Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Itu Erbs Palsy pada Bayi? Simak Penjelasannya
Magnific/lifeforstock
  • Erb’s Palsy adalah cedera saraf bagian atas brachial plexus di leher dan bahu, yang membuat lengan bayi lemah atau sulit digerakkan, sering terkait persalinan sulit.
  • Tandanya meliputi satu lengan lemas atau menggantung, sulit mengangkat, memutar, menggenggam, serta posisi lengan dengan siku lurus dan pergelangan menekuk ke belakang.
  • Penanganan utamanya fisioterapi dan latihan gerak rutin untuk mencegah kekakuan; kondisi dipantau berkala, sementara operasi dapat dipertimbangkan bila fungsi lengan tidak berkembang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Erb’s Palsy adalah cedera saraf pada bagian atas brachial plexus yang dapat membuat salah satu lengan bayi lemah atau sulit digerakkan.
  • Who?
    Bayi yang mengalami cedera saraf di sekitar leher dan bahu, terutama dalam persalinan sulit, dapat mengalami kondisi ini.
  • Where?
    Cedera terjadi pada brachial plexus, jaringan saraf di sekitar leher yang mengatur gerakan dan sensasi bahu, lengan, tangan, serta jari.
  • When?
    Kondisi ini biasanya terjadi saat proses persalinan sulit, ketika leher bayi tertarik atau meregang berlebihan ke salah satu sisi.
  • Why?
    Erb’s Palsy terjadi akibat cedera pada saraf bagian atas brachial plexus saat leher dan bahu bayi mengalami tarikan atau peregangan berlebihan.
  • How?
    Penanganan dilakukan melalui fisioterapi dan latihan gerak rutin; dokter dapat mempertimbangkan operasi bila fungsi lengan tidak menunjukkan perkembangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Erb’s palsy bisa terjadi pada bayi saat lahir sulit. Saraf dekat leher dan bahunya bisa terluka. Jadi satu lengannya lemas dan susah bergerak atau menggenggam. Dokter bisa membantu dengan latihan gerak dan fisioterapi. Bayi perlu diperiksa. Kadang bisa membaik dalam beberapa bulan, tetapi ada yang perlu operasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mama pernah melihat salah satu lengan bayi tampak lebih lemas atau jarang digerakkan?

Kondisi tersebut bisa menjadi salah satu tanda Erb's Palsy, gangguan saraf yang dapat terjadi pada bayi akibat cedera pada saraf di sekitar leher dan bahu.

Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan dari Popmama.com berikut ini yang membahas seputar apa itu Erb’s Palsy, penyebab, serta cara menanganinya.

Apa Itu Erb’s Palsy pada Bayi?

Magnific/jcomp

Melansir dari laman Yashoda Hospitals, Erb's Palsy adalah kondisi ketika saraf pada bagian atas brachial plexus mengalami cedera sehingga menyebabkan lengan bayi menjadi lemah atau sulit digerakkan.

Brachial plexus sendiri merupakan jaringan saraf di sekitar leher yang mengatur gerakan dan sensasi pada bahu, lengan, tangan, hingga jari.

Kondisi ini biasanya terjadi saat proses persalinan yang sulit, ketika leher bayi tertarik atau meregang ke salah satu sisi secara berlebihan.

Apa Gejala Erb's Palsy pada Bayi?

Magnific/jcomp

Dilansir dari laman Apollo Hospitals, gejala Erb's Palsy bisa berbeda-beda tergantung tingkat cedera saraf yang dialami bayi.

Beberapa tanda yang dapat Mama perhatikan antara lain:

  • Salah satu lengan bayi terlihat lebih lemas atau jarang digerakkan.

  • Bayi kesulitan mengangkat atau memutar lengannya ke arah luar.

  • Si Kecil mengalami kesulitan mengontrol gerakan tangan, termasuk saat menggenggam sesuatu.

  • Salah satu lengan bisa tampak menggantung lebih rendah dibandingkan lengan lainnya.

  • Posisi lengan tampak seperti waiter’s tip hand, yakni posisi siku lurus dengan pergelangan tangan berputar menekuk ke belakang.

Cara Menangani Erb's Palsy pada Bayi

Magnific/wirestock

Penanganan Erb's palsy berfokus pada membantu memulihkan fungsi saraf dan gerakan lengan bayi.

Umumnya, perawatan dilakukan dengan fisioterapi dan latihan gerak secara rutin untuk mencegah sendi bahu dan siku menjadi kaku.

Mama juga bisa membantu menstimulasi gerakan lengan yang terdampak sesuai arahan tenaga medis, misalnya dengan mengajak si Kecil meraih mainan.

Perkembangan kondisi perlu dipantau secara berkala karena kasus ringan dapat membaik dengan sendirinya dalam beberapa bulan. Jika fungsi lengan tidak kunjung menunjukkan perkembangan, dokter mungkin akan mempertimbangkan tindakan operasi sesuai kondisi bayi.

Itulah penjelasan tentang seputar apa itu Erb's palsy pada bayi. Jika Mama melihat salah satu lengan si Kecil tampak lemas atau sulit digerakkan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter agar bisa segera mendapat pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.

Curated For You

Editorial Team

Related Article