TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Hindari Risiko, Ini Tips Menjaga Berat Badan Janin agar Tidak Berlebih

Berat badan janin berlebih dapat menyebabkan komplikasi saat persalinan, Ma

Pexels/Pavel Danilyuk

Setiap calom mama pasti berharap bisa melahirkan bayi yang sehat, termasuk persalinan yang lancar. Salah satu kunci sukses persalinan adalah berat badan janin.

Bayi yang terlalu besar dapat menyebabkan persalinan menjadi lebih sulit. Komplikasi utama saat melahirkan bayi dengan berat badan melebihi rata-rata adalah distosia bahu.

Kelebihan berat badan pada janin disebabkan oleh beberapa hal, seperti diabetes pada ibu hamil atau janin yang menyerap nutrisi terlalu banyak.

Untuk menghindari risiko, ada beberapa tips menjaga berat badan janin agar tidak berlebih, Ma. Simak rangkuman informasinya pada ulasan Popmama.com berikut ini.

Risiko Janin Berukuran Besar

Freepik/wavebreakmedia-micro

Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi bagi bayi dan mama saat persalinan. Umumnya, jika bayi diperkirakan memiliki berat lebih dari 4 kg, dokter kemungkinan akan menyarankan operasi caesar untuk menghindari komplikasi yang tidak terduga.

Komplikasi utama saat melahirkan bayi dengan berat badan melebihi rata-rata adalah distosia bahu. Ini terjadi selama persalinan pervaginam ketika bahu bayi tersangkut di jalan lahir. Ini bisa terjadi sebelum atau selama persalinan. Distosia bahu bisa berbahaya bagi mama dan bayi.

Distosia bahu dapat menyebabkan komplikasi berikut pada bayi:

  • fraktur klavikula (tulang selangka),
  • fraktur pada humerus (tulang lengan atas),
  • cedera pleksus brakialis (saraf yang menghubungkan tulang belakang ke bahu dan lengan).

Distosia bahu dapat menyebabkan komplikasi berikut pada mama:

  • perdarahan berlebihan,
  • rahim pecah,
  • luka dan robekan pada vagina‌.

Setelah bayi lahir, mereka mungkin berisiko untuk kondisi lain seperti:

  • obesitas pada masa kecil
  • sindrom metabolik yang dapat menyebabkan peningkatan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes

Apa yang Menyebabkan Janin Berukuran Besar?

Freepik/ Yuri Arcurs People Images

Kondisi ini paling sering disebabkan oleh ibu dengan diabetes yang tidak terkontrol - pregestasional atau gestasional. Jumlah gula yang lebih tinggi dalam sistem ibu melewati plasenta dan diubah menjadi lemak, sehingga menyebabkan berat badan berlebih pada janin.

Selain diabetes, penyebab janin berukuran besar lainnya adalah:

  • memiliki riwayat janin besar di keluarga,
  • mengalami kenaikan berat badan yang berlebihan selama kehamilan,
  • obesitas selama kehamilan,
  • kehamilan kembar,
  • kehamilan yang berlangsung lebih dari 40 minggu,
  • ibu hamil memiliki tinggi dan berat badan di atas rata-rata,
  • jenis kelamin bayi laki-laki.

Faktor paling umum adalah diabetes ibu, obesitas, atau penambahan berat badan.

Bagaimana Mengetahui Apakah Berat Badan Janin Normal?

Pexels/martproduction

Mungkin sulit mengetahui berat badan janin saat ia masih dalam kandungan. Karena alasan ini, kondisi bayi mengalami kelebihan berat badan baru diketahui saat persalinan.

Tetapi sebelum itu, dokter kandungan dapat mengetahui potensi atau mendiagnosis apakah Mama melahirkan bayi dengan berat badan berlebih, dengan cara ini:

  • Mengukur tinggi fundus

Ini adalah jarak antara bagian atas rahim yang sedang tumbuh dan tulang kemaluan mama. Jika tingginya lebih dari perkiraan, bisa berarti ukuran bayi yang dikandung besar.

  • Memeriksa perut secara manual

Memeriksa perut mama juga bisa memberikan gambaran ukuran atau berat badan bayi mama. 

  • Melakukan USG secara teratur

USG dapat memberikan gambaran umum tentang berat bayi serta tingkat cairan ketuban. Cairan ketuban yang berlebihan, atau yang disebut dengan polihidramnion, sering dikaitkan dengan makrosomia. Bayi yang lebih besar, anak buang air kecil dalam jumlah yang lebih banyak pula. Ini artinya semakin banyak air seni, berarti semakin banyak volume cairan ketuban.

Tindakan Pencegahan agar Janin Tidak Mengalami Kelebihan Berat Badan

Freepik/Senivpetro

Kondisi ini biasanya tidak terduga dan tidak didiagnosis sampai setelah bayi lahir. Karena berat badan janin tidak dapat diprediksi secara akurat selama kehamilan, sulit untuk memprediksi apakah janin akan mengalami kelebihan berat badan, Ma.

Berat badan yang sehat dapat mencegah kelebihan berat badan pada janin. Mengelola diet dan penambahan berat badan mama sebelum dan selama kehamilan akan membantu meminimalkan risiko ini. Jika Mama mempertimbangkan untuk hamil dan mengalami obesitas, kemungkinan Mama akan dirujuk ke profesional yang dapat membantu mendapatkan berat badan yang sehat untuk kehamilan.

Penambahan berat badan selama kehamilan itu normal. Jumlah berat yang diizinkan untuk bertambah tergantung pada berat awal Mama. Pantau berat badan mama selama kehamilan dan beri tahu dokter jika Mama mengalami perubahan drastis pada berat badan.

Dokter mungkin merekomendasikan diet dan olahraga untuk membantu menjaga berat badan yang sehat yang aman untuk kehamilan.

Mengelola diabetes meminimalkan risiko janin memiliki berat badan berlebih. Jika diabetes tidak ditangani dengan benar, maka janin berisiko memiliki berat badan berlebih.

Berat Badan Normal Bayi saat Lahir

Freepik/Jcomp

Kondisi bayi dengan berat badan berlebih saat dilahirkan dikenal juga dengan sebutan makrosomia.

Makrosomia adalah kondisi di mana bayi memiliki berat antara 3,6 kg hingga 5,8 kg ketika dilahirkan. Bayi yang memiliki berat lahir di rentang angka tersebut dikategorikan sebagai bayi besar.

Penyebab bayi berukuran besar dalam kandungan adalah karena ia menyerap terlalu banyak nutrisi saat dalam kandungan. Akibatnya, ia bertumbuh lebih besar dan lebih cepat ketimbang bayi pada umumnya.

Nah, itu tips menjaga berat badan janin agar tidak berlebih. Semoga informasi ini bermanfaat, Ma.

Baca juga:

The Latest