Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Bantah Mitos Bau Tangan, Alyssa Daguise Utamakan Sentuhan untuk Anak

Bantah Mitos Bau Tangan, Alyssa Daguise Utamakan Sentuhan untuk Anak
Instagram.com/alyssadaguise
Intinya Sih

  • Alyssa Daguise menolak mitos bahwa bayi sering digendong bisa jadi 'bau tangan', menegaskan tidak ada bukti ilmiah yang mendukung anggapan tersebut.
  • Ia menekankan pentingnya sentuhan fisik dan pelukan untuk membantu bayi merasa aman, nyaman, serta menurunkan tingkat stres pada masa awal kehidupan.
  • Menggendong bayi disebut Alyssa mampu memperkuat ikatan emosional orangtua-anak sekaligus mendukung perkembangan otak dan kesejahteraan emosional si kecil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Alyssa Daguise baru-baru ini membagikan pandangannya mengenai salah satu mitos pengasuhan yang masih sering dipercaya masyarakat, yaitu anggapan bahwa bayi yang terlalu sering digendong akan menjadi “bau tangan”. Mitos ini kerap membuat sebagian orangtua ragu untuk memberikan pelukan atau menggendong bayi sesering mungkin.

Melalui unggahan di saluran Instagram pribadinya, istri Al Ghazali tersebut berpendapat bahwa anggapan tersebut tidak memiliki dasar ilmiah. Justru menurut Alyssa, sentuhan fisik dan pelukan justru menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang bayi, terutama pada masa awal kehidupannya.

Berikut Popmama.com telah merangkum pandangan Alyssa Daguise dan manfaat sentuhan untuk anak.

1. Alyssa Daguise tak percaya sering gendong bayi jadi “bau tangan”

Alyssa Daguise tak percaya sering gendong bayi jadi “bau tangan”
Instagram.com/alyssadaguise

Melalui saluran di Instagram pribadinya, Alyssa Daguise menyampaikan pandangannya terkait mitos yang menyebut bayi akan menjadi “bau tangan” jika terlalu sering digendong. Menurutnya, hingga saat ini tidak ada bukti ilmiah yang mendukung anggapan tersebut.

Ia menilai bahwa mitos tersebut masih banyak dipercaya dan terus beredar dari generasi ke generasi. Padahal, kebutuhan bayi untuk dipeluk dan digendong merupakan hal yang wajar, terutama pada bulan-bulan pertama kehidupannya.

"2026 masih ada aja yang bilang 'jangan sering digendong, nanti bau tangan'. Padahal nggak ada bukti ilmiah yang mendukung itu," tulis Alyssa Daguise, seperti yang dikutip Popmama.com dari saluran Instagram-nya pada Jumat (5/6/2026).

Pernyataan Alyssa pun mendapat dukungan dari banyak orangtua yang kini mulai lebih memahami pentingnya responsive parenting, yaitu pola pengasuhan yang responsif terhadap kebutuhan bayi.

2. Sentuhan fisik membantu bayi merasa aman dan nyaman

ilustrasi menggendong bayi
Pexels/Kristina Paukshtite

Menurut Alyssa, sentuhan fisik memiliki peran besar dalam membantu bayi membangun rasa aman. Ketika digendong, bayi dapat merasakan kehangatan tubuh, detak jantung, serta suara orangtuanya yang sudah dikenali sejak berada di dalam kandungan.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kontak fisik yang konsisten dapat membantu menurunkan tingkat stres pada bayi. Bayi yang merasa aman cenderung lebih mudah tenang ketika menangis atau merasa tidak nyaman.

"Justru sentuhan, pelukan, dan respons orangtua penting untuk perkembangan bayi, terutama di masa newborn. So please do your research before typing and stating myths," lanjutnya.

Karena itu, menggendong bayi bukan hanya soal menenangkan tangisan, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan emosional mereka pada masa awal kehidupan.

3. Menggendong bayi dapat memperkuat ikatan dengan orangtua

ilustrasi menggendong bayi
Pexels/helenalopes

Selain memberikan rasa aman, menggendong bayi juga menjadi salah satu cara efektif untuk membangun bonding antara orangtua dan anak. Interaksi sederhana seperti memeluk, menatap wajah bayi, atau mengajaknya berbicara saat digendong dapat membantu mempererat hubungan emosional.

Ikatan yang kuat pada masa bayi diyakini berpengaruh terhadap perkembangan sosial dan emosional anak di kemudian hari, dilansir dari laman Carrying Matters.  Bayi akan belajar bahwa orangtuanya hadir dan dapat diandalkan ketika mereka membutuhkan bantuan atau kenyamanan.

Tak heran jika banyak ahli tumbuh kembang anak menyarankan orangtua untuk memberikan respons ketika bayi menangis, termasuk dengan menggendongnya bila diperlukan.

4. Kontak fisik dengan orangtua juga mendukung perkembangan otak bayi

ilustrasi menggendong bayi
Pexels/Helena Lopes

Kontak fisik yang hangat dan penuh kasih sayang tidak hanya berdampak pada kondisi emosional bayi, tetapi juga mendukung perkembangan otaknya lho, Ma. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa interaksi positif antara bayi dan orangtua berperan penting pada tahun-tahun awal kehidupan, saat otak berkembang dengan sangat pesat.

Dilansir dari US News, neonatolog sekaligus peneliti asal Columbus, dr. Nathalie Naitree, menjelaskan bahwa sentuhan dan kedekatan dengan orangtua dapat memicu pelepasan hormon oksitosin yang membantu bayi merasa aman, nyaman, dan terhubung secara emosional. Pada saat yang sama, kadar hormon stres juga dapat menurun sehingga bayi menjadi lebih rileks.

Karena itu, merespons kebutuhan bayi melalui pelukan atau gendongan bukanlah memanjakan anak, melainkan salah satu cara untuk mendukung tumbuh kembangnya secara optimal.

5. Alyssa ingin menikmati setiap momen bersama putrinya

Alyssa ingin menikmati setiap momen bersama putrinya
Instagram.com/alyssadaguise

Dalam unggahannya, Alyssa juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak ingin melewatkan momen berharga bersama si Kecil. Baginya, masa bayi merupakan fase yang berlangsung sangat cepat dan tidak akan terulang kembali.

Karena itu, ia memilih untuk menikmati setiap kesempatan menggendong, memeluk, dan memberikan kasih sayang secara langsung kepada anaknya. Sikap tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap orangtua memiliki cara masing-masing dalam membangun kedekatan dengan anak.

“I’m gonna hold my kid as much as I can while I can, byee,” ungkap Alyssa.

Itulah tadi informasi mengenai manfaat sentuhan untuk anak. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Mama!

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara

Related Articles

See More