Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Kenapa Bayi Muntah Menyemprot atau Menyembur? Ini Penyebabnya

Kenapa Bayi Muntah Menyemprot atau Menyembur? Ini Penyebabnya
Pexels/Evgeniya Davydova
  • Muntah menyemprot terjadi ketika kontraksi perut kuat mendorong isi lambung keluar deras dan jauh, berbeda dari gumoh yang menetes pelan; bila berulang hampir tiap menyusu, bayi perlu diperiksakan.
  • Pemicunya mencakup stenosis pilorus, GERD berat, alergi atau intoleransi susu, infeksi saluran cerna, hingga kelainan bawaan seperti penyumbatan atau usus terpelintir.
  • Orangtua dapat memberi porsi kecil lebih sering, menyendawakan dan menjaga bayi tegak setelah menyusu; segera ke dokter bila muntah hijau atau berdarah, dehidrasi, berat turun, sesak, atau tersedak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Momen menyusui yang tadinya tenang tiba-tiba berubah jadi drama kecil saat susu keluar deras dari mulut si Kecil, bukan sekadar menetes seperti gumoh biasa. Reaksi pertama Mama pasti panik dan bertanya-tanya apakah ini normal atau justru tanda bahaya.

Tenang, Mama tidak sendirian. Banyak orangtua baru mengalami hal serupa dan bingung membedakan gumoh, muntah biasa, dan muntah menyemprot yang dalam istilah medis disebut projectile vomiting.

Daripada Mama semakin khawatir dan penasaran dengan kondisi yang dialami si Kecil, berikut Popmama.com mengulas kenapa bayi muntah menyemprot atau menyembur? Yuk, simak sampai habis!

  1. Kenapa Bayi Muntah Menyemprot atau Menyembur?

    Kenapa Bayi Muntah Menyemprot atau Menyembur?
    Pexels/Дмитрий Зайцев

    Mengutip Heloa, muntah menyemprot terjadi saat otot perut si Kecil berkontraksi kuat sehingga isi lambung terdorong keluar dengan cepat, bahkan bisa memercik hingga beberapa langkah dari tubuhnya. Kondisi ini jauh berbeda dari gumoh yang hanya menetes pelan dari mulut.

    Melansir laman Dr. Silva, muntah menyemprot merupakan keluarnya susu dalam jumlah besar, baik langsung setelah menyusu maupun beberapa jam kemudian.

    Semakin banyak cairan yang keluar dan semakin jauh jaraknya, semakin besar kemungkinan itu tergolong muntah menyemprot, bukan sekadar gumoh biasa.

    Nah, jika hal ini terjadi pada hampir setiap sesi menyusu dan muntah dalam jumlah banyak, Mama disarankan untuk segera periksakan si Kecil ke dokter.

  2. Apa yang Harus Orangtua Lakukan saat Bayi Muntah Menyembur?

    Apa yang Harus Orangtua Lakukan saat Bayi Muntah Menyembur?
    Pexels/Laura Garcia

    Saat si Kecil tiba-tiba muntah menyembur, penting bagi Mama untuk tetap tenang dan sigap mengambil langkah yang tepat. Melansir Heloa, berikut beberapa hal yang bisa Mama lakukan di rumah.

    • Beri cairan pengganti dengan tepat
      Tawarkan larutan oralit sesuai anjuran dokter, bukan air putih biasa, agar cairan dan elektrolit yang hilang tergantikan.
    • Jaga si Kecil tetap tegak
      Gendong bayi mama dalam posisi tegak selama dan setelah menyusu untuk membantu mengurangi aliran balik isi lambung.
    • Beri jeda saat menyusui
      Susui dengan porsi lebih sedikit tapi lebih sering, baik lewat ASI maupun botol, agar lambungnya tidak kaget.
    • Hindari langsung membaringkan bayi
      Gendong si Kecil tegak selama 20-30 menit setelah menyusu sebelum membaringkannya kembali.

  3. Penyebab Bayi Muntah Menyembur

    Penyebab Bayi Muntah Menyembur
    Pexels/Marcus Goodman

    Ada berbagai kondisi yang bisa memicu bayi mama muntah menyembur, mulai dari yang ringan hingga yang membutuhkan penanganan medis. Mengutip Heloa, berikut beberapa penyebab yang paling umum ditemukan.

    • Stenosis pilorus
      Otot pylorus yang menghubungkan lambung dan usus menebal sehingga makanan sulit lewat, biasanya muncul pada usia 2-8 minggu dan lebih sering dialami bayi laki-laki.
    • Refluks asam lambung yang parah (GERD)
      Katup di ujung kerongkongan terlalu lemah sehingga isi lambung mudah terdorong naik dengan kuat.
    • Alergi atau intoleransi susu
      Alergi protein susu sapi dapat memicu iritasi lambung yang berujung pada muntah, bahkan disertai ruam atau diare.
    • Infeksi saluran cerna
      Gastroenteritis kerap membuat bayi muntah dengan kuat, disertai diare cair dan demam ringan.
    • Kelainan bawaan saluran cerna
      Kondisi seperti penyumbatan usus atau usus terpelintir memang jarang terjadi, tetapi tergolong kondisi darurat yang membutuhkan penanganan segera.

  4. Gejala Muntah Menyembur pada Bayi

    Gejala Muntah Menyembur pada Bayi
    Pexels/Antoni Shkraba

    Selain muntahnya sendiri, ada sejumlah tanda penyerta yang perlu Mama perhatikan. Melansir WebMD, berikut gejala yang biasanya menyertai muntah menyembur pada si Kecil.

    • Muntah berwarna hijau atau bercampur darah
      Warna ini menandakan terdapat masalah pada saluran cerna yang perlu diperiksa lebih lanjut oleh dokter.
    • Tanda dehidrasi
      Mulut kering, jarang buang air kecil, dan ubun-ubun tampak cekung adalah sinyal bahwa cairan tubuh si Kecil mulai berkurang.
    • Berat badan tidak naik
      Muntah sering membuat bayi kehilangan nutrisi sehingga berat badannya stagnan bahkan turun.
    • Rewel dan tampak kesakitan
      Bayi mama mungkin melengkungkan punggung, menangis keras, atau terlihat sangat gelisah setelah menyusu.
    • Muncul gerakan gelombang di perut
      Kadang terlihat gerakan otot seperti gelombang di area perut tepat sebelum muntah terjadi.

  5. Tips Mengurangi Muntah pada Bayi

    Tips Mengurangi Muntah pada Bayi
    Pexels/hartono subagio

    Kabar baiknya, ada beberapa cara sederhana yang bisa Mama coba untuk mengurangi frekuensi muntah pada si Kecil. Mengutip WebMD, berikut tips yang bisa diterapkan sehari-hari.

    • Beri porsi lebih kecil tapi sering
      Menyusui dalam jumlah sedikit namun lebih sering membantu lambung bayi agar tidak kewalahan.
    • Sendawakan secara rutin
      Sendawakan bayi mama di sela dan setelah menyusu untuk mengeluarkan udara yang tertelan.
    • Jaga posisi tegak setelah menyusu
      Gendong si Kecil tegak sekitar 30 menit setelah menyusu agar gravitasi membantu makanan tetap di lambung.
    • Hindari aktivitas aktif setelah menyusu
      Jangan langsung mengajak bayi mama bermain aktif atau meletakkannya di car seat segera setelah makan.
    • Perhatikan ukuran dot botol
      Dot yang terlalu besar atau kecil bisa membuat bayi menelan udara berlebih, jadi pastikan ukurannya pas.

  6. Kapan Harus Dibawa ke Dokter?

    Kapan Harus Dibawa ke Dokter?
    Pexels/Jonathan Borba

    Meski sebagian besar muntah pada bayi tergolong wajar, ada kondisi tertentu yang penanganannya tidak boleh ditunda. Menurut Today's Parent, berikut tanda yang mengharuskan Mama segera membawa si Kecil ke dokter.

    • Muntah menyembur terjadi berulang kali
      Jika hal ini terjadi di hampir setiap sesi menyusu secara berturut-turut, segera periksakan ke unit gawat darurat terdekat.
    • Muntah disertai darah atau warna hijau
      Kondisi ini bisa menandakan masalah serius pada saluran cerna si Kecil.
    • Tanda dehidrasi makin jelas
      Jarang pipis, ubun-ubun cekung, dan tubuh lemas adalah alasan kuat untuk segera ke dokter.
    • Berat badan tidak naik atau justru turun
      Ini bisa jadi indikasi adanya penyumbatan atau masalah penyerapan nutrisi yang butuh evaluasi medis.
    • Disertai tersedak atau sesak napas
      Jika muntah membuat bayi tersedak dan tidak kunjung berhenti, segera hubungi layanan darurat.

    Nah, itulah pembahasan mengenai kenapa bayi muntah menyemprot atau menyembur? Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More