TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Bolehkah Olahraga Scuba Diving saat Hamil?

Olahraga ini menenangkan, namun apakah ibu hamil boleh melakukannya?

Unsplash/Sebastian Pena Lambarri

Scuba diving atau menyelam merupakan salah satu olahraga yang digemari. Sambil menikmati pemandangan bawah air, penyelam juga bisa melepas penat dan stres. Namun apakah olahraga ini aman untuk dilakukan saat hamil?

Olahraga scuba diving berisiko jika dilakukan saat hamil, meski biasanya tidak mengancam jiwa. Di awal kehamilan, Mama sebaiknya menghindari menyelam karena janin tidak dapat menangangi perubahan tekanan yang tiba-tiba.

Meskipun plasenta memasok oksigen ke janin, paru-paru janin masih belum sepenuhnya berkembang. Akibatnya bisa mengalami efek penyakit dekompresi bahkan mengalami komplikasi janin yang bisa menyebabkan kelahiran prematur.

Bahkan jika mama berada di zona tanpa dekompresi, janin rentan terhadap penyakit dekompresi (DCI). Sementara paru-paru mama menyaring gelembung-gelembung ini dengan aman, gelembung-gelembung ini dapat menyebar ke janin, menyebabkan komplikasi yang fatal.

Jika mengalami keracunan karbon monoksida, mama harus menjalani perawatan di ruang hiperbarik. Ini merupakan ruangan udara bertekanan tinggi.

Informasi lengkap mengenai olahraga scuba diving saat hamil dapat Mama simak pada ulasan Popmama.com berikut ini ya.

Apa itu Scuba Diving?

Unsplash/Max Gotts

Berenang di bawah air dengan pasokan udara yang konstan dan peralatan yang sesuai adalah apa yang dimaksud dengan scuba diving. Olahraga yang memikat ini memungkinkan Mama mempelajari kehidupan di bawah permukaan laut.

Banyak orang juga menyukai scuba diving karena bersifat terapeutik. Olahraga ini memungkinkan seseorang untuk melepaskan diri dari segalanya dan bersantai.

Apakah Scuba Diving Aman untuk Mama Hamil?

Unsplash/Laya Clode

Melakukan scuba diving saat hamil umumnya tidak disarankan. Sekalipun risikonya minimal, yang terbaik adalah menghindari aktivitas selama beberapa minggu pertama. Janin mengambil oksigen dari plasenta.

Jika Mama menyelam saat hamil, janin akan menderita penyakit dekompresi karena gelembung yang terbentuk di dalam air dapat mencapai organ penting seperti otak dan jantung.

Ketika usia kehamilan makin bertambah dan janin sudah kuat, Mama tetap harus berdiskusi dengan dokter. Menyelam biasanya bukan ide yang baik di usia kehamilan enam hingga tiga belas minggu.

Kebanyakan perempuan tidak tahu bahwa mereka hamil sampai enam minggu atau lebih. Jadi, bersabarlah sampai si Kecil lahir. Untuk sementara, Mama dapat menikmati berenang di kolam dulu ya.

Manfaat Berenang saat Hamil

Unsplash/Marco Bianchetti

Berenang selama kehamilan memberikan berbagai manfaat. Berenang saat hamil, untungnya, aman dan menyenangkan. Berikut beberapa manfaat berenang saat hamil:

  • Manfaat kardiovaskular dari berenang selama kehamilan adalah salah satu yang paling penting. Olahraga meningkatkan sirkulasi dan menambah oksigen dalam tubuh sambil juga melatih setiap otot.
  • Berada di dalam air bermanfaat bagi rahim dan janin, serta sistem peredaran darah. Air hangat mengurangi tekanan pada rahim dan janin, sementara air dingin meredakan nyeri otot.
  • Berenang meredakan ketidaknyamanan panggul dan punggung.
  • Mama tidak akan merasakan tekanan berat janin di dalam kandungan saat berada di dalam air. Karena tubuh bergerak selama berenang, berada di dalam air saat hamil menyebabkan peningkatan aliran darah ke tempat-tempat ini, mengurangi kram dan masalah sirkulasi. Selain itu, air mendukung berat badan janin, membuat Mama lebih ringan dan nyaman di dalam air.
  • Berendam di air dapat membantu mengurangi pembengkakan di pergelangan kaki, tungkai, dan kaki.
  • Berenang menenangkan.

Risiko Melakukan Olahraga Scuba Diving selama Kehamilan

Unsplash/Sebastian Pena Lambarri

Dalam beberapa kasus, scuba diving berbahaya saat hamil. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Menyelam harus dihindari selama beberapa minggu pertama kehamilan. Ada kemungkinan ini dapat menyebabkan kelainan prenatal. Tetapi studi lebih lanjut diperlukan untuk memahami risikonya.
  • Karena plasenta menyediakan oksigen bagi janin, nitrogen terlarut dalam darah Mama mungkin masuk ke dalamnya. Hal ini dapat menyebabkan penyakit dekompresi pada janin, yang menyebabkan masalah termasuk pertumbuhan dan kelainan bentuk yang terbatas.
  • Selanjutnya, mama hamil yang menderita penyakit dekompresi harus menghindari menyelam. Plasenta adalah selaput tipis yang memungkinkan janin yang belum lahir untuk mengakses organ-organ penting. Ini juga dapat menyebabkan persalinan dini, yang dapat berakhir dengan kematian bayi. Selain itu, ada kemungkinan terkena penyakit jantung atau kerusakan otak.

Apakah Mama bisa melakukannya setelah melahirkan? Sebelum Mama menyelam, sangat penting untuk mempelajari pedoman medis untuk mama yang baru melahirkan. Kebanyakan Mama harus menghindarinya selama delapan minggu pertama kehamilan, kemudian menunggu tiga hingga empat minggu setelah melahirkan.

Namun, tergantung pada persalinan dan komplikasi, waktu ini mungkin sangat bervariasi. Dokter dapat memberikan saran khusus untuk Mama. Secara umum, Mama dapat kembali menyelam dengan aman tiga sampai empat minggu setelah melahirkan.

Tidak ada aturan pasti untuk berapa lama seseorang harus menunggu melakukan scuba diving setelah melahirkan. Namun, penting untuk dicatat bahwa Mama harus menghubungi dokter sebelum melakukannya setelah melahirkan.

Berenang dan menyelam sangat menyenangkan dan memiliki efek relaksasi. Namun, Mama juga harus memperhatikan faktor keamanan bagi kehamilan dan janin ya.

Nah, itu penjelasan tentang olahraga scuba diving saat hamil. Semoga informasi ini bermanfaat, Ma!

Baca juga:

The Latest