Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Apakah Bayi Bisa Mengenali Suara Ibunya? Ini Faktanya

4 min read
Apakah Bayi Bisa Mengenali Suara Ibunya? Ini Faktanya
Apakah Bayi Bisa Mengenali Suara Ibunya? Ini Faktanya
  • Janin dapat mengenali dan membedakan suara ibu sebelum lahir karena pendengaran aktif sejak dalam kandungan; kemampuan ini makin matang menjelang kelahiran.
  • Bayi mulai mendengar sekitar usia kandungan 18 minggu dan mengenali suara ibu pada trimester ketiga; pengenalan suara ayah diperkirakan muncul sekitar 32 minggu.
  • Berbicara, bernyanyi, kontak kulit, dan menatap bayi secara rutin membantu membangun keakraban, ikatan emosional, serta fondasi pemrosesan suara dan perkembangan bahasa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mama pasti pernah bertanya-tanya apakah si Kecil benar-benar tahu kalau suara yang didengarnya itu suara Mama? Apalagi ketika bermain dengan si Kecil, pastinya Mama penasaran apakah bayi bisa mengenali suara Mamanya.

Bayi memang belum bisa berkomunikasi dengan normal seperti orang dewasa. Apalagi ketika bayi diajak berkomunikasi dengan orangtuanya, responsnya tidak menunjukkan bahwa si Kecil mengetahui suara orangtuanya.

Nah, supaya Mama makin paham soal kapan tepatnya kemampuan ini muncul, berikut Popmama.com mengulas apakah bayi bisa mengenali suara ibunya? Yuk, simak sampai habis!

  1. Apakah Bayi Bisa Mengenali Suara Ibunya?

    Apakah Bayi Bisa Mengenali Suara Ibunya?
    Pexels/Agung Pandit Wiguna

    Mama pasti pernah bertanya-tanya dan mengira-ngira apakah si Kecil benar-benar mengenali suara Mama? Kabar baiknya, jawabannya iya. 

    Mengutip ABC News, melansir penelitian Barbara Kisilevsky dari Queen's University yang menemukan bahwa janin dapat mengenali dan membedakan suara ibunya dari suara orang lain, bahkan sebelum lahir.

    Kemampuan ini bukan kebetulan. Indra pendengaran bayi mama sudah aktif sejak dalam kandungan, dan otaknya terus merekam pola suara yang paling sering ia dengar, yaitu suara Mama sendiri. Semakin dekat waktu kelahiran, kemampuan ini pun semakin matang.

  2. Sejak Umur Berapa Bayi Bisa Mengenali Suara Ibunya?

    Sejak Umur Berapa Bayi Bisa Mengenali Suara Ibunya?
    Pexels/Hannah Barata

    Bayi mama mulai bisa mendengar suara dari luar rahim sejak usia kandungan sekitar 18 minggu. Namun, kemampuan mengenali suara Mama secara khusus baru benar-benar berkembang di trimester ketiga.

    Mengutip ABC News, penelitian Kisilevsky menunjukkan janin di akhir masa kehamilan sudah menunjukkan preferensi jelas terhadap suara ibunya dibandingkan dengan suara perempuan lain. Detak jantung janin bahkan meningkat saat mendengar suara Mama, dan menurun saat mendengar suara asing.

    Melansir Romper, mengutip penelitian Dr. Rebekah Diamond, dokter anak sekaligus dosen di Columbia University, yang menyebut bayi mulai mengenali suara ibunya sejak awal trimester ketiga kehamilan. 

  3. Apakah Bayi Bisa Mengenali Suara Ayahnya?

    Apakah Bayi Bisa Mengenali Suara Ayahnya?
    Pexels/Rendi iD

    Tenang, Pa, bayi mama juga bisa mengenali suara Papa, meski butuh waktu sedikit lebih lama dibanding suara Mama. Menurut Romper, kemampuan ini diperkirakan mulai muncul sejak usia kandungan sekitar 32 minggu.

    Alasannya sederhana, suara Mama lebih dominan didengar oleh janin karena berasal dari dalam tubuhnya sendiri, sementara suara Papa datang dari luar dan terdengar lebih samar. Meski begitu, dengan paparan rutin, bayi mama tetap bisa mengenali suara Papa dengan baik.

    Selain lewat suara, bayi baru bisa mengenali wajah orang tuanya secara visual sekitar usia 2 bulan setelah lahir. Jadi, pengenalan lewat suara sebenarnya datang lebih dulu daripada lewat penglihatan.

  4. Bagaimana Cara Menstimulasi Bayi agar Mengenali Suara Ibu?

    Bagaimana Cara Menstimulasi Bayi agar Mengenali Suara Ibu?
    Pexels/Helena Lopes

    Mama tidak perlu melakukan hal rumit untuk membantu si Kecil makin akrab dengan suara Mama. Berikut beberapa cara sederhana yang bisa dicoba setiap hari.

    • Ajak bicara saat momen rutin
      Menurut The Newborn Care Solutions Agency, Mama disarankan untuk berbicara pada bayi saat menyusui, mengganti popok, atau memandikannya agar bayi mama terbiasa dengan intonasi suara Mama.
    • Bernyanyi atau bersenandung
      Nada yang lembut dan berulang membantu bayi mama lebih mudah mengenali pola suara Mama dan merasa tenang.
    • Lakukan kontak kulit sambil bicara
      Mengutip Romper, sentuhan skin-to-skin yang dibarengi suara Mama membantu bayi lebih cepat merasa familiar dan nyaman.
    • Tatap mata si Kecil saat berbicara
      Kontak mata memperkuat koneksi antara suara yang didengar dan sosok yang mengeluarkannya, yaitu Mama.

    Cara-cara ini terlihat sepele, tapi kalau dilakukan secara konsisten setiap hari, dampaknya bisa cukup besar untuk memperkuat kedekatan emosional antara Mama dan bayi mama.

  5. Apakah Sering Mengajak Bayi Bicara Membantu Perkembangan Bahasanya?

    Apakah Sering Mengajak Bayi Bicara Membantu Perkembangan Bahasanya?
    Pexels/Vanessa Loring

    Jawabannya, iya, dan manfaatnya cukup signifikan. Menurut The Newborn Care Solutions Agency, semakin sering bayi mama mendengar suara Mama, semakin kuat pula kemampuannya memproses pola suara, tempo, dan intonasi bicara.

    Pengulangan ini juga membangun fondasi komunikasi. Saat Mama merespons celotehan atau tangisan si Kecil, terbentuklah semacam percakapan dua arah yang menjadi cikal bakal kemampuan bahasanya kelak.

    Melansir ABC News, otak janin memang sudah mulai disiapkan untuk belajar bahasa jauh sebelum lahir, lewat paparan berulang terhadap pola bicara Mama selama di kandungan.

    Jadi, obrolan sederhana Mama dengan bayi mama sehari-hari bukan sekadar rutinitas, melainkan investasi penting untuk perkembangan bahasanya di masa depan.

    Intinya, bayi mama memang sudah punya bekal untuk mengenali suara Mama sejak dalam kandungan, dan kemampuan ini terus berkembang seiring waktu lewat interaksi sehari-hari. 

    Semakin sering Mama mengajaknya bicara, bernyanyi, atau sekadar bercerita, semakin kuat pula ikatan sekaligus kemampuan bahasanya kelak.

    Nah, itulah pembahasan mengenai apakah bayi bisa mengenali suara ibunya? Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More