TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Mana yang Sebaiknya Dipilih Mendampingi Kehamilan, Dokter atau Bidan?

Sesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan Mama, ya

Unsplash/@wdongxv

Saat memasuki tahap awal kehamilan, selain memilih asupan nutrisi yang tepat Mama juga perlu memilih tenaga medis untuk mendampingi kehamilan. Selain itu, pendamping ini juga bisa memegang peranan penting dalam proses persalinan.

Memilih sejak awal turut membantu memastikan kehamilan Mama berada dalam kondisi yang terjaga. Mama juga bisa lebih leluasa bertanya tentang segala sesuatu yang belum dipahami.

Tepat memilih tenaga medis yang sesuai dengan kebutuhan pun dapat membantu mendeteksi lebih awal jika ada masalah pada kehamilan.

Dilansir Parents, M. Christina Johnson, CNM dari American College of Nurse Midwives menyebutkan bahwa bidan sebenarnya adalah ahli dalam proses kehamilan normal. Selain memeriksa kehamilan, bidan juga dapat meresepkan obat, termasuk obat penghilang rasa sakit.

Bidan pun bisa menggunakan teknologi dalam memeriksa kehamilan, misalnya seperti memonitor janin. Namun hal ini bergantung pada pengalaman klinis dan kemampuan masing-masing bidan.

Sementara itu, dokter kandungan memiliki reputasi dan keahlian yang berbeda. Jennifer Niebyl, MD dari University of Iowa menyebutkan bahwa ada persepsi dokter lebih mampu melakukan intervensi dalam persalinan.

Berbeda dari profesi bidan, dokter kandungan dilatih untuk mengelola kehamilan berisiko tinggi dan dapat melakukan tindakan medis lanjutan seperti operasi caesar.

Lalu apakah Mama masih galau memilih antara bidan atau dokter untuk mendampingi proses kehamilan dan persalinan nanti? Yuk sesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi Mama.

Berikut Popmama.com rangkum informasinya untuk Mama.

1. Prioritas metode persalinan

Unsplash/Richard Catabay

Apakah persalinan normal alias lewat vagina menjadi prioritas Mama? Jika ya, Mama bisa memilih bidan sebagai pendamping kehamilan dan persalinan. Sebagai sebuah profesi, bidan menjadi salah satu pendukung kuat persalinan vagina.

Sementara itu, Niebyl menyebutkan dokter ada yang mendukung kuat persalinan normal, namun ada juga yang tidak.

Nah, apabila sejak awal prioritas Mama adalah persalinan normal, pastikan Mama memilih bidan yang sesuai dengan keinginan ini, ya.

2. Pendampingan selama kehamilan dan persalinan

Unsplash/Carlo Navarro

Dibandingkan dengan dokter, biasanya bidan akan memberikan lebih banyak dukungan saat persalinan. Mulai dari kontraksi awal, melewati setiap tahap kontraksi, hingga persalinan.

Untuk dokter, biasanya ia akan dipanggil oleh perawat pendamping persalinan atau bidan ketika tahap persalinan sudah mendekati akhir atau jika ada masalah.

Waktu yang diberikan oleh dokter pada umumnya juga lebih sedikit, mengingat dokter mengurus banyak pasien dalam satu waktu.

3. Memilih manajemen nyeri

Unsplash/Anna Civolani

Sebagian besar bidan biasanya akan lebih mendorong ibu hamil untuk meminimalkan penggunaan obat, termasuk epidural untuk mengurangi nyeri saat persalinan.

"Kami biasanya mencari teknik manajemen nyeri yang mendukung proses alamiah," ungkap Judy Berk, CNM, bidan perawat bersertifikat di Brigham and Women's Hospital di Boston.

Di luar epidural atau obat lainnya, beberapa metode yang bisa dipilih oleh bidan di antaranya seperti mandi air hangat, pijat, teknik akupresur, homeopati, perpindahan posisi, serta penggunaan birthing ball.

Baca juga:

4. Prosedur tindakan di rumah sakit

Freepik/wavebreakmedia

Jika Mama memilih untuk melahirkan di rumah sakit, biasanya persalinan dengan didampingi oleh dokter memiliki lebih banyak aturan ketat. Sebagian dokter ingin pasien tetap berada di tempat tidur dengan infus dan dihubungkan ke monitor janin terus menerus.

Sementara itu, bidan umumnya lebih mendorong pasien untuk aktif bergerak dan cenderung lebih memantau pasien secara bertahap.

5. Amati kondisi kesehatan dan riwayat penyakit

Pixabay/u_96tmu9c4

Michele Hakakha, MD yang merupakan dokter kandungan sekaligus penulis buku ‘Expecting 411: Clear Answers & Smart Advice for Your Pregnancy’, menjelaskan bahwa jika Mama memiliki kondisi yang membuat kehamilan jadi berisiko tinggi, maka sebaiknya pilihlah dokter sebagai pendamping kehamilan dan persalinan.

Beberapa risiko tinggi yang perlu diawasi misalnya seperti diabetes, kehamilan dengan janin kembar, preeklampsia, serta masalah kehamilan lainnya.

Dokter bisa lebih tepat memantau kondisi kesehatan Mama dan juga janin, serta bisa lebih leluasa memberikan resep obat sesuai kebutuhan.

Pada intinya, seorang doula (pendamping persalinan) Justine Arian menegaskan bahwa yang terpenting adalah mempercayai naluri masing-masing, Ma.

Ini tentang memilih siapa yang Mama percaya untuk mendamping selama momen kehamilan dan persalinan.

"Coba temui dokter dan bidan yang berbeda dan kunjungi beberapa rumah sakit atau pusat persalinan. Yakinkan diri sendiri tentang kebutuhan Mama. Ibu hamil harus melahirkan di tempat yang dirasakan paling aman dan mendapat dukungan,” tutur Arian.

Nah, sudahkah Mama mengambil keputusan siapa yang akan dipilih?

The Latest