Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Itu Mongolian Spots? Bercak Biru yang Muncul pada Bayi Baru Lahir
Wikimedia Commons/Gzzz
  • Mongolian spots atau dermal melanositosis kongenital adalah tanda lahir biru keabu-abuan, rata, tidak nyeri, dan kerap muncul di punggung bawah atau bokong bayi.
  • Bercak terbentuk ketika sel penghasil pigmen tertinggal di lapisan kulit dalam saat janin berkembang; kondisinya lebih sering ditemukan pada bayi dari latar etnis tertentu.
  • Umumnya tidak memerlukan pengobatan dan memudar seiring usia. Bercak luas, tersebar, atau berada di lokasi tidak biasa perlu diperiksakan; dokumentasi dokter membantu membedakannya dari memar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Mongolian spots, atau dermal melanositosis kongenital, adalah tanda lahir biru keabu-abuan yang rata, umumnya muncul pada punggung bawah atau bokong bayi baru lahir dan tidak berbahaya.
  • Who?
    Bayi baru lahir dari berbagai latar belakang etnis dapat mengalami bercak ini. Kejadiannya dilaporkan lebih tinggi pada bayi keturunan Asia, kulit hitam, Hispanik, serta penduduk asli Amerika.
  • Where?
    Bercak paling sering terlihat di bokong, punggung bawah, bahu, atau pangkal tulang belakang. Pada sebagian bayi, bercak dapat muncul di bagian tubuh lain.
  • When?
    Bercak biasanya sudah terlihat saat lahir atau dalam beberapa minggu pertama kehidupan. Umumnya memudar sebelum usia sekolah, tetapi dapat bertahan hingga remaja atau dewasa pada sebagian kecil anak.
  • Why?
    Bercak terbentuk ketika sebagian sel melanosit tertinggal di lapisan kulit lebih dalam saat janin berkembang. Pigmen di bawah permukaan kulit tampak kebiruan dari luar.
  • How?
    Dokter anak dapat mencatat bentuk, ukuran, dan lokasi bercak. Kondisi ini biasanya tidak memerlukan pengobatan; pemeriksaan lebih lanjut dapat dilakukan bila bercak sangat luas atau berada di lokasi tidak biasa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bayi baru lahir kadang punya bercak biru abu-abu di punggung bawah atau bokong. Bercak ini namanya Mongolian spots. Bentuknya seperti memar, tapi tidak sakit dan bukan karena terbentur. Bercak ini tidak berbahaya. Biasanya bercak akan memudar sendiri saat anak makin besar. Dokter bisa melihat dan mencatat bercaknya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Momen pertama menggendong si Kecil sering diwarnai rasa penasaran sekaligus waswas, apalagi kalau Mama menemukan bercak kebiruan di punggung bawah atau bokongnya. 

Jangan buru-buru panik, Ma, sebab tanda itu kemungkinan besar adalah Mongolian spots, bercak lahir yang cukup jamak ditemukan pada bayi baru lahir di seluruh dunia.

Meski tampilannya sekilas mirip memar, Mongolian spots sebenarnya merupakan kondisi kulit yang tidak berbahaya.

Supaya Mama tidak perlu khawatir berlebihan saat menemukannya di kulit si Kecil, berikut Popmama.com mengulas apa itu Mongolian spots? Yuk, simak sampai habis!

Apa Itu Mongolian Spots?

Wikimedia Commons/Gzzz

Mengutip Cleveland Clinic, Mongolian spots yang kini lebih dikenal dengan istilah dermal melanositosis kongenital adalah tanda lahir berwarna biru keabu-abuan yang muncul tak lama setelah bayi dilahirkan. 

Bercak ini paling sering ditemukan di area punggung bawah dan bokong si Kecil, meski sesekali dapat muncul di bagian tubuh lain.

Melansir Healthline, Mongolian spots juga dikenal dengan nama slate gray nevi. Bentuknya rata, tidak menonjol, dan biasanya sudah tampak sejak lahir atau muncul dalam beberapa minggu pertama kehidupan si Kecil. 

Sekilas warnanya memang mirip memar, tapi Mongolian spots tidak terasa sakit dan tidak muncul akibat benturan atau cedera apa pun.

Istilah slate gray nevi atau dermal melanositosis lumbosakral kini lebih dipilih karena kondisi ini nyatanya bisa dialami bayi dari latar belakang etnis mana pun, bukan hanya keturunan Mongolia seperti tersirat dari nama lamanya.

Jenis-Jenis Mongolian Spots

Wikimedia Commons/Gzzz

Kabar baiknya, Mongolian spots tidak selalu muncul dengan pola yang sama pada setiap bayi. Menurut Cleveland Clinic, jenisnya bisa dibedakan berdasarkan lama waktu bercak itu memudar dari kulit si Kecil, yaitu:

  1. Umum (common): Jenis yang paling sering ditemui dan biasanya sudah memudar saat si Kecil masih bayi.

  2. Luas (extensive): Bercaknya lebih besar dan membutuhkan waktu lebih lama untuk hilang, umumnya baru pudar total pada usia pertengahan masa kanak-kanak.

  3. Menetap (persistent): Pada sebagian kecil anak, bercak jenis ini bertahan hingga dewasa.

Mengutip Walsh Medical Media, beberapa varian yang lebih jarang ditemui, seperti bercak yang muncul di lokasi tidak biasa atau aberrant, jumlahnya bertambah seiring waktu atau progresif, hingga yang justru baru muncul saat usia anak lebih besar atau acquired

Meski istilahnya beragam, hampir seluruh jenis Mongolian spots ini pada dasarnya tetap tergolong jinak dan tidak berbahaya bagi kesehatan si Kecil.

Gejala atau Tanda Mongolian Spots

Instagram.com/miucha_ch

Supaya Mama makin yakin membedakan Mongolian spots dari kondisi kulit lain, ada baiknya mengenali dulu ciri-cirinya. Melansir Healthline, berikut sejumlah gejala khas Mongolian spots:

  • Bercak berwarna biru, biru keabu-abuan, hijau, hingga kehitaman.

  • Permukaannya rata dan bertekstur sama seperti kulit di sekitarnya, tidak menonjol sama sekali.

  • Bentuknya oval, bulat, atau tidak beraturan dengan tepi yang kurang jelas.

  • Ukurannya bervariasi, mulai dari beberapa milimeter hingga lebih dari 10 sentimeter.

  • Umumnya muncul di bokong, punggung bawah, bahu, atau pangkal tulang belakang si Kecil.

  • Jarang menutupi lebih dari 5 persen permukaan tubuh bayi Mama.

Bedanya dengan memar, Mongolian spots tidak berubah warna dalam hitungan hari dan tidak terasa nyeri saat disentuh. Jadi, kalau bercaknya menetap dan tidak berubah bentuk maupun warna, besar kemungkinan itu memang tanda lahir bawaan, bukan tanda cedera atau kekerasan.

Penyebab Mongolian Spots

Instagram.com/dr.mo.ibrahim

Lalu, kenapa bercak ini bisa muncul di kulit bayi mama? Mengutip Cleveland Clinic, Mongolian spots terbentuk saat janin masih berkembang di dalam rahim.

Sel-sel melanosit, yaitu sel penghasil warna kulit, seharusnya bergerak dari lapisan kulit yang dalam menuju permukaan kulit sebelum bayi lahir

Namun, pada sebagian bayi, sebagian sel ini tertinggal di lapisan kulit yang lebih dalam sehingga tidak pernah mencapai permukaan.

Karena posisinya yang tersembunyi di bawah permukaan kulit, pigmen tersebut terlihat kebiruan saat dipandang dari luar. Mengutip WebMD, fenomena optik ini disebut sebagai efek Tyndall, yaitu efek pantulan cahaya yang melewati partikel-partikel di lapisan kulit yang lebih dalam. 

Sampai sekarang, para ahli belum menemukan penyebab pasti mengapa sel melanosit bisa terjebak pada sebagian bayi, tetapi tidak pada bayi lainnya.

Faktor Risiko Mongolian Spots

Instagram.com/dr.mo.ibrahim

Meski penyebab pastinya belum sepenuhnya dipahami, sejumlah faktor diketahui meningkatkan kemungkinan si Kecil memiliki Mongolian spots. Faktor risiko paling utama adalah latar belakang etnis dan warna kulit bayi mama.

Medical News Today mengutip sebuah tinjauan tahun 2013 yang menyebutkan Mongolian spots dialami sekitar 90 hingga 100 persen bayi keturunan Asia dan kulit hitam, sekitar 50 persen bayi Hispanik, dan hanya sekitar 10 persen bayi kulit putih. 

Mengutip jurnal Walsh Medical Media, yang mencatat prevalensi tinggi pada populasi Asia, Afrika, Hispanik, hingga penduduk asli Amerika.

Di luar faktor etnis, ada satu hal yang perlu Mama waspadai. Bila bercaknya sangat luas, tersebar di banyak area, atau muncul di luar zona punggung dan bokong, Mama dapat pergi ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sebab, dalam kasus yang jarang terjadi, Mongolian spots yang ekstensif bisa menyertai kelainan metabolik bawaan seperti penyakit Hurler, sindrom Hunter, penyakit Niemann-Pick, mukolipidosis, atau manosidosis, seperti dikutip dari Medical News Today.

Perawatan dan Pengobatan Mongolian Spots

Instagram.com/dr.mo.ibrahim

Ini bagian yang paling melegakan buat Mama, yaitu Mongolian spots pada dasarnya tidak memerlukan pengobatan khusus dan rumit.

Melansir Cleveland Clinic, bercak ini akan memudar dengan sendirinya seiring bertambahnya usia si Kecil, biasanya sebelum masuk usia sekolah, meski pada sebagian anak butuh waktu hingga remaja atau bahkan dewasa.

Yang justru penting dilakukan adalah dokumentasi. Dokter anak biasanya akan memeriksa dan mencatat bentuk, ukuran, serta lokasi bercak sejak pemeriksaan pertama setelah bayi mama lahir. 

Menurut Medical News Today, langkah ini berguna untuk membedakan Mongolian spots dari memar akibat cedera, sehingga menghindari kesalahpahaman yang dapat memicu kecurigaan kekerasan pada anak di kemudian hari.

Jika bercak ini masih terlihat hingga dewasa dan dianggap mengganggu penampilan, prosedur laser bisa menjadi pilihan, meski sifatnya opsional dan murni untuk alasan kosmetik. 

Mengutip Walsh Medical Media, metode seperti laser Q-switched atau intense pulsed light sudah pernah digunakan untuk mencerahkan bercak ini, dengan hasil yang cenderung lebih optimal jika dilakukan sebelum usia 20 tahun. 

Namun, prosedur ini tetap memiliki risiko efek samping seperti kemerahan hingga perubahan warna kulit, jadi sebaiknya didiskusikan dahulu dengan dokter kulit sebelum diputuskan.

Nah, itulah pembahasan mengenai apa itu Mongolian spots? Sebuah bercak pada kulit si Kecil yang muncul sejak lahir. Semoga informatif dan bermanfaat!

Curated For You

Editorial Team

Related Article