TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Oral Seks Dapat Menyebabkan Sakit Tenggorokan dan Berbagai Penyakit

Oral seks dapat berisiko terkena penyakit menular, seperti HIV

Freepik/racool_studio

Sebagian orang akan melakukan oral seks sebelom memulai berhubungan intim. Oral seks merupakan bagian dari foreplay yang dilakukan untuk merangsang dan meningkatkan gairah keduanya sebelum mencapai puncak klimaks.

Oral seks memang dipercaya lebih aman dibandingkan kegiatan berhubungan intim yang lainnya. Namun, perlu Mama ketahui bahwa oral seks juga berpotensi terkena penyakit menular dari pasangan.

Infeksi dan penyakit menular seksual (IMS) tidak hanya ditularkan melalui hubungan seks yang melibatkan adanya sentuhan dari kulit ke kulit dengan alat kelamin, tetapi seks oral menggunakan mulut, bibir, dan lidah juga dapat menularkan penyakit ini.

Berikut ini Popmama.com telah merangkum jenis IMS yang dapat ditularkan melalui oral seks.

1. Klamidia, virus yang menyerang tenggorokan

Freepik/cookie_studio

Klamidia merupakan virus yang disebabkan oleh adanya bakteri chlamydia trachomatis. Virus ini memang ditularkan melalui alat kelamin, namun dapat juga tertular melalui kegiatan oral seks.

Pada umumnya, klamidia dapat menyerang tenggorokan, alat kelamin, saluran kemih, dan rektum. Klamidia yang menyerang bagian tenggorokan tidak akan menimbulkan gejala yang banyak, hanya sakit tenggorokan saja.

Virus ini bukan termasuk yang akan diterima selama seumur hidup. Klamidia dapat disembuhkan dengan mengonsumsi antibiotik secara teratur dengan tepat.

2. Gonorea, bakteri jahat berasal dari alat kelamin

Freepik

Gonorea juga disebabkan oleh bakteri yang bernama neisseria gonorrhoeae. Virus ini ditularkan melalui oral seks yang akan menyerang bagian tenggorokan, alat kelamin, saluran kemih, dan rektum.

Gonorea juga sama dengan klamidia, yaitu tidak menimbulkan gejala. Namun, setelah seminggu terkena gonorea gejala akan muncul dengan sakit dibagian tenggorokan. Genorea juga dapat disembuhkan dengan mengonsumsi antibiotik secara teratur dengan tepat.

3. Sifilis, virus yang tegolong tidak umum

Freepik/eddows-animator

Sifilis merupakan virus yang tegolong tidak umum disebabkan oleh bakteri treponema pallidum. Pada umumnya, sifilis akan menyerang bagian mulut, bibir, alat kelamin, anus, dan rektum.

Sifilis termasuk virus yang berbahaya jika tidak segera ditangani karena akan menyebar ke bagian tubuh lainnya, bahkan ke pembuluh darah dan sistem saraf juga dapat terkena. Silifis dapat disembuhkan dengan mengonsumsi antibiotik yang tepat dengan teratur.

Gejala dari virus sifilis dibagi menjadi 3 tahap, yaitu:

  • Tahap 1. Pada tahap ini menimbulkan rasa nyeri di bagian alat kelamin, rektum, ataupun di mulut. Namun, luka pada nyeri tersebut tidak terlihat dan perlahan akan menghilang.
  • Tahap 2. Pada tahap ini akan menimbulkan ruam di kulit, pembengkakan kelenjar getah bening, dan demam. Di tahap ini dapat terjadi selama bertahun-tahun.
  • Tahap 3 dapat berpengaruh ke bagian otak, saraf, mata, jantung, pembuluh darah, hati, tulang, dan persendian. Bagi Mama yang sedang hamil juga dapat menyebar ke janin yang akan mengakibatkan saat lahir bayi akan meninggal atau memiliki komplikasi serius.

4. Herpes simplex virus tipe 1 (HSV-1), virus menular yang bisa membuat lecet mulut sampai tenggorokan

Freepik/mdjaff

HSV-1 merupakan salah satu jenis STI virus umum yang menular. Virus ini akan menular melalui oral seks. HSV-1 akan menyerang bagian bibir, mulut, tenggorokan, dan alat kelamin.

Gejala dari virus ini berupa lecet atau luka di sekitar mulut, bibir dan tenggorokan. Namun, perlu diketahui bahwa HSV-1 merupakan virus yang terjadi seumur hidup dan dapat menyebar saat tidak ada gejala.

Pengobatan virus ini bukan untuk menghilangkan, namun hanya berfungsi mencegah berjangkitnya herpes dan mempersingkat frekuensinya.

5. Herpes simplex virus tipe 2 (HSV-2)

Freepik

HSV-2 dapat ditularkan melalui hubungan intim yang dilakukan oleh pasangan. Tetapi, juga bisa menyebar melalui oral seks.

HSV-1 dan 2 jika bersama akan menyebabkan terkenanya virus serius, seperti herpes esophagitis yang memang jarang terjadi pada banyak orang. Namun, Mama perlu mengetahui bahwa herpes ini menimbulkan beberapa gejala, yaitu luka di mulut, nyeri saat menelan, panas dingin, dan demam.

HSV-2 juga merupakan virus yang akan dialami selama seumur hidupnya dan dapat menyebar ketika tidak ada gejala.

Artinya, pengobatan yang dijalani bagi penderita ini hanya unutk mengurangi dan mencegah terkenanya herpes.

6. Human papillomavirus (HPV) bisa sebabkan sesak napas

Freepik/wavebreakmedia

HPV merupakan virus yang menyebar melalui oral seks dan berhubungan intim lainnya. HPV akan menyerang bagian mulut, tenggorokan, alat kelamin, leher rahim, anus, dan rektum.

Untuk beberapa kasus yang terkena HPV sama sekali tidak menunjukkan gejala. Namun, jenis HPV tertentu akan mengalami papilomatosis pada laring atau tenggorokan yang akan menyerang mulut dan tenggorokan dengan menunjukkan gejala, seperti kutil di tenggorokan, perubahan suara, kesulitan berbicara, dan sesak napas.

Jenis HPV lainnya yang menyerang mulut dan tenggorokan tidak akan menimbulkan kutil, tetapi dapat terkena kanker kepala atau kanker leher.

Bagi yang terkena HPV memang tidak ada obat yang diminum, namun dapat disembuhkan dengan operasi pembedahan atau perawatan lain untuk menghilangkan kutil di mulut dan tenggorokan.

7. Human immunodeficiency virus (HIV)

Freepik/jcomp

HIV merupakan virus yang paling sering tertular melalui hubungan intim. Penyebaran virus ini melalui oral seks memang rendah, namun dapat saja terkena.

HIV akan menyerang bagian alat kelamin, sistem saraf pusat, sistem pencernaan, sistem pernapasan, dan penglihatan. Virus ini akan berkembang biak di dalam tubuh selama seumur hidupnya, gejala yang diberikan mirip dengan flu.

HIV memang tidak obat khususnya, namun penderita virus ini dapat bertahan hidup dengan menggunakan obat antiviral dan menjalani pengobatan.

Oral seks memang wajib dilakukan sebelum berhubungan intim, namun Mama harus tetap berhati-hati.

Penyebaran penyakit menular dari berhubungan intim dapat Mama cegah dengan menggunakan kondom atau penghalang lainnya.

Nah itulah beberapa jenis penyakit menular yang dapat menyebar melalui oral seks dan menyebabkan sakit pada tenggorokan. Semoga Mama terhindar dari penyakit ini ya.

Baca juga:

The Latest