TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Covid-19 Varian Omicron Bisa Saja tak Terdeteksi PCR, Benarkah?

Lakukan karantina mandiri jika merasa gejalanya

Freepik/almope

Beredar kabar di salah satu media sosial, menyebut kalau virus Corona varian Omicron tidak terdeteksi dalam PCR (Polymerase Chain Reaction) test.

Waduh bahaya juga nih Ma kalau sampai benar! Namun, apakah benar varian Omicron Covid-19 tidak terdeteksi pada alat test PCR?

Popmama.com punya ringkasannya yang dirangkum dari berbagai sumber, simak ya Ma.

1. Penjelasan Guru Besar Universitas Indonesia

Pixabay/Tho-Ge Ilustrasi

Melansir dari fk.ui.ac.id, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Tjandra Yoga Aditama, sebenarnya varian baru Covid-19 Omicron (B.1.1.529), masih bisa dideteksi menggunakan alat reaksi berantai polimerase (polymerase chain reaction/PCR).

Akan tetapi virua itu memiliki mutasi spike protein di posisi 69-70, sehingga menyebabkan terjadinya fenomena “S gene target failure (SGTF)” di mana gen S tidak akan terdeteksi dengan PCR, hal ini bisa juga disebut dengan drop out gen S.

Nah dari tidak terdeteksinya Gen S pada pemeriksaan PCR justru dapat dijadikan indikasi awal kemungkinan sampel yang sedang diperikaa terdapat varian Omicron.

Meski begitu temuan tersebut masih memerlukan pneleitian lanjutan dengan pemeriksaan ‘Whole Genome Sequencing (WGS)’ untuk memastikannya.

“Kalau kemampuan WGS terbatas, maka ditemukannya SGTF dapat menjadi semacam bantuan untuk menyaring mana yang prioritas dilakukan WGS, selain kalau ada kasus berat, atau ada klaster, atau ada kasus yang tidak wajar perburukan kliniknya, dan lainnya,” jelas Tjandra.

2. Apa itu SGTF?

Unsplash/National Cancer Institute

SGTF adalah singkatan dari S-gene Target Failure, sebuah metode yang digunakan untuk mengidentifikasi suspek atau kasus probable pada penyakit Covid-19 varian Omicron. 

S-gene ialah salah satu elemen virus yang tidak ada pada varian Omicron akibat mutasi yang dialami pada virus tersebut.

Jadi kesimpulannya bila pada tes PCR S-gene tidak ditemukan, maka besar kemungkinan kasus tersebut adalah varian Omicron. 

Namun, dilansir dari news.sky, kemungkinan tersebut tetap perlu dikonfirmasi dengan proses genome sequencing.

Timbul pertanyaan mengapa harus dilakukan pemeriksaan SGTF jika pada akhirnya harus dilakukan WGS dulu untuk memastikan?

Jawabannya adalah karena varian Omicron amat infeksius, sehingga bila probable Omicron, bisa dideteksi lebih dini untuk segera diisolasi agar tidak menyebar.

3. SGTF akan digunakan sebagai pintu masuk screening varian Omicron

Freepik

SGTF digunakan pada pintu masuk dalam rangka pengetatan proses screening virus. Teknologi ini dipakai sebagai deteksi lebih awal varian Omicron.

"Sistem SGTF ini adalah RNA yang mampu melalukan pemeriksaan probable Omicron dan teknologi terbaru ini kita sudah terapkan di beberapa pintu masuk. Dengan teknologi ini, kita bisa mendeteksi kasus Omicron yang baru sudah terkonfirmasi," jelas Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono kepada awak media. 

Nah, jika pada suatu daerah ditemukan peningkatan sampel laboratorium yang menunjukkan SGTF, dapat dijadikan acuan bahwa suatu daerah sudah beredar varian Omicron.

Mengenai apakah PCR test masih ampuh? Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih menyatakan tes PCR tetap akan dilanjutkan untuk mendeteksi infeksi varian Omicron, sebagaimana dilakukan untuk varian lain.

“Penelitian sedang dilakukan untuk memperkirakan apakah terdapat dampak pada metode tes lain, termasuk tes deteksi rapid antigen,” terang WHO pada situs resminya. 

Oke Ma jadi jangan khawatir berlebihan ya Ma. Tapi harus tetap waspada untuk kesehatan bersama-sama.

Baca juga:

The Latest