Kulit bayi memang masih sensitif, jadi berbagai perubahan bisa muncul, termasuk bercak atau bintik berwarna putih.
5 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi

Bercak putih pada kulit bayi dapat dipicu karena vitiligo, pityriasis alba, hipopigmentasi, panu, atau milia; tiap kondisi memiliki ciri dan penyebab berbeda.
Vitiligo menyebabkan hilangnya pigmen dan dapat meluas, sedangkan pityriasis alba berupa bercak pucat bersisik halus yang tidak berbahaya maupun menular.
Hipopigmentasi sering terkait peradangan atau iritasi sebelumnya, panu dipicu jamur Malassezia, sementara milia berupa bintik kecil di wajah bayi yang biasanya hilang sendiri.
Ada beberapa kondisi yang bisa membuat kulit si Kecil tampak lebih putih dari biasanya. Mulai dari milia, infeksi jamur, hingga vitiligo.
Yuk, Ma, cari tahu lebih lanjut soal bercak putih pada bayi dalam artikel Popmama.com tentang 5 penyebab bercak putih pada kulit bayi berikut ini.
Table of Content
1. Vitiligo

Popmama.com/Nafia Mahesa/AI Vitiligo merupakan kondisi autoimun yang dapat menyebabkan sebagian kulit kehilangan pigmen, sehingga muncul bercak yang terlihat lebih putih atau pucat dibandingkan area kulit di sekitarnya.
Meski vitiligo diketahui banyak ditemukan pada orang dewasa, melansir dari Medical News Today, kondisi ini bisa terjadi pada bayi sejak usia beberapa bulan, walau jarang ditemukan sejak lahir.
Bercak vitiligo dapat muncul di sekitar mulut, mata, atau rambut dan perlahan meluas ke area tubuh lainnya. Kulit yang kehilangan pigmen juga menjadi lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari.
2. Pityriasis alba

Dermnetnz.org Pityriasis alba merupakan kondisi kulit yang tidak berbahaya dan tidak menular yang ditandai munculnya bercak lebih pucat dengan sisik halus. Sekilas, kondisi ini terlihat seperti panu.
Dilansir dari Verywell Health, pityriasis alba umum ditemukan pada anak-anak, termasuk bayi, yang biasanya terlihat di pipi, leher, dada, punggung, dan lengan bagian atas.
3. Hipopigmentasi

Popmama.com/Nafia Mahesa/AI Hipopigmentasi terjadi ketika sebagian kulit bayi terlihat lebih terang atau pucat dibandingkan area di sekitarnya. Kondisi ini berkaitan dengan berkurangnya produksi melanin, yaitu pigmen yang memberi warna pada kulit.
Pada bayi, bercak putih ini bisa muncul sebagai bekas peradangan, luka, infeksi ringan, atau iritasi kulit sebelumnya. Biasanya, warna kulit si Kecil akan berangsur kembali seiring kulit pulih.
4. Panu

Popmama.com/Nafia Mahesa/AI Panu atau tinea versicolor merupakan kondisi kulit akibat pertumbuhan berlebih jamur Malassezia.
Kondisi ini tidak menular dan bisa membuat warna kulit berubah menjadi lebih terang atau lebih gelap dibandingkan kulit di sekitarnya.
Mengutip dari Baby Centre, panu pada bayi dapat terlihat putih atau lebih pucat dengan tekstur bersisik yang sangat halus, terutama di lengan atas, punggung, dada, leher, atau wajah.
Bercak panu biasanya tampak lebih jelas saat cuaca panas karena area kulit yang terkena tidak ikut menggelap seperti kulit di sekitarnya.
5. Milia

Alodokter.com Milia merupakan bintik-bintik putih kecil yang sangat umum ditemukan pada bayi, terutama tidak lama setelah lahir.
Dilansir dari Raising Children Network, kondisi ini terjadi ketika kelenjar keringat bayi tersumbat karena masih belum berkembang sepenuhnya.
Pada bayi, milia muncul di hidung dan pipi, meski bisa juga ditemukan di bagian wajah lainnya. Ukurannya sangat kecil, umumnya kurang dari 1 mm, tidak terasa sakit maupun gatal, dan biasanya dapat hilang dengan sendirinya.
Nah, itulah 5 penyebab bercak putih pada kulit bayi. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Mama agar bisa mengenali berbagai penyebab bercak putih bayi.





















