TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Bicara Soal Kehamilan, 7 Hal Ini Sering Dilakukan Ibu Hamil Masa Kini

Di era yang semakin maju, proses berpikir ibu hamil masa kini pun berbeda dengan dulu

www.babygaga.com

Beda generasi, berbeda pula cara menjalani masa kehamilan hingga kelahiran si Kecil.

Ada banyak perbedaan antara ibu hamil masa kini dengan ibu hamil yang terdahulu. Berkembangnya teknologi membuat ibu hamil kini lebih banyak riset dan semakin cerdas untuk mengetahui kondisi fisiknya sendiri dan si Kecil di dalam kandungan.

Belum lagi bertambahnya banyak jenis pekerjaan di masa sekarang, seperti fotografer hingga doula membuat momen kehamilan menjadi begitu membahagiakan.

Ibu hamil terdahulu sudah bisa dipastikan kalau tidak ada yang namanya melakukan sesi pemotretan selama kehamilan hingga proses persalinan. Jadi, sangat berbeda dengan sekarang yang berlomba mengabadikan momen ini bersama fotografer profesional.

Tak hanya sekedar itu, ada juga beberapa perbedaan lain yang perlu diketahui, berikut rangkuman lengkap dari Popmama.com.

1. Melakukan USG 3D hingga 4D

Unsplash/Kelly Sikkema

Banyak ibu hamil ingin melihat si Kecil di dalam kandungan lebih dekat, sehingga ibu hamil lebih memilih melakukan USG secara 3D hingga 4D.

USG jenis 3D dan 4D memang punya banyak kelebihan dibanding USG 2D, pada USG yang canggih ini orangtua bisa melihat secara lebih dekat bentuk mata, telinga, hidung hingga mulut si Kecil.

Tak hanya itu pemeriksaan USG secara 4D bisa membantu dokter menganalisa lebih tepat. Pihak dokter dari orangtua si Kecil sendiri bisa melihat organ internal janin, pemeriksaan medis yang satu ini akan membantu melihat kemungkinan terjadinya kecacatan sejak dini.  

Keuntungan inilah yang membuat orangtua millennial merasa lebih terbantu saat melakukan 3D dan 4D.

2. Menggunakan aplikasi selama masa kehamilan

Pxhere.com

Generasi sekarang yang cerdas terhadap teknologi semakin ingin maju dalam mengetahui perkembangan janin selama masa kehamilan. Penggunaan aplikasi yang berhubungan dengan kehamilan dipakai untuk mempermudah ibu hamil mengetahui kondisi dirinya dan si Kecil.

Beberapa orang memakai aplikasi bahkan sebelum hamil seperti aplikasi yang berguna untuk memantau kesuburan, kenaikan berat badan hingga tahapan perkembangan si Kecil di dalam kandungan.

Pada dasarnya aplikasi sejenis ini sangat membantu selama masa kehamilan. Ini juga berguna untuk menjaga kondisi si Kecil agar tetap sehat sampai hari persalinan tiba.

3. Seringkali menentukan tanggal kelahiran

Freepik

Berbeda dengan generasi sebelumnya, rencana kelahirannya seolah selalu menuruti apa yang dikatakan oleh dokter. Namun, seiring berjalannya waktu ada banyak orangtua yang justru ingin mengambil tanggal-tanggal bagus untuk hari persalinannya.

Pemilihan tanggal kelahiran ini memang wajar, namun keinginan ini penuh dengan resiko. Saat sudah memilih tanggal yang diinginkan, itu berarti perlu menjalani proses induksi.

Proses induksi sendiri digunakan untuk merangsang kontraksi pada rahim agar mempercepat waktu kelahiran bayi. Wah, banyak perjuangan dan resiko ya agar si Kecil lahir sesuai tanggal yang diinginkan. 

4. Mencari berbagai referensi foto

Pexels/Stokpic

Setiap orangtua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk kelahiran si Kecil, termasuk kamar. Bahkan beberapa orangtua sudah menyiapkan kamar dengan berbagai kelengkapan pernak-pernik sesuai jenis kelamin si Kecil.

Untuk mendesain kamar si Kecil, orangtua muda masa kini mencari berbagai referensi di berbagai website hingga media sosial agar kamar terlihat menarik. Pemilihan peralatan, aksesoris hingga dinding kamar pun seolah dibuat Instagramable agar si Kecil merasa nyaman.

Berselancar mencari referensi di media sosial terkadang bisa memakan waktu yang cukup lama. Tak hanya berguna dalam menentukan desain kamar, biasanya aplikasi ini bisa digunakan mencari foto-foto lain yang berguna untuk si Kecil. Mulai dari referensi foto pemotretan si Kecil setelah lahir, perencanaan pesta kelahiran si Kecil hingga mencari ide resep makanan.

5. Menggunakan jasa doula

whattoexpect.com

Kalau dulu ibu yang melakukan persalinan membutuhkan bantuan saudara atau tetangga, sekarang muncullah sosok doula.

Doula adalah pendamping ibu bersalin, tugasnya melakukan coaching pada minggu-minggu akhir kehamilan.

Sementara bidan berfokus pada kelahiran seorang anak, seorang doula akan lebih profesional terhadap kebutuhan khusus ibu menjelang persalinan.

Doula memberikan dukungan secara emosional dan fisik, ini dilakukan selama proses menjelang persalinan hingga pasca pemulihan.

Fokus doula sendiri hanya ingin ibu memiliki pengalaman melahirkan yang mengesankan, aman dan memberdayakan.

Sebuah penelitian baru-baru ini mengungkapkan bahwa memiliki doula sebagai anggota tim kelahiran mengurangi tingkat caesar secara keseluruhan sebesar 50 persen, lamanya persalinan sebesar 25 persen, penggunaan oksitosin sebesar 40 persen hingga permintaan untuk epidural sebesar 60 persen.

6. Lebih sering mengabadikan momen

Freepik/prostooleh

Momen bahagia yang jarang terjadi ini membuat para calon orangtua baru ingin sekai mengabadikan setiap momen.

Selama masa kehamilan, banyak orang yang ingin menciptakan momen kebahagiaan saat kehamilan dalam acara babyshower.

Setelah itu beberapa ibu hamil ingin mengabadikan perut besarnya dalam maternity photo bersama fotografi profesional agar hasilnya lebih maksimal.

Bahkan sampai hari persalinan tiba pun, tak jarang ada juga yang ingin menyewa jasa birth photography untuk mengabadikan setiap momen selama proses persalinan.

Banyak calon orangtua baru yang tidak mau ketinggalan momen, jasa birth photography pun bertugas mengabadikan setiap momen dalam bentuk foto dan video.

Namun, perlu diingat juga ini hanya sebagai cara mengabadikan setiap momen berharga. Sadari kembali kalau kesehatan si Kecil di dalam kandungan jauh lebih penting daripada hanya sekedar berfoto seperti ini.

7. Setiap momen sering dibagi ke media sosial

Unsplash/Luke van Zyl

Pernah nggak sih melihat teman yang sedang hamil selalu mengunggah segala momen di media sosial pribadinya?

Sah-sah saja sebenarnya menggunggah momen ke media sosial, namun perlu diingat juga untuk tidak terlalu berlebihan. Membagikan foto atau video tentang kehamilan memang menyenangkan, namun jika dibagikan ke media sosial bisa saja ada yang tidak senang atau merasa sedih.

Perlu diingat tidak semua orang bisa cepat mendapatkan keturunan. Sebagaian pasangan mengalami keguguran, sudah lama menikah namun belum diberikan kepercayaan untuk hamil bahkan ada yang harus kehilangan anaknya karena sakit.

Dengan banyaknya perasaan yang harus dijaga, kalau bisa tidak terlalu banyak mengunggah foto atau video terlalu berlebihan.

Sesuaikan saja dengan porsi yang seharusnya agar tidak ada teman yang merasa sedih, kecewa dan minder melihat unggahan dokumentasi tersebut. 

Yuk, mulai kembali bijak dalam menggunakan media sosial!

Topic:

The Latest