Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Bolehkah Memberi Bawang Putih pada Bayi untuk Obat Batuk Pilek?

Bolehkah Memberi Bawang Putih pada Bayi untuk Obat Batuk Pilek?
Pexels/Marcelo Verfe
  • Minyak bawang putih oles dapat digunakan pada bayi, termasuk usia 0–6 bulan, tetapi bawang putih tidak boleh dikonsumsi sebelum 6 bulan dan bukan obat utama batuk pilek.
  • Pemakaian bawang putih berisiko menyebabkan iritasi kulit atau alergi; hentikan bila muncul kemerahan. Untuk bayi di atas 6 bulan, gunakan sedikit sebagai bagian masakan MPASI.
  • Batuk pilek bayi umumnya berlangsung 7–14 hari. Utamakan ASI atau formula, saline, humidifier, dan istirahat; periksakan bila gejala berat atau batuk mencapai 8 minggu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Ketika si Kecil tiba-tiba pilek dan batuknya tak kunjung reda, banyak Mama pasti langsung teringat resep andalan orang zaman dulu, yaitu bawang putih

Bahan dapur yang selalu ada di rumah ini dipercaya turun-temurun ampuh mengusir batuk pilek pada bayi secara alami, sehingga Mama tidak perlu repot memberikan obat.

Namun, sebelum buru-buru mengoleskannya ke tubuh si Kecil, ada baiknya Mama mengetahui dahulu fakta medis di baliknya.

Berikut Popmama.com mengulas bolehkah memberi bawang putih pada bayi untuk obat batuk pilek? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

  1. Apakah Boleh Memberikan Bawang Putih pada Bayi yang Batuk dan Pilek?

    Apakah Boleh Memberikan Bawang Putih padaBayi yang Batuk dan Pilek?
    Pexels/Nataliya Vaitkevich

    Sebenarnya, kebiasaan mengandalkan bawang putih untuk meredakan pilek bukan tanpa alasan. Bawang putih dipercaya dapat membantu mengatasi gejala batuk dan pilek karena mengandung senyawa yang bersifat antivirus dan mampu mendukung sistem kekebalan tubuh.

    Memberikan bawang putih dalam bentuk makanan atau dimakan langsung sama sekali tidak dianjurkan untuk bayi di bawah 6 bulan sebab sistem pencernaannya belum siap mencerna apa pun selain ASI atau susu formula.

    Setelah bayi berusia 6 bulan ke atas dan sudah mulai MPASI, bawang putih dalam jumlah kecil pada masakan boleh-boleh saja diberikan. Meski begitu, jangan jadikan bawang putih sebagai obat utama, ya, Ma. 

    Menurut Healthy Children, penanganan batuk pilek pada anak sebaiknya tetap mengutamakan cara-cara yang sudah teruji seperti kecukupan cairan dan pelega saluran napas, bukan semata-mata mengandalkan bahan rumahan tanpa pengawasan.

  2. Dampak Memberikan Bawang Putih pada Bayi yang Batuk Pilek

    Dampak Memberikan Bawang Putih pada Bayi yang Batuk Pilek
    Pexels/Huynh Van

    Sebelum memutuskan untuk mencoba, Mama juga perlu mengetahui apa saja dampak yang mungkin muncul dan perlu diwaspadai. Dikutip dari Nutrition From Food, berikut dampaknya.

    • Berisiko mengiritasi kulit: Minyak bawang yang dioleskan bisa membuat kulit bayi memerah atau iritasi, apalagi jika kulitnya sensitif.

    • Tidak aman jika dikonsumsi oleh bayi di bawah 6 bulan: Sistem pencernaan yang belum matang membuat bawang putih berisiko mengganggu perut bayi jika dimakan langsung.

    • Berpotensi memicu reaksi alergi: Meski jarang, sebagian bayi dapat menunjukkan reaksi sensitif terhadap bawang putih, baik melalui kulit maupun pencernaan.

    Kalau Mama menemukan tanda kemerahan atau iritasi setelah mengoleskan minyak bawang putih, sebaiknya hentikan pemakaiannya dan beralih ke cara lain yang risikonya lebih minim.

  3. Cara Alami Mengatasi Batuk Pilek pada Bayi

    Cara Alami Mengatasi Batuk Pilek pada Bayi
    Pexels/Eva Bronzini

    Daripada hanya mengandalkan satu bahan saja, ada banyak cara alami lain yang bisa Mama coba untuk meredakan batuk pilek si Kecil. Melansir Healthline, berikut beberapa di antaranya:

    • Cukupi kebutuhan cairan: Beri ASI atau susu formula lebih sering agar lendir di tenggorokan dan hidung bayi lebih encer dan mudah keluar.
    • Gunakan tetes saline: Teteskan larutan garam khusus bayi ke hidungnya untuk melunakkan lendir yang mengering, lalu sedot perlahan menggunakan bulb syringe.
    • Nyalakan humidifier: Udara yang lembap membantu menjaga saluran napas bayi agar tidak kering, sehingga batuk dan hidung tersumbat lebih cepat mereda.
    • Ajak mandi uap hangat: Duduk bersama bayi di kamar mandi yang dipenuhi uap air hangat selama beberapa menit dapat membantu melegakan hidung tersumbat.
    • Elus punggung dengan lembut: Pijatan ringan di punggung bayi dapat membantu melonggarkan dahak dan membuatnya lebih nyaman.
    • Pastikan istirahat cukup: Tidur yang berkualitas mempercepat proses pemulihan tubuh bayi dari infeksi.

    Satu hal yang wajib diingat, jangan pernah memberikan madu untuk meredakan batuk pada bayi di bawah usia 1 tahun. Risiko botulisme membuat madu baru boleh diberikan setelah usia bayi genap 1 tahun.

  4. Cara Mencegah Batuk dan Pilek pada Bayi

    Cara Mencegah Batuk dan Pilek pada Bayi
    Pixnio/Amanda Mills, USCDCP

    Selain mengatasi, mencegah tentu jauh lebih baik. Mengutip laman North West Family Clinics, berikut langkah-langkah yang bisa Mama terapkan agar si Kecil lebih jarang terkena batuk pilek:

    • Rutin cuci tangan: Sebelum menyentuh atau menggendong bayi, terutama setelah bepergian dari luar rumah.
    • Hindari kontak dengan orang yang sedang sakit: Hindari orang yang sedang sakit, termasuk anggota keluarga yang sedang batuk pilek atau flu.
    • Lengkapi imunisasi dan vaksinasi: Termasuk vaksin influenza tahunan, begitu bayi sudah cukup usia untuk menerimanya.
    • Hindari tempat ramai: Ruang terbuka yang ramai oleh orang, dapat menjadi tempat penularan penyakit. Apalagi, bayi termasuk kelompok yang rentan terkena penyakit.

    Kebiasaan sederhana ini kalau dilakukan secara konsisten, bisa banget membantu si Kecil lebih jarang gonta-ganti sakit batuk pilek, lho, Ma.

  5. Berapa Lama Normalnya Bayi Mengalami Batuk Pilek?

    Berapa Lama Normalnya Bayi Mengalami Batuk Pilek?
    Pexels/Marcus Goodman

    Setelah tahu cara mengatasi dan mencegahnya, pertanyaan yang sering muncul adalah, sebenarnya berapa lama batuk pilek pada bayi dianggap wajar?

    Melansir Mayo Clinic, batu dan pilek pada bayi biasanya mereda dalam rentang 10-14 hari. Jadi, kalau dirata-rata, 2 minggu adalah waktu yang masih tergolong normal.

    Mengutip Healthline, Mama perlu waspada jika batuk berlangsung hingga 8 minggu atau lebih, disertai demam tinggi, napas berbunyi atau sesak, atau si Kecil terlihat lemas dan tidak seperti biasanya.

    Jika muncul tanda-tanda tersebut, jangan menunda lagi untuk segera membawa bayi ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

    Kalau batuk pilek tak kunjung membaik setelah 2 minggu, atau justru muncul gejala yang mengkhawatirkan, jangan ragu untuk segera memeriksakan si Kecil ke dokter anak, ya, Ma. Lebih baik waspada sejak awal daripada menyesal kemudian.

    Nah, itulah pembahasan mengenai bolehkah memberi bawang putih pada bayi untuk obat batuk pilek? Semoga informatif dan bermanfaat!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More