"Sebagian kecil anak dengan alergi susu sapi juga dapat bereaksi terhadap daging sapi karena ada kemiripan sedikit antara daging sapi dengan susu sapi," ujar dr. Zahrah.
Anak Alergi Susu Sapi, Apakah Harus Pantang Daging Sapi?

Anak dengan alergi susu sapi tidak otomatis harus pantang daging sapi, hanya sebagian kecil mengalami reaksi silang akibat kemiripan protein.
Protein susu seperti kasein dan whey serta bovine serum albumin pada daging sapi dapat memicu reaksi, terutama pada daging yang kurang matang.
Penentuan alergi dilakukan lewat evaluasi dokter dan pengenalan bertahap. Waspadai gejala pencernaan, ruam, pembengkakan, hingga anafilaksis.
Alergi susu sapi merupakan salah satu kondisi yang membuat Mama perlu lebih memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi si Kecil. Ketika anak mengalami reaksi setelah minum susu sapi, Mama mungkin juga mulai mempertanyakan makanan lain yang berasal dari sapi, termasuk daging sapi.
Kekhawatiran tersebut muncul karena susu dan daging sapi sama-sama mengandung protein. Pada sebagian anak, protein tertentu pada keduanya memiliki kemiripan sehingga dapat memicu reaksi silang. Namun, kondisi setiap anak bisa berbeda.
Lantas, apakah anak yang alergi susu sapi juga harus menghindari daging sapi? Berikut Popmama.com telah merangkum penjelasan dr. Zahrah Hikmah, Sp.A (K), yang dikutip dari unggahan video di akun Instagram pribadinya, @dokter.anak.alergi.
Table of Content
Anak Alergi Susu Sapi, Apakah Harus Pantang Daging Sapi?

Popmama.com/Titin Sahra Melani/AI Anak yang alergi susu sapi belum tentu harus menghindari daging sapi. Menurut dr. Zahrah, hanya sebagian kecil anak dengan alergi susu sapi yang juga dapat mengalami reaksi setelah mengonsumsi daging sapi.
Meski terdapat kemiripan protein, tidak semua anak dengan alergi susu sapi akan mengalami reaksi ketika makan daging sapi. Banyak anak tetap dapat mengonsumsi daging sapi tanpa mengalami keluhan.
Oleh karena itu, anak tidak otomatis harus pantang daging sapi hanya karena memiliki alergi susu sapi. Untuk menentukan apakah daging sapi juga perlu dihindari, Mama perlu memperhatikan riwayat gejala dan melakukan evaluasi bersama dokter.
Protein pada Susu dan Daging Sapi Bisa Memicu Reaksi

Magnific Hubungan antara susu dan daging sapi tersebut berkaitan dengan protein yang terkandung di dalamnya. Pada susu sapi, protein yang sering menyebabkan alergi adalah kasein dan whey protein, termasuk beta-laktoglobulin serta alfa-laktalbumin.
Sementara itu, daging sapi mengandung bovine serum albumin (BSA), yaitu protein yang juga terdapat dalam susu sapi. Karena memiliki kemiripan, sistem imun pada sebagian anak dapat mengenali protein tersebut dan menimbulkan reaksi silang.
Reaksi ini lebih sering terjadi pada daging yang kurang matang. Pasalnya, proses pemanasan dapat merusak sebagian protein yang menjadi pemicu alergi.
Bagaimana Cara Mengetahui Anak Alergi Susu atau Daging Sapi?

Magnific Mengingat tidak semua anak dengan alergi susu sapi juga alergi daging sapi, Mama perlu mengetahui makanan mana yang sebenarnya memicu reaksi. Menurut dr. Zahrah, penghindaran terhadap susu dan daging sapi dapat dilakukan terlebih dahulu jika memang dibutuhkan.
Setelah kondisi anak membaik selama sekitar 3 minggu hingga 1 bulan, susu dan daging sapi kemudian dapat diperkenalkan kembali secara bertahap untuk melihat apakah muncul reaksi alergi.
"Yang pertama mungkin susu sapi dulu, diberikan susu sapi dalam jumlah kecil 30 cc sampai dia meningkat sampai 1 gelas," jelas dr. Zahrah.
Jika tidak terjadi reaksi alergi dalam waktu 8 hari, anak dapat disebut tidak alergi susu sapi. Pada minggu berikutnya, daging sapi dapat dicobakan selama 1 minggu. Jika tidak muncul gejala, anak dapat dibilang tidak alergi daging sapi.
Namun, proses provokasi perlu dilakukan berdasarkan evaluasi dokter, terutama jika anak sebelumnya pernah mengalami reaksi alergi.
Kenali Gejala Alergi Susu Sapi dan Daging Sapi pada Anak

Popmama.com/Titin Sahra Melani/AI Setelah mengetahui kemungkinan reaksi alergi, Mama juga perlu mengenali gejala yang dapat muncul setelah anak mengonsumsi susu atau daging sapi. Reaksinya bisa berbeda pada setiap anak, mulai dari gangguan pencernaan hingga keluhan pada kulit.
Beberapa gejala alergi susu sapi yang mungkin muncul meliputi:
- Sakit perut, diare, atau sembelit.
- Ruam merah dan gatal pada kulit.
- Pembengkakan pada bibir, wajah, atau area mata.
- Hidung meler dan mata berair.
Sementara itu, alergi daging merah, termasuk daging sapi, dapat ditandai dengan:
- Gatal atau ruam pada kulit.
- Mual, muntah, sakit perut, atau diare.
- Kesulitan menelan.
- Sakit tenggorokan.
- Bibir, lidah, atau kelopak mata bengkak.
- Pusing.
Pada reaksi yang lebih parah, alergi dapat menyebabkan anafilaksis yang ditandai dengan kesulitan bernapas atau pingsan. Reaksi seperti pembengkakan pada mulut atau tenggorokan dan mengi juga dapat terjadi meski jarang pada alergi susu sapi.
"Kalau ada terjadi gejala, baik saat provokasi terhadap susu sapi ataupun terhadap daging sapi, maka itu namanya reaksi alergi," kata dr. Zahrah.
Nah, itulah penjelasan dokter mengenai anak alergi susu sapi, apakah harus pantang daging sapi. Semoga informasi ini dapat membantu, ya, Ma!





















