TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Ibu Hamil dengan Diabetes Meningkatkan Risiko Melahirkan Bayi Autisme

Penderita diabetes tipe 1 berisiko lebih besar mengalami hal ini

Freepik/user18526052

Bulan April diperingati sebagai Bulan Kesadaran Autisme. Dilansir dari CDC, austime merupakan gangguan perkembangan yang dapat menyebabkan tantangan sosial, komunikasi, dan perilaku yang signifikan. Secara fisik, seringkali penderita autisme tidak tampak berbeda dengan orang lain. Tetapi mereka berinteraksi, berperilaku, dan belajar dengan cara yang berbeda dari kebanyakan orang lain. 

Ada berbagai penyebab dari autisme. Termasuk dari faktor genetik yang kompleks. Namun, penelitian menemukan fakta bahwa penyakit diabetes yang diderita sang Mama saat hamil meningkatkan risiko anak menderita autisme. 

Yuk, simak fakta selengkapnya yang berhasil Popmama.com berikut ini.

Diabetes Tipe 1 dan Kaitannya terhadap Autisme

Pixabay/stevepb

Dilansir dari Healthline, studi yang dilakukan oleh Kaiser Permanente di California Selatan menemukan bahwa ibu hamil yang menderita diabetes tipe 1 berisiko lebih besar memiliki keturunan dengan autisme daripada ibu dengan diabetes tipe 2 atau diabetes gestasional. 

“Hasilnya tidak mengejutkan, karena diabetes tipe 1 umumnya dianggap lebih parah daripada diabetes tipe 2 dan diabetes gestasional,” Anny H. Xiang, PhD, penulis studi dan direktur penelitian biostatistik di Departemen Penelitian dan Evaluasi di Kaiser Permanente Southern California, kepada Healthline. “Banyak faktor yang dapat memengaruhi perkembangan autisme. Diabetes selama kehamilan bisa menjadi salah satu dari banyak faktor. ”

Risiko Tinggi Diabetes Tipe 1

Pixabay/stocksnap-894430

Penelitian-penelitian terdahulu telah membuktikan adanya peningkatan risiko keturunan mengembangkan autisme pada ibu dengan diabetes tipe 2 dan diabetes gestasional. Tetapi, penelitian yang dilakukan oleh tim Xiang adalah yang pertama menemukan risiko tinggi diabetes tipe 1. 

Diabetes tipe 1 membawa paparan kadar glukosa dari sang Ibu lebih tinggi. Dr. Mary Loeken, peneliti di Joslin Diabetes Center dan profesor kedokteran di Harvard Medical School, mengatakan bahwa risiko ini mungkin terjadi karena fluktuasi kadar glukosa.

“Risiko yang lebih tinggi dengan diabetes tipe 1 menunjukkan bahwa mungkin ada kontrol yang lebih buruk dari diabetes ibu dengan diabetes tipe 1 dibandingkan dengan diabetes gestasional atau diabetes tipe 2,” ujar Loeken.

“Penjelasan yang paling mungkin yang dapat saya pikirkan adalah bahwa efek diabetes ibu mungkin tidak terjadi hanya pada tahap akhir perkembangan janin,” tambah Loeken. Ada proses yang terjadi pada paruh pertama kehamilan yang dapat memengaruhi perkembangan otak dan menyebabkan autisme pada keturunannya.

Dugaan Masalah Faktor Imunologi terhadap Penderita Diabetes saat Hamil

Freepik/spukkato

Ketika seseorang hamil, tubuhnya secara alami menjadi lebih resisten terhadap insulin. Ini bertujuan untuk meningkatkan timbunan lemak yang secara biologis diperlukan selama dan setelah kehamilan. 

Seseorang yang sudah resisten terhadap insulin sebelum kehamilan lebih mungkin mengembangkan diabetes karena proses alami kehamilan membuat tubuh kurang sensitif terhadap insulin. 

Temuan dari penelitian di atas memang masih awal. Tetapi temuan ini meningkatkan peringatan kesehatan masyarakat yang sangat penting. Termasuk pengaruhnya terhadap imunologi dan lingkungan yang berpotensi memengaruhi peningkatan autime.

Ibu Hamil Obesitas Berisiko Memiliki Anak dengan Autisme

Freepik/Rawpixel-com

Ibu hamil yang mengalami obesitas 67 persen lebih mungkin memiliki anak dengan autisme. Kemungkinan ini dua kali lipat lebih tinggi ketimbang ibu dengan berat badan normal dan tanpa gangguan metabolisme. Mereka cenderung mengalami keterlambatan bicara atau kegagalan mencapai tahap perkembangan pada usia yang seharusnya. 

Mengelola Kehamilan Sehat meski Mengidap Diabetes

Freepik

Mereka yang sebelum hamil telah mengidap diabetes sebaiknya melakukan perencanaan kehamilan dengan baik. Perencanaan kehamilan ini perlu dilakukan untuk mengetahui apa yang boleh dilakukan dan apa yang harus diubah demi mencapai kehamilan yang sehat. 

Mengingat diabetes dapat mempersulit kehamilan, adalah hal yang bijak untuk waspada dan mengambil langkah-langkah konkrit untuk menjaga kesehatan. “Merencanakan kehamilan, mengatur glukosa dengan baik sebelum kehamilan, dan memantau glukosa secermat mungkin selama kehamilan karena otak janin sedang berkembang. Sang Ibu sangat perlu menjaga diri dan diabetesnya,” kata Loeken.

Nah, itulah informasi mengenai fakta bahwa ibu hamil dengan diabetes meningkatkan risiko bayi autisme. Lakukan pemeriksaan rutin, konsumsi makanan yang sehat dan seimbang gizi, dan olahraga untuk melindungi kesehatan janin yang sedang berkembang.

Baca juga:

The Latest