TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Begini Cara Unik dan Kreatif Gen Z Ketika Berdemonstrasi

Gen Z menjadikan meme unik dan kreatif ketika berdemonstrasi

Pexels/ Markus Spiske

Melansir dari laman Pew Research Center, Generasi Z atau "post-millenials" adalah sebutan bagi mereka yang lahir setelah generasi milenial, yakni di antara tahun 1997-2012.

Satu hal yang menonjol dari Generasi Z (Gen Z) adalah mereka mampu memanfaatkan perubahan teknologi dalam berbagai sendi kehidupan. Teknologi yang mereka gunakan sama alaminya layaknya bernapas.

Gen Z tumbuh seiring perkembangan jaringan internet broadband. Bila sebagian milenial masih mengingat kehidupan tanpa internet dan media sosial, maka Gen Z disebut sebagai “digital native”, yaitu orang-orang yang tumbuh dewasa di era digital.

Selain lahir dan tumbuh dewasa di era digital, Gen Z juga generasi yang paling cepat terpapar ponsel pintar (smartphone). Jumlah pengguna ponsel pintar di kelompok mereka nyaris 100 persen sehingga tak heran jika disebut Generasi Media Sosial atau generasi paling melek teknologi (tech savvy).

Tak sedikit Gen Z yang memanfaatkan media sosial dalam menyampaikan aspirasi mereka terhadap suatu hal. Contohnya, menyampaikan aspirasi politik saat demonstrasi yang kemudian diunggah melalui media sosial.

Dalam menyampaikan aspirasi politik ketika demonstrasi, Gen Z juga menggunakan cara unik dan kreatif dengan memakai meme sebagai spanduk-spanduk politik mereka.

Kemudian hal ini diunggah ke media sosial dan media sosial membuat aksi demo semakin viral sehingga akhirnya memicu solidaritas dari yang lainnya.

Penasaran apa saja meme unik dan kreatif yang dipakai Gen Z saat demonstrasi? Berikut informasi yang sudah Popmama.com rangkum dari berbagai sumber. Yuk, disimak!

1. Demo sekaligus curhat soal mantan

Twitter/@DimastyoMA

Seorang mahasiswa memegang poster unik bertuliskan "JANGAN MATIKAN KEADILAN ! MATIKAN SAJA MANTAN KU !". Foto ini diambil ketika aksi demonstrasi yang dilaksanakan di Simpang Tiga Colombo, Gejayan, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (23/9/2019).

Saat itu di Yogyakarta, ajakan aksi didengungkan dengan tagar #GejayanMemanggil yang mengajak seluruh mahasiswa di kota tersebut untuk ikut menyuarakan aspirasi terkait berbagai draf Rancangan Undang-undang (RUU) yang saat itu dipermasalahkan oleh mahasiswa, mulai dari RUU KPK, RUU KUHP, RUU Ketenagakerjaan, RUU Permasyarakatan, hingga RUU Pertanahan.

2. Mengkritik kerja DPR

Twitter/@ruasrusa

Masih dalam aksi demonstrasi mahasiswa yang dilaksanakan di Simpang Tiga Colombo, Gejayan, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (23/9/2019), sebuah poster bertuliskan "Wayahe kerjo malah turu, pisan kerjo malah keliru". 

Mahasiswa mengkritik anggota DPR yang dinilai mereka hanya tidur saja ketika seharusnya bertugas. Namun, ketika bekerja justru hasilnya mengecewakan rakyat.

3. Pakai skincare ketika berdemonstrasi

Instagram/@amandaahesti

Seorang mahasiswi terlihat memegang poster bertuliskan "Skincare mahal gakpapa buat panas-panasan. Lebih mahal NKRI soalnya". Diketahui foto ini diunggah pada instastory di akun Instagram @amandaahesti.

Pada foto tersebut juga tampak sejumlah mahasiswa melakukan aksi demonstrasi terkait #ReformasiDikorupsi di Bundaran Air Mancur, Jl. Pahlawan, Semarang, Senin (23/9/2019).

4. Merangkai kata-kata indah yang menarik perhatian

Instagram/@rinaqriwel

Demokrasi merupakan bentuk protes kepada pemerintah, yang dilindungi undang-undang, atas suatu kebijakan yang kurang sesuai dengan rakyat. Sebagai negara yang menjunjung tinggi asas demokrasi, demonstrasi diperbolehkan asalkan tidak bertindak anarkis.

Zaman sekarang, para mahasiswa dan mahasiswi yang umumnya adalah Generasi Z ini banyak menggunakan cara unik dan kreatif dalam mengekspresikan diri dan aspirasinya melalui tulisan di spanduk-spanduk demonstrasi yang mereka bawa.

Seperti tulisan pada poster yang dipegang oleh mahasiswi ini ketika demonstrasi menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja beberapa bulan yang lalu. Kata-kata pada poster tersebut cukup unik dan menarik perhatian bagi yang membacanya.

5. Cuitan warganet di Twitter soal rektor UI yang rangkap jabatan

Twitter/@DivoGeraldus

Belum lama ini, Rabu (21/7/2021), Rektor Universitas Indonesia (UI), Ari Kuncoro, menjadi topik yang paling banyak diperbincangkan warganet di Twitter. Lebih dari 50 ribu warganet memberikan cuitan mengenai rektor UI tersebut.

Warganet mengomentari terkait perubahan peraturan Statuta UI yang mengizinkan rektor untuk merangkap jabatan. Pada peraturan sebelumnya, Ari dinilai melakukan pelanggaran rangkap jabatan sebagai rektor UI sekaligus sebagai komisaris BUMN.

Namun, Ari tidak mendapat sanksi karena melanggar peraturan tersebut tetapi peraturan tersebut justru direvisi. 

Seakan-akan dirinya sakti sehingga bisa mengubah peraturan yang dilanggarnya pada Statuta UI. "Kesaktian"nya pun menjadi bahan lucu-lucuan warganet di Twitter.

Demikian cara Gen Z dalam mengemukakan pendapat! Melalui pendapat dan kreativitasnya, aspirasi yang disampaikan terlihat sederhana tapi lumayan "kena" ya.

Baca juga:

The Latest