TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Pantau Kesehatan Kehamilan dari Jumlah Sel Epitel dalam Urine

Dari urine, bisa ketahuan banyak fakta tentang kondisi kesehatan kehamilan mama lho

Freepik

Saat hamil, Mama akan menjalani beberapa tes untuk memastikan kondisi tumbuh-kembang janin yang baik dan juga kesehatan diri mama sendiri. Salah satu tes yang disarankan dokter adalah tes urine. 

Tes urine saat hamil ditujukan untuk mengecek keberadaan sel epitel dalam urine. Sel ini ditemukan pada kulit, pembuluh darah, saluran kemih, dan organ-organ tubuh. Meskipun normal memiliki beberapa sel epitel dalam urine, jumlah sel epitel yang banyak bisa mengindikasikan beberapa masalah dan cukup mengkhawatirkan bagi kesehatan. 

Untuk Mama yang sedang hamil, berikut ini Popmama.com merangkum informasi tentang jumlah sel epitel yang normal dalam urine saat hamil, dilansir dari Firstcry:

Apa itu Sel Epitel?

Pexels/Polina Tankilevitch

Sel epitel melapisi permukaan tubuh kita, seperti kulit, di dalam tenggorokan, usus, semua organ, dan pembuluh darah. Sel ini berfungsi sebagai penghalang antara bagian dalam dan luar tubuh untuk melindungi tubuh dari virus. Namun, terkadang virus dapat menemukan celah melewati sel epitel untuk menyerang tubuh dan menyebabkan sakit. 

Karena sel epitel membentuk lapisan pertama jaringan pada organ, sel ini hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran untuk menjalankan fungsi yang berbeda di mana pun berada. Mulai dari fungsi perlindungan hingga membantu penyerapan makanan.

Jenis Sel Epitel dalam Urine

Freepik/drobotdean

Sel epitel hadir daalam berbagai bentuk, ukuran, dan wujudnya. Secara garis besar, ada tiga jenis sel epitel dalam urine, yaitu:

Transisi

Berasal dari jaringan yang terletak di antara uretra dan pelvis ginjal. Sel ini dapat meregang dengan mudah untuk mengakomodasi perubahan volume cairan dalam suatu organ.

Skuamosa

Sel ini adalah sel epitel besar yang berasal dari vagina dan uretra. Sel epitel skuamosa adalah sel yang paling sering terlihat dalam urine selama kehamilan.

Tubular ginjal

Sel epitel tubular ginjal berasal dari ginjal. Peningkatan jumlah sel ini dapat mengindikasikan adanya kelainan ginjal.

Kisaran Normal Sel Epitel dalam Urine selama Kehamilan

Pexels/ThisIsEngineering

Untuk mengetahui jumlah sel epitel, Mama perlu menjalani tes evaluasi urine. Dari tes ini akan dicari jumlah sel yang terlihat di High Power Field (HPF) di bawah mikroskop. Kisaran normal sel epitel dalam urine selama kehamilan atau sebelum itu antara satu hingga lima di bawah HPF.

Ibu hamil umumnya memiliki jumal sel epitel yang sedikit lebih tinggi dalam urine karena tubuhnya mengalami banyak perubahan. Karenanya, 8-10 sel epitel dalam urine masih tergolong normal.

Namun, tes lebih lanjut diperlukan untuk mencari jika adanya infeksi saluran kemih, infeksi jamur, atau peradangan yang disebabkan oleh kondisi lain. Kisaran angka sel epitel yang lebih tinggi dari ini harus segera ditangani karena bisa jadi mengindikasikan penyakit serius, misalnya masalah pada ginjal. 

Hasil Tes Sel Epitel Tinggi, Hati-Hati Kontaminasi

Freepik/freepik

Cawan pengumpul sampel adalah wadah yang sangat mudah terkontaminasi. Terutama jika Mama tidak menjalankan prosedur yang tepat untuk mengumpulkan urine saat tes. Selain itu, jika alat kelamin tidak benar-benar bersih sebelum tes, sampel bisa terkontaminasi karena akan ada akumulasi sel epitel yang akan masuk ke wadah sampel.

Kasus yang sama juga bisa terjadi jika Mama salah menggunakan tissue pembersih yang disediakan untuk membersihkan alat kelamin. Potensi kesalahan hasil tes juga bisa disebabkan karena cawan yang terkontaminasi saat Mama menyentuh bagian dalamnya atau mungkin sudah terkontaminasi sejak awal.

Apabila Mama menduga adanya kontaminasi pada saat pengambilan sampel, mintalah cawan pengganti pada petugas agar lebih yakin. 

Waspada Infeksi Saluran Kemih saat Hamil

Unsplash/Timothy Meinberg

Hasil sel epitel di luar kisaran normal, selain menandakan adanya masalah ginjal, juga bisa mengindikasikan adanya infeksi saluran kemih (ISK). ISK umumnya dimulai dari uretra, di mana bakteri berkembangbiak ke atas ke sistem saluran kemih, seperti kandung kemih dan akhirnya menuju ginjal. 

Ketika lapisan kandung kemih ini meradang, akibatnya sel epitel di kandung kemih mengelupas. Inilah yang ditemukan oleh tes urine sehingga hasil tes sel epitel di luar kisaran normal. 

Pada kasus ISK parah yang telah sampai ke ginjal, sel epitel ginjal dapat dtemukan di dalam sampel urine. Dokter akan menangani infeksi sesuai dengan indikasinya. Penting untuk dicatat bahwa mungkin ada penyebab serius lainnya yang dapat mengarah pada hasil tes yang serupa dengan ISK. 

ISK disebabkan karena bakteri dan membutuhkan antibiotik untuk pengobatannya. Apabila disebabkan karena virus, maka dokter akan meresepkan obat antivirus. 

Untuk mencegah ISK saat kehamilan, disarankan Mama untuk menjaga kebersihan organ reproduksi serta mengonsumsi banyak air putih.

Itulah informasi mengenai jumlah sel epitel normal dalam urine selama kehamilan. Semoga artikel ini bermanfaat, Ma. 

Baca Juga:

The Latest