Risiko Mama dan Bayi Jika Menggunakan Suntik Epidural Saat Bersalin

Banyak perempuan yang menggunakan suntik epidural saat bersalin tanpa tahu apa saja risikonya

10 Agustus 2019

Risiko Mama Bayi Jika Menggunakan Suntik Epidural Saat Bersalin
amazonaws.com
Suntik Epidural menyimpan manfaat saat melahirkan, tapi juga bisa berisiko

Setiap ibu bersalin pasti menginginkan proses kelahiran yang lancar dan dengan rasa sakit yang seminimal mungkin.

Nah, saat ini sudah banyak pilihan untuk ibu hamil yang ingin menjalani proses persalinan tanpa menderita rasa sakit, salah satunya dengan bius epidural. Tapi jika Mama ingin coba menggunakan metode ini, Mama harus memahami dulu sifat-sifat dan jenis bius, serta risiko suntik epidural yang akan ditimbulkan setelahnya.

Suntik epidural sendiri merupakan salah satu bentuk suntikan bius lokal yang memiliki tujuan untuk membuat bagian tertentu pada tubuh mama akan mati rasa.

Suntik epidural ini tidak akan membuat mama hilang kesadaran secara total, karena fungsinya hanya untuk menawar rasa sakit (analgesia).

Ketika Mama diberikan suntik epidural, maka impuls-impuls pada saraf sensoris tulang belakang mama akan dihentikan. 

Secara umum, terdapat dua jenis suntik epidural sebelum melahirkan. Berikut ini jenis-jenis suntik epidural.

1. Apa itu suntik epidural biasa?

1. Apa itu suntik epidural biasa
Freepik

Suntik epidural biasa adalah suntikan yang akan diinjeksikan pada bagian punggung lewat otot punggung, hingga analgesia mencapai rongga epidural. Suntik epidural biasa memang mengandung beberapa jenis obat yang berguna memperkuat kerja bius, misalnya seperti fentanil atau morfin.

Apabila efek pada epidural berkurang dalam waktu satu hingga dua jam, maka Mama akan mendapatkan suntikan berikutnya. Suntikan dapat menghilangkan rasa nyeri.

Editors' Picks

2. Apa itu kombinasi suntik spinal epidural?

2. Apa itu kombinasi suntik spinal epidural
Freepik
Ilustrasi

Kombinasi suntik spinal epidural adalah prosedur yang biasanya beberapa jenis obat bius akan disuntikkan pada membran yang melapisi tulang belakang hingga mencapai di area rongga epidural.

Selanjutnya, selang atau kateter nantinya dipasang pada jalur tersebut, sehingga lebih mudah untuk disuntik lagi apabila mama membutuhkannya.

Mama yang hendak melahirkan pun masih  dapat bergerak secara bebas setelah kateter tersebut dipasang sehingga tidak akan mengganggu proses persalinan Mama.

Kombinasi spinal epidural biasanya akan kehilangan efeknya setelah berlangsung empat hingga delapan jam.

3. Efek samping penggunaan suntik epidural

3. Efek samping penggunaan suntik epidural
Freepik

Pada kasus tertentu, pemberian epidural dapat mengakibatkan rasa kebas sehingga Mama yang tengah melahirkan akan kesulitan berkontraksi untuk mendorong bayi keluar. 

Jika sudah begini, mama akan diberi obat-obatan lagi sebagai pemicu kontraksi.

Walau demikian, rasa kebas di area tubuh akan menghilang secara perlahan sesuai dengan hilangnya bius tersebut.

Risiko lainnya adalah dapat menurunkan tekanan darah sehingga Mama yang memiliki tekanan darah rendah akan diberi cairan melalui infus guna menghindari komplikasi.

Selain itu jika Mama menggunakan suntik epidural saat melahirkan, maka akan timbul efek samping suntik epidural yang berupa kerusakan pada saraf.

Ini disebabkan dari adanya kontak dengan jarum atau tabung epidural yang dikenal dengan sebutan kateter epidural. Namun, gejala tersebut jarang diketahui dan tidak terlalu dirasakan efek sampingnya.

Apabila itu sampai terjadi, efek ini umumnya disebabkan oleh faktor-faktor yang tidak ada kaitannya dengan suntikan epidural itu sendiri. 

Misalnya seperti tekanan pada saraf dibagian panggul saat bayi akan dilahirkan atau tekanan saraf dikarenakan mempertahankan posisi tubuh tertentu dalam waktu yang lama selama proses persalinan.

Di sisi lain, sebenarnya jarang sekali ditemukan efek samping suntik epidural yang serius pada saat proses persalinan. Pasalnya, jenis suntik ini telah dinyatakan aman bagi mama yang akan melahirkan.

Akan tetapi, terdapat beberapa risiko seperti yang tadi dijelaskan yang mungkin saja terjadi. Misalnya seperti melemah atau lumpuhnya pada bagian tubuh tertentu, perubahan fungsi usus, hingga gangguan kandung kemih.

Kemungkinanterjadipendarahan.

Efek samping suntik epidural ini dapat disebabkan dari adanya komplikasi yang sangat jarang terjadi, misalnya seperti perdarahan atau infeksi pada ruang epidural, yang akan menyebabkan hematoma epidural atau abses (menumpuknya nanah). Akibatnya akan merusak sumsum tulang belakang hingga saraf di sekitarnya juga dapat membuat risiko suntik epidural terjadi.

Itu tadi adalah risiko-risiko apa saja yang mungkin dirasakan oleh ibu melahirkan yang menggunakan suntik epidural.

Kalaupun benar-benar diperlukan, tentunya harus ada konsultasi dengan dokter terlebih dahulu supaya tidak ada efek berkelanjutan setelahnya.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;