapi dan menyelesaikan masalahnya sendiri. Tetap bantu dirinya ketika merasa bingung dan kehilangan arah. Dengan begitu secara perlahan-lahan, dirinya akan belajr dari berbagai masalah yang sudah pernah dihadapi. 

4. Belajar mengenal dan mampu mengendalikan emosi sendiri

Instagram.com/film_kokikokicilik

Sebagai seseorang yang memiliki perasaan, anak-anak pun bisa mengeluarkan emosi tersendiri dan mungkin tanpa disadari.

Sama seperti yang dialami orang dewasa, anak-anak juga mengalami serangkaian perasaan seperti sedih, kecewa, takut, marah, bosan, malu atau berbagai bentuk emosi lainnya. Namun, permasalahannya orang dewasa sudah mampu menyelesaikan sendiri tidak seperti anak-anak yang masih bingung harus berbuat apa. 

Dari film ini, penonton akan menyaksikan adegan ketika Kimberly Rider sebagai tante Adel berusaha menenangkan keponakannya ketika sedang marah. Ia berusaha memeluk untuk menenangkan sekaligus mengajarkan bahwa setiap anak bisa mengeluarkan emosinya sendiri. 

Mama pun bisa melakukan hal serupa, lalu mengatakan bahwa semua emosi dari sedih sampai marah boleh di keluarga untuk menenangkan perasaan. Lalu, anak-anak perlu belajar mengontrol emosi mereka agar tidak berlebihan. 

Jika sudah memiliki keterampilan untuk mengelola emosi dengan cara yang sehat, anak mama dapat menenangkan dirinya sendiri. 

5. Mengajarkan untuk tidak melakukan bully kepada orang lain

Instagram.com/film_kokikokicilik

Pesan moral mengenai sikap bully ini bisa penonton dapat dari kisah masa lalu Ringgo Agus Rahman sebagai Chef Grant yang sempat melakukan bully ke Christian Sugiono sebagai Chef Evan saat menjadi generasi awal cooking camp berdiri. 

Proses pembelajaran ini terlihat ketika di masa depan, korban bully yaitu Chef Evan ternyata lebih sukses dibandingkan Chef Grant. Anak-anak yang menonton pun akan semakin paham kalau hal ini bisa terjadi pada siapapun terlebih saat melakukan bully kepada temannya sendiri.

Itulah beberapa pembelajaran yang bisa diambil oleh orangtua dan penonton ketika menyaksikan Film Koki-Koki Cilik 2. Semoga pesan moral ini bisa membantu pembentukan karakter anak-anak ya, Ma!

Baca juga: 

The Latest