TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Kasus Corona: Bandung Siaga Satu dan DKI Jakarta Genting!

Hal tersebut dikatakan langsung oleh kepala Wilayah masing-masing daerah

Unsplash/macauphotoagency

Berdasarkan angka-angka yang beredar dan menunjukkan peningkatan tersebab paparan Covid-19. Sudah sepatutnya kita semakin berhati-hati.

Angka-angka disebut tadi, membuat para kepala wilayah masing-masing dari masing-masing daerah angkat bicara terkait status kota maupun daerahnya. 

Seperti yang dikabarkan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan juga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

Seperti apa imbauan dan ajakan dari kedua pejabat pemerintahan tersebut, erkait status masing-masing daerahnya. 

Popmama.com akan berikan rangkumannya berikut ini. 

1. Ridwan Kamil mengajak para wisatawan agar tidak mendatangi Bandung untuk saat ini

Instagram.com/ridwankamil

Melalui unggahan di instagram @ridwankamil, Kang Emil begitu sapa akrabnya memberitahukan mengenai status di salah satu wilayahnya di Jawa Barat, yaitu Kota Bandung. 

Kang Emil mengimbau agar para wisatawan tidak mengunjungi Kawasan Bandung Raya untuk sementara waktu karena akan dilakukan penutupan terkait persebaran zona merah wilayah. 

"BEWARA, kepada para wisatawan mohon menunda dan tidak mendatangi kawasan Bandung Raya selama 7 hari ke depan, karena KBB dan Kab Bandung berstatus zona merah. Mayoritas kawasan wisata juga akan ditutup," tulis Ridwan Kamil. 

2. Beberapa pembatasan dan pengetatan di wilayah Bandung

Instagram.com/ridwankamil

Ridwan Kamil juga tak lupa memberitahukan aturan pembatasan dan imbauan bagi kawasan Bandung yang masuk zona merah. 

Hal itu meliputi pengetatan jatah Work From Office, kafe/restoran yang dibatasi dan imbauan pada masyarakatnya untuk melakukan pengetesan secara mandiri. 

"Kawasan zona merah segera menerapkan Work From Home kembali yaitu sebesar 75% kerja dari rumah. Di Kawasan Bandung Raya, Resto/Cafe harus membatasi jumlah pengunjung 30-50 %."

"Warga yang merasa banyak wara-wiri dalam kesehariannya mohon segera berinisiatif mengetes diri dengan tes antigen atau swab PCR. Mari perketat 5M, sebagai benteng pertahanan diri kepada covid," jelas Kang Emil dalam unggahan instagramnya. 

3. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan katakan keadaan wilayahnya sedang genting

Idntimes

Minggu, (13/6) ditemui seusai Apel di Jakarta Selatan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa Ibu Kota saat ini ada dalam kondisi mengkhawatirkan tersebab kenaikan kasus aktif Covid-19 yang sedang terjadi. 

Seminggu terakhir, Anies mengatakan kenaikan kasus Covid-19 mencapai 50 persen. 

"Jakarta memasuki fase yang amat genting. Bila kita tidak melakukan tindakan, maka kita berpotensi menghadapi kesulitan karena fasilitas kesehatan mungkin menghadapi jumlah yang tak terkendali apabila pasien, jumlah orang yang ditangani, makin meningkat secara drastis," kata Anies Baswedan. 

4. Kuota ruang isolasi yang terisi di DKI pun meningkat tajam

Instagram/aniesbaswedan

Tidak hanya kasus aktif saja yang bertambah, positivity rate di Jakarta juga naik dari 9 persen ke 17 persen selama satu pekan. 

Padahal, DKI telah menaikkan kemampuan testing dari 4 kali menjadi 8 kali yang sesuai dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

Anies juga mengatakan keterisian ruang isolasi di DKI meningkat tajam. 
Pada pekan lalu, ruangan hanya terisi 45 persen. Namun saat ini telah mencapai 75 persen. 

"Kita menghadapi gelombang baru peningkatan kasus Covid setelah musim libur Lebaran bulan lalu. Lonjakannya mulai dirasakan hari-hari ini, bukan hanya di Jakarta tapi di berbagai wilayah di Indonesia," katanya lagi. 

Maka dari itu Ma sesuai dengan yang diapaparkan oleh kedua Gubernur tersebut, maka tak ada alasan lagi bagi kamu untuk tidak disiplin pada protokol kesehatan dan melakukan proses vaksinasi ya Ma. 

Baca juga: 

The Latest