Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Itu Laringomalasia pada Bayi? Ini Penyebab dan Gejalanya
Wikimedia Commons/Dr Chaigasame
  • Laringomalasia adalah kelainan bawaan pada laring bayi ketika jaringan lunak di atas pita suara lemas dan menutup sebagian jalan napas saat menghirup, memicu stridor.
  • Penyebab pastinya belum jelas, tetapi dapat terkait perkembangan laring belum sempurna, otot saluran napas lemah, gangguan neuromuskular, GERD, atau kelainan bawaan lain.
  • Mayoritas kasus membaik sendiri; diagnosis dapat memakai laringoskopi, sementara kasus berat dengan gangguan napas, menyusu, atau tidur mungkin memerlukan obat refluks maupun supraglotoplasti.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Laringomalasia adalah kelainan bawaan pada laring bayi, ketika jaringan lunak di atas pita suara terlalu lemas dan menutup sebagian saluran napas saat menarik napas, sehingga menimbulkan stridor.
  • Who?
    Bayi baru lahir dapat mengalami laringomalasia, terutama yang menunjukkan napas bernada tinggi, kesulitan menyusu, atau gejala gangguan napas. Dokter dapat melakukan pemeriksaan dan menentukan penanganan sesuai tingkat keparahan.
  • Where?
    Kelainan terjadi di laring atau kotak suara, khususnya jaringan di atas pita suara yang dapat jatuh ke saluran napas bagian atas saat bayi menghirup udara.
  • When?
    Kondisi ini dapat muncul sejak minggu pertama kehidupan. Suara napas biasanya lebih jelas saat bayi telentang, menyusu, tidur, rewel, atau menangis.
  • Why?
    Penyebab pastinya per saat ini masih belum diketahui. Kondisi dapat berkaitan dengan struktur laring belum matang, tonus otot lemah, gangguan neuromuskular, GERD, atau kelainan bawaan lain.
  • How?
    Diagnosis dapat dilakukan melalui laringoskopi fleksibel, mikrolaringoskopi dan bronkoskopi, pencitraan, serta tes refluks atau menelan. Kasus ringan dipantau, sedangkan kasus berat dapat memerlukan obat atau supraglotoplasti.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Laringomalasia terjadi saat bagian lembut di kotak suara bayi terlalu lemas dan menutup sedikit jalan napas. Jadi napas bayi bisa berbunyi mencicit. Suaranya lebih terdengar saat bayi tidur telentang, menyusu, atau menangis. Banyak bayi akan membaik sendiri saat makin besar. Kalau bayi susah makan, kulitnya biru, atau napas berhenti, dokter perlu membantu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kalau Mama pernah dengar suara napas bayi mama terdengar seperti bunyi mencicit atau ngorok halus setiap kali menarik napas, bisa jadi itu bukan sekadar pilek biasa. Kondisi ini punya nama medis tersendiri, yaitu laringomalasia.

Istilahnya memang terdengar rumit, tapi laringomalasia sebenarnya termasuk kondisi yang cukup umum dan biasanya tidak berbahaya. Meski begitu, penting bagi Mama untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi pada saluran napas si Kecil.

Supaya Mama semakin tahu tentang laringomalasia pada bayi, berikut Popmama.com membahas apa itu laringomalasia pada bayi? Yuk, simak sampai habis!

Apa Itu Laringomalasia?

Instagram.com/aline.worm

Melansir Cleveland Clinic, laringomalasia adalah kelainan pada laring atau kotak suara yang bisa terjadi pada bayi baru lahir. Kondisi ini muncul saat jaringan lunak di atas pita suara terlalu lemas sehingga jatuh menutupi sebagian saluran napas ketika bayi menarik napas.

Akibatnya, muncul suara napas bernada tinggi yang disebut stridor dan laringomalasia dikenal sebagai penyebab paling umum dari napas berbunyi pada bayi. Bahkan, lebih dari separuh bayi baru lahir sudah mengalaminya sejak minggu pertama kehidupan.

Mengutip WebMD, laringomalasia tergolong kelainan bawaan lahir yang membuat jaringan tulang rawan di laring bayi mama jatuh ke saluran napas setiap kali menghirup udara.

Suara napasnya biasanya makin jelas terdengar saat bayi berbaring telentang, setelah menyusui, rewel, atau menangis. Kabar baiknya, pada sekitar 90 persen kasus, kondisi ini bisa membaik dengan sendirinya seiring bertambahnya usia si Kecil tanpa perlu penanganan khusus.

Penyebab Laringomalasia pada Bayi

Pexels/Sarah Chai

Sampai sekarang, penyebab pasti laringomalasia belum diketahui secara jelas. Namun, ada beberapa teori sebagai berikut.

  • Struktur laring belum berkembang sempurna
    Menurut Stanford Medicine Children's Health, tulang rawan penyusun laring bayi mama belum sepenuhnya kaku saat masih dalam kandungan, sehingga mudah kolaps ketika bernapas.

  • Tonus otot saluran napas atas yang lemah
    Mengutip WebMD, kurangnya kekuatan otot di area laring membuat jaringan di sekitarnya mudah terkulai dan menutup jalan napas.

  • Gangguan neuromuskular
    Mengutip Cleveland Clinic, gangguan pada saraf dan otot pita suara juga bisa menjadi pemicu laringomalasia.

  • Refluks asam lambung (GERD)
    Asam lambung yang naik hingga ke laring bisa memicu pembengkakan jaringan dan memperparah gejala, seperti dikutip dari WebMD.

  • Berkaitan dengan kelainan bawaan lain
    Dikutip dari WebMD, sekitar 30-80 persen bayi dengan laringomalasia juga lahir dengan bibir sumbing atau langit-langit sumbing.

Gejala Laringomalasia pada Bayi

Pexels/Jonathan Borba

Gejala laringomalasia bisa bervariasi, mulai dari yang ringan sampai berat. Melansir Miracle Babies, berikut tanda-tanda yang biasa muncul pada si Kecil.

  • Stridor atau napas berbunyi nyaring
    Suara ini paling jelas terdengar saat bayi mama menarik napas, dan makin keras saat menyusu, tidur, atau rewel.

  • Kesulitan menyusu
    Bayi dengan laringomalasia sedang sampai berat sering butuh jeda saat menyusu karena kesulitan mengatur ritme napas dan menelan.

  • Tarikan dinding dada atau leher
    Saat gejalanya cukup berat, kulit di sekitar leher dan tulang rusuk tampak tertarik ke dalam setiap kali bayi menarik napas.

  • Berat badan sulit naik
    Kesulitan makan yang berkepanjangan bisa membuat si Kecil kesulitan mendapat asupan nutrisi yang cukup.

  • Napas terhenti sesaat atau kulit membiru
    Pada kasus yang jarang tapi serius, bisa muncul apnea atau jeda napas hingga sianosis yang butuh penanganan segera.

Jenis-Jenis Laringomalasia

Instagram.com/dranubhutidhanuka_entsurgeon

Selain dari sisi keparahan gejala, laringomalasia juga bisa dikelompokkan berdasarkan penyebabnya. Mengutip Cleveland Clinic, berikut tiga tipe laringomalasia yang dikenal secara medis.

  • Tipe 1
    Selaput lendir di sekitar laring bayi mama terlalu kencang atau terlalu pendek dari yang seharusnya.

  • Tipe 2
    Ada kelebihan jaringan lunak di bagian atas laring yang membuatnya lebih mudah jatuh ke saluran napas.

  • Tipe 3
    Dipicu oleh kondisi lain yang mendasarinya, seperti GERD atau gangguan neuromuskular.

Cara Diagnosis Laringomalasia

Pexels/cottonbro studio

Untuk memastikan diagnosis, dokter tidak bisa hanya mengandalkan gejala yang terlihat dari luar. Melansir Children's Hospital of Philadelphia, berikut beberapa pemeriksaan yang biasa dilakukan.

  • Laringoskopi fleksibel (NPL)
    Pemeriksaan utama ini menggunakan kamera kecil yang dimasukkan lewat hidung bayi mama untuk melihat langsung kondisi laring, dan prosesnya hanya butuh beberapa menit.

  • Mikrolaringoskopi dan bronkoskopi (MLB)
    Jika perlu evaluasi lebih detail, dokter akan melakukan pemeriksaan ini di ruang operasi dengan bius umum.

  • Rontgen atau fluoroskopi saluran napas
    Pemeriksaan pencitraan ini membantu melihat ada tidaknya kelainan struktur lain yang memengaruhi napas si Kecil.

  • Tes refluks dan menelan
    Dokter juga bisa memeriksa seberapa jauh asam lambung naik ke laring serta bagaimana kemampuan bayi mama menelan.

Pengobatan dan Perawatan Laringomalasia

Pexels/Anna Shvets

Sebagian besar laringomalasia tidak butuh pengobatan khusus dan akan membaik seiring waktu. Namun, mengutip Miracle Babies, berikut langkah penanganan yang mungkin disarankan dokter.

  • Dipantau saja di rumah
    Untuk kasus ringan, dokter biasanya hanya meminta Mama memantau perkembangan gejala tanpa pengobatan khusus.

  • Penyesuaian pola menyusui
    Menyusui lebih sering dengan porsi kecil atau mengentalkan susu bisa membantu bayi mama yang kesulitan makan.

  • Obat anti-refluks
    Jika laringomalasia disertai GERD, dokter bisa meresepkan obat untuk mengurangi asam lambung yang memperparah gejala.

  • Operasi supraglotoplasti
    Untuk kasus berat dengan gangguan napas, makan, atau tidur yang signifikan, dokter mungkin menyarankan tindakan bedah ini guna memangkas jaringan yang menghalangi saluran napas.

Nah, itulah pembahasan mengenai apa itu laringomalasi pada bayi? Kondisi pada bayi yang harus Mama perhatikan jika sudah mengganggu aktivitas harian si Kecil. Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article