Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Jangan Meniup Makanan Anak, Ini Bahaya yang Perlu Diwaspadai

3 min read
Jangan Meniup Makanan Anak, Ini Bahaya yang Perlu Diwaspadai
Popmama.com/Sofya Wardhani/AI
  • Meniup makanan anak dapat memindahkan bakteri dan virus dari air liur orangtua, terutama karena sistem imun bayi masih berkembang.

  • Bakteri seperti Streptococcus mutans dapat berpindah melalui air liur dan meningkatkan risiko kerusakan gigi pada anak.

  • Daripada meniup makanan, Mama bisa mendinginkannya dengan cara lain, seperti mengaduk, mengipasi, atau mendiamkannya beberapa saat.



This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Saat menyuapi si Kecil, Mama mungkin sering meniup makanan terlebih dahulu untuk memastikan suhunya tidak terlalu panas. Kebiasaan sederhana ini memang sering dilakukan, tetapi ternyata ada risiko yang perlu diperhatikan lho, Ma.

Air liur dapat membawa berbagai mikroorganisme yang kemudian berpindah ke makanan saat Mama meniupnya. Kondisi ini menjadi perhatian karena sistem kekebalan bayi dan anak masih berkembang, sehingga paparan bakteri atau virus dari orang di sekitarnya perlu diminimalkan.

Dokter Spesialis Anak dari KS Women and Children Clinic, dr. Miske Marsogi, Sp.A., turut mengingatkan orangtua untuk tidak meniup makanan yang akan diberikan kepada anak.Hal tersebut ia sampaikan dalam unggahan di Kanal YouTube Kehamilan Sehat.

Berikut Popmama.com telah merangkum bahaya meniup makanan sebelum diberikan ke anak.

  1. 1. Meniup makanan bisa memindahkan mikroorganisme dari air liur

    Meniup makanan bisa memindahkan mikroorganisme dari air liur
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Ketika Mama meniup makanan, udara yang keluar dari mulut dapat membawa droplet atau mikroorganisme yang terdapat dalam air liur. Mikroorganisme tersebut kemudian berpotensi berpindah ke makanan dan masuk ke tubuh si Kecil saat makanan dikonsumsi. Hal tersebut dapat berpotensi menimbulkan penyakit Karena sistem kekebalan tubuh bayi dan anak masih berkembang.

    Menurut dr. Miske, bakteri maupun mikroorganisme penyebab infeksi saluran pernapasan dapat ikut berpindah melalui droplet saat orangtua meniup makanan anak. Risiko serupa juga dapat terjadi melalui kebiasaan berbagi sendok atau peralatan makan.

  2. 2. Bakteri dari air liur bisa meningkatkan risiko gigi berlubang

    Bakteri dari air liur bisa meningkatkan risiko gigi berlubang
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Selain berpotensi memindahkan mikroorganisme penyebab penyakit, meniup makanan juga dapat menjadi salah satu cara perpindahan bakteri Streptococcus mutans dari orangtua kepada anak. Bakteri ini berperan dalam proses terjadinya kerusakan gigi karena dapat menghasilkan asam dari sisa makanan yang berada di dalam mulut.

    Asam tersebut kemudian dapat merusak permukaan gigi dan berkontribusi terhadap terbentuknya plak. Gigi susu juga tetap perlu dijaga karena dapat mengalami kerusakan sejak mulai tumbuh. Karena itu, kebiasaan yang memungkinkan air liur orangtua berpindah ke mulut anak, termasuk meniup makanan, sebaiknya dihindari.

  3. 3. Cara mendinginkan makanan anak dengan aman

    Cara mendinginkan makanan anak dengan aman
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Jika makanan masih terlalu panas, Mama tidak perlu meniupnya langsung dari mulut. Beberapa cara sederhana yang dapat digunakan untuk membantu mendinginkan makanan anak, antara lain:

    1. Aduk makanan secara perlahan agar panasnya lebih cepat merata dan suhu makanan turun.

    2. Kipas makanan menggunakan kipas bersih dengan jarak yang cukup hingga makanan berada pada suhu yang aman untuk diberikan.

    3. Diamkan makanan beberapa saat sebelum diberikan kepada si Kecil, terutama jika makanan baru selesai dimasak.

    4. Cek suhu makanan terlebih dahulu sebelum menyuapkannya kepada anak untuk memastikan makanan tidak terlalu panas.

    Nah, itu dia penjelasan mengenai bahaya meniup makanan sebelum diberikan ke anak menurut dokter. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Mama.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More